9

299 65 6
                                        

"kak, ayo pacaran!"

"kak, ayo pacaran!"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

. . .

Andra melempar tas nya dengan kasar ke meja, sambil memasang wajah kesalnya. gimana ngga? barusan dia liat kak Angga lagi sama cewe. mana asik banget pula, apalagi nginget kak Angga cuek banget tadi pagi.

mood nya udah lecek banget.

"misi, ada yang namanya Andra?" tanya seseorang dibalik pintu kelas, adek kelas rupanya. yang dipanggil pun berdiri, dan menghampiri bocil- maksudnya anak itu.

"iya perlu apa?" tanya nya tanpa basa basi, ga cukup waktunya.

"itu anuu ehm-"

"jangan lama lama, waktu gua sedikit. cepet to the point, kenapa?"

"disuruh kak Angga ke kantin nanti katanya.." ucap anak itu pada akhirnya, Andra hanya memutar bola matanya malas. dia lagi ngambek, masa mau gitu aja. gak dulu dh.

"bilang gua sakit, jangan samper. udah ya"

lalu boloslah seorang dia ke uks sekolah. tidur ajalah pikirnya, toh Angga gabakal tau dia disini.

dasar goblok, kan lo bilang sakit kan pasti dia dateng kesana. yaudahlah, serah.

11.00 harusnya jam segini istirahat, tapi Andra belum juga bangun. masa sakit beneran sih?

Angga menepuk pelan pipi Andra, berniat membangun kan nya. "dek, bangun. mau sampe kapan bolosnya?" tapi nihil, dia kebo banget.

"uhmm, apasih" ucapnya setengah sadar, Angga meletakan tangan nya di dahi manisnya itu. dan ya, Andra demam.

apa ini yg dimaksud ucapan adalah doa?

"kok bisa gini?" Tanya Angga, dia tau kok Andra udah sadar. cuma dia nya lemes.

yang ditanya hanya menggelengkan kepala, tidak berniat menjawab. masih kesal dalam hatinya tau.

"jawab 1 kata aja, cemburu banget?" tanya nya santai, loh loh ini kok kak Angga jadi kayak dukun sih?

Andra menatap makhluk- ehm iya makhluk, didepan nya ini. kok serem? dia bisa baca pikiran ya?

"kakak liat, cuma pengen isengin kamu aja"

"ish ga lucu bercandanya anjing" kesalnya, tapi sedikit lega juga begitu tau 'pacarnya' itu cuma iseng.

"mulutnya, mau di potong?"

"misuh dikit doang ah, sekarang jelasin yg tadi siapa. titik." ucapnya tanpa basa basi, dia juga penasaran tau siapa yg bisa sedeket itu sama 'pacarnya' .

"ohh, itu? orang yang mau dijodohin sama kakak"















jleb.
















'kok sakit? kan cuma dare?'

. . .

ok maafin aku, udah up nya telat, ceritanya garing pulaa.

plzz , aku tub lupa belum lanjutin part ini. akhirnya jam 8.25 ku mulai lanjut nulis lagi. semoga suka deh

kasih saran juga kalo ada yg kurang, bye !

Kak, ayo pacaran!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang