Chapter 8 [ berkemah ]

755 98 16
                                    

"Ugh..aku kat mana ni?" [Y/N] baru terbangun dari pingsan

"[Y/N] dah bangun! Kita kat kapal angkasa sekarang" ucap Boboiboy

"Kapal angkasa? Valkas!? Kat mana dia!!?" Tanya [Y/N] dengan panik

"Valkas terlepas.." ucap Yaya 

Tiba tiba [Y/N] menangis "kenape boleh terlepas..? Kenape aku lemah.." ucap [Y/N] dengan nada lemah

"Eh? Ka-kau tak lemah, tadi dia hampir kalah, tapi dia melarikan diri, dia yang lemah!" Ucap Boboiboy

"Betul tu! dia mesti takut sebab tu melarikan diri!" Ucap Ying ikut menyemangati

"Tak..kalau pun dia tertusuk dengan pedang aku tadi, dia tak mungkin mati begitu saja, kalau aku lebih cepat tadi, mungkin aku boleh kalahkan dia..aku lemah" ucap [Y/N]

Mereka yang melihat [Y/N] pun sedikit sedih tetapi mereka tak tau kenapa [Y/N] bisa sebenci itu pada Valkas

Mereka masih bingung kenapa [Y/N] terlihat kenal dengan Valkas

"Sebenarnya, kau dah kenal Valkas kah? apa dah jadi? cerita je lah kat kita orang" ucap Boboiboy

[Y/N] pun terdiam dan menghela nafasnya lalu menceritakan apa yang sebenarnya terjadi

"Hmm..dulu orang tua aku sebenarnya juga superhero macam kita, mereka kuat, mak bapak aku dah banyak selamatkan orang orang dari berbagai planet dan galaxy dan Valkas adalah asisten paling dipercaya oleh orang tua aku, tapi ternyata Valkas pembelot, Valkas yang bunuh orang tua aku saat mereka sedang istirahat, dan saat orang tua aku dah tak ada, Valkas langsung buang aku, saat aku tau aku berusaha melawan, tapi aku tak de kuasa, hanya boleh bela diri sedikit je, dan saat itu pun aku berumur 10 tahun, mana boleh melawan, Valkas langsung buang aku dan dia rampas semua yang mak bapak aku punya, dan Valkas jadi kuat sampai dia juga bunuh asisten asisten lain yang padahal bukan pembelot macam dia, dan itu juga alasan kenapa aku boleh tau sangat banyak tentang Power Sphera dan galaxy, sebab mak bapak aku memang superhero macam kita" jelas [Y/N]

Boboiboy dan semuanya sangat bersimpati saat mendengar cerita itu, pantas saja [Y/N] terlihat sangat dendam dengan Valkas, ternyata Valkas adalah dalang dibalik kematian orang tua nya

"Dulu mak bapak kau ada kuasa apa [Y/N]?" Tanya Gopal

"Mak aku ada kuasa bulan bapak aku ada kuasa matahari dari power sphera moonbot dan sunbot, mereka sempat beri sedikit kuasa mereka pada aku tapi aku masih tak boleh pakai sebab belum mempelajari cara pakai kuasa tu" ucap [Y/N]

"Hebat..mak bapak kau orang baik, dan kau juga pasti orang baik! Mak bapak kau kuat! Dan kau pasti juga kuat! Kita akan kalahkan Valkas bersama sama!" Ucap Boboiboy

"Betul tu [Y/N]! Jangan bersedih lagi, kita pasti boleh kalahkan Valkas!" Ucap Yaya

"Betul tu! Valkas tu pembelot, pengecut, penakut pulak, kita pasti boleh kalahkan alien gila macam dia!" Ucap Ying ikut menyemangati

"Betul tu, sekali aku ubah jadi keripik pisang baru tau rasa dia!" Ucap Gopal dengan sombong

"Heleh, kau tadi tak bantu apa apa pun!" Ucap Ying membalas Gopal

[Y/N] pun tersenyum kecil melihat kawan kawannya menyemangatinya "terimakasih" ucap [Y/N]

"Nah macam tu lah anak anak murid kebenaran! Jangan sedih sedih, nah dah nak sampai ni" Ucap Papa Zola yang muncul tiba tiba

"Eh Kapten Papa! Siapa yang kendalikan kapal angkasa!?" Tanya Yaya

"Eh iy-" JDAR!!

Kapal angkasa mereka mereka jatuh tak terkendali sehingga rusak

*pelindung dalam 0%*

"A-aduh" semuanya merintih kesakitan

"Aduh, sakit, kapten Papa! Macam mana ni, kapal angkasa dah rusak!" Ucap Ying

"A-aduh, kita kat mana ni?" Tanya Yaya

"Adoh, salahkan Ochobot siapa suruh dia tak boleh teleportasi, jadi salah pulak mendarat, hutan mana dah ni" ucap Papa Zola

"Hei! Tenaga aku memang dah habis lah sebab teleportasi ke stesyen Tapops! Kenapa salahkan aku!?" Ucap Ochobot dengan kesal

"Dahlah! kita berkemah je lah, daripada berdebat" ucap Boboiboy

"Betul tu! Yang penting boleh tidor!" Ucap Papa Zola tanpa dosa

Mereka pun berjalan mencari sungai dan menemukannya lalu langsung berkemah di situ tanpa tenda atau apapun

"Tukaran makanan!" Gopal menukar batu batu di situ menjadi makanan dan boboiboy menyalakan api dengan kuasa apinya

"Wah, sedapnye batu kau ni Gopal" ucap Papa Zola sambil memakan kari yang dibuat Gopal dari kuasanya

"Dey, itu bukan batu lagi la papa, dah aku ganti jadi makanan kut" ucap Gopal dengan wajah datar

"Mereka pun berbincang menceritakan pengalaman atau masa lalu mereka dan bahkan ada yang bercerita horror

Dan setelah lama berbincang  mereka semua pun tidur kecuali Boboiboy dan [Y/N], Boboiboy masih bertanya soal keluarga dn orangtua [Y/N]

"Ya macam tu, keluarga keluarga aku pun sama, mereka malah tak peduli dengan aku, sebab tu aku merasa dah tak de siapa siapa lagi, aku rasa aku tak boleh kalahkan Valkas.." ucap [Y/N]

"[Y/N] bagi aku kau kuat, saat kau datang aku tengok kau sangat hebat, aku yakin perempuan kuat macam kau pasti boleh kalahkan pengecut macam Valkas tu, kau masih ada aku!" ucap Boboiboy menyemangati [Y/N] dan tanpa sadar Boboiboy memegang tangan [Y/N] saat menyemangatinya

"E-eh maaf, a-aku tak sengaja" ucap Boboiboy dengan wajahnya yang merah

Aah iya tak ape, emm, le-lebih baik kalau kita tidur kan? Semua dah tidur" ucap [Y/N] dengan wajah yang juga merah

"Ya, j-jom tidur" ucap Boboiboy terbata bata

Mereka pun tidur bersampingan dengan jarak yang agak jauh

Beberapa lama kemudian Boboiboy terbangun dan Boboiboy membuka matanya dan sangat terkejut karena kedua tangannya sedang memeluk tubuh [Y/N]

Wajah Boboiboy langsung memerah dan jantungnya tidak karuan melihat wajah [Y/N] dengan dekat dan Boboiboy langsung melepaskan pelukan itu lalu berusaha menenangkan jantungnya

Setelah dia sedikit tenang, dia melihat ke wajah [Y/N] yang sedang tidur lalu mendekatkan wajahnya

Wajah Boboiboy memerah kembali dan jantungnya kembali tidak karuan lalu Boboiboy langsung memalingkan wajahnya yang merah itu

'Sial! Ternyata aku benar benar mencintainya' Ucap Boboiboy dalam hati dengan detak jantungnya yang sudah tidak karuan dan wajahnya yang merah seperti tomat

Saat Boboiboy melihat jam nya ternyata dia terbangun pukul 3 pagi dan dia masih mengantuk

Jadi Boboiboy ingin mencoba untuk tidur kembali

'Aku tak boleh buat macam tadi lagi' ucap Boboiboy dalam hati dengan wajahnya yang masih merah

Boboiboy pun berusaha tidur lagi tapi justru tidak bisa tidur karena jantungnya tidak bisa tenang

Akhirnya dia pun terjaga sampai pagi

To Be Continued

Cie di peluk sama Boboiboy, mana pas tidur:v trus Boboiboy udah bener bener mengakui perasaannya pulak, ciee:v

Ditunggu chapter selanjutnya ya, jangan lupa vote dan komen untuk mendukung author!

Your Smile | Boboiboy  ✓ Where stories live. Discover now