Bagian dua ; peri semangat

254 19 2
                                        

Menjulurkan lidah kearah jimin yang duduk di tempat tidur pasien mendecih pelan saat yoongi membereskan peralatan yang digunakan untuk mengompres dan memberi salep obat memar ke dagu taehyung.

"Yoon, berikan dia seperangkat P3K sekaligus suruh dia urus sendiri luka nya, ini kan jam istirahat mu seenak jidat sekali memerintah mu", yoongi menatap galak jimin,

"Kau tau aku kan dokter tidak ada yang tahan dengan melihat babak belur di wajah sok preman nya, seperti kau tidak tahan melihat canvas mu kosong kan", taehyung tertawa mememgang perut nya yang berguncang duduk juga seperti jimin, hanya berbeda kasur pasien, yoongi menjauh mencuci tangannya di wastafel luar kamar.

"Jimin, hehehehe maaf ya aku butuh yoongi kali ini, dagu ku sakit sekali sampai aku tidak bisa makan siang kau tau sepertinya pria itu benar-benar menonjok dagu ku dengan sekuat tenaga",

"Katakan itu pada dagu mu, cepat sembuh aku ingin memonopoli yoongi padahal", jimin memandang sendu yoongi yang terlihat sedang berbicara dengan salah satu perawat,

"ew, mesum kalian dirumah, dasar anak muda tidak bisa menahan gejolak nafsu", jimin tertawa dengan keras, "Yang penting halal geblek".

"Preman pasar tengah, seperti biasa kau tidak akan membayar dengan ku, bisa ajak bicara pasien ku, dia baru di vonis di usia remaja nya". Taehyung mengiyakan lalu mengambil jaket nya melengos pergi melewati jimin sesudah digoda nya tadi, mengikuti yoongi yang keluar menuju taman rumah sakit, taehyung sampai hafal seluk beluk rumah sakit ini. Taehyung berhenti saat pemuda min yang berubah marga menjadi park ini menunjuk pemuda sedang duduk di bangku putih seperti bangku taman pada umum nya,

"Beri dia semangat oke, oh iya namanya Kim Seokjin"

Taehyung mendekati lelaki dengan lambut hitam legam nya, tangan nya tersambung dengan tiang infus di samping nya, pria tersebut membelakangi nya dengan dia duduk ditengah-tengah bangku taman, nyaris tidak ada sisa untuk diduduki,

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Taehyung mendekati lelaki dengan lambut hitam legam nya, tangan nya tersambung dengan tiang infus di samping nya, pria tersebut membelakangi nya dengan dia duduk ditengah-tengah bangku taman, nyaris tidak ada sisa untuk diduduki,

"Halo, bisa aku duduk disini?", taehyung melihat laki-laki itu terkejut sama dengan taehyung, Pria dengan bibir gemuk dan pipi chubby nya mata nya berbinar pelan menarik taehyung dengan seluruh dunia nya, sumpah taehyung baru tau ada mata secantik itu dari beberapa manusia yang ia temui.

"Errr halo?" tangan seokjin yang bebas tanpa infus melambai didepan wajah taehyung,

"Ah maaf aku melamun", taehyung menggaruk leher nya dengan canggung,

"Silahkan duduk", seokjin melanjutkan membaca buku yang dia pegang, entah taehyung tidak tau buku apa itu,

"Ehm nama ku Kim Taehyung, aku peri semangat di rumah sakit ini", seokjin tertawa pelan masih fokus dengan buku yang ada ditangannya,

"Aku bukan anak kecil asal kau tau, nama ku Kim Seokjin, Aku tidak masalah berbagi tempat duduk karena tempat duduk ini bukan milikku, tapi ehm taehyung aku ingin sendiri sekarang", Taehyung memperhatikan gerak-gerik seokjin dengan seksama,

"Biarkan aku melakukan tugas ku sebagai peri semangat okey, seokjin, lalu aku akan pergi", taehyung melihat seokjin menghela nafas lalau menutup buku nya, mengarahkan posisi duduk nya menghadap taehyung dengan sedikit kekanan,

"Apa yang bisa ku bantu, kim?' telak taehyung melihat senyum seokjin yang walaupun tidak ikhlas tetapi lucu dimata taehyung, taehyung merasakan saraf nya ikut tersenyum juga, "Kau tau hidup memang terkadang tidak sejalan dengan apa yang kita pikirkan, tetapi kau perlu bersyukur untuk hidup kau harus menikmati ada sesuatu banyak hal yang akan menjadi semangat mu kelak, semangat mu menjalani hari, aku bukan tuhan yang akan menolong mu, aku hanya mengajak mu berbicara kau sepertinya butuh", seokjin terdiam lalu cengkaraman tangan di buku nya menguat,

"Aku hanya beban kelak untuk orang tua ku taehyung", taehyung ingin memekik tidak kepada lelaki ini,

"Aku berani bertaruh orang tua mu tidak akan menganggap mu seperti itu, kau tetap harus semangat melawan hal kecil seperti ini" taehyung melihat seokjin tertawa sebentar,

"Hal kecil sekali sampai aku takut dan menganggap tuhan tidak adil, padahal aku tidak pernah membuat sesuatu hal yang membuat tuhan marah, oh iya ini jam makan siang ku terimakasih sudah menghibur sepertinya benar, aku butuh teman bicara", seokjin meninggalkan taehyung yang berfikir, baru sekali ini bertemu dengan pasien yoongi yang tidak bisa dibaca dengan transparan dia memang berbicara keluhan tetapi tidak semua nya taehyung merasakan ada beberapa hal yang mengganjal dan seokjin memendam itu lama sekali.

"Hal kecil sekali sampai aku takut dan menganggap tuhan tidak adil, padahal aku tidak pernah membuat sesuatu hal yang membuat tuhan marah, oh iya ini jam makan siang ku terimakasih sudah menghibur sepertinya benar, aku butuh teman bicara", seokjin...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

<3

EphemeralCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang