bagian 32

183 18 0
                                        

"sudah 2 minggu mereka diemin gw sebegitu besarnya salah gw?"monolog Renata sambil menatap handphone nya

"Renata!!"Renata pun turun

"Apa"

"Ini udah pagi kenapa kamu belum bersih bersih?"tanya lidia

"Iya bentar"

"Sekarang!"

"Kamu mau penyakit kamu saya bongkar ke mereka?"lanjut Lidia
Renata menoleh lalu mengambil sapu

"Hey lagi ngapain?"tanya Lukman lalu duduk disampingnya

"Ini mas lagi liat toko kue dihp "balas Lidia Lukman mengelusi perut buncit Lidia

"Semoga dia laki laki yah"Lidia mengangguk sambil tersenyum

Renata yang melihat itupun senang sedih campur aduk, iapun mulia mengepel

"Mau mau minum kopi?"

"Biar mas aja yang bikin"

"Ga mas biar aku aja"lalu lidia pun ke dapur

"Cepetan selesain pel nya terus ke pasar"ujar lidia sambil ngaduk kopinya  ia pun kembali berjalan


BRAK

"Lidia!"kaget Lukman

"Panas sakit mas"ujar Lidia terduduk kasar dengan kopi tumpah di kaki kanannya membuat Renata juga kaget

"Ayo bangun"khawatir Renata Lukman mendekat


Plak

"Kamu kalo nge pel yang bener Renata!"marah Lukman Renata terduduk saking kencangnya tamparan tersebut

"Mamah"Alena langsung menghampiri nya

"Ayo pah bawa mamah ke rumah sakit"Lukman menggotong Lidia bridal

"Lo itu yah kenapa sih?! Ini masih pagi udah bikin ulah "sewot Alena lalu menyusul Lukman Renata memegangi pipi kanannya


____




"Dok gimana keadaannya?"tanya Lukman setelah melihat dokter tersebut selesai memeriksa Lidia

"Untung bapa membawa nya dengan cepat jadi kandungan nya tidak papa cuma kaki sebelah kanan sedikit melepuh akibat air panas"jelasnya diangguki mereka

"Jaga kesehatan ibu hamil itu sangat penting pa saya saranin jangan terlalu banyak gerak di usia kandungan nya ini kalo gitu saya pamit"dokter pun pamit

"Mas"ujar Lidia

"Ale kamu jagain mamah kamu papah ada urusan dulu"Alena mengangguk Lukman pergi

___



Renata Sudah menyelesaikan semua yang berantakan walaupun perasaannya sangat kacau memikirkan kejadian tadi apakah dia baik baik saja? pikirnya melamun

Brak

"Renata!"marah Lukman membuyarkan lamunan Renata Lukman menghampiri nya

"Kenapa kamu ngelakuin ini?! Itu juga ada calon adik kamu"marah Lukman

"Tapi tadi gaseng-"

"Kami tau! Kamu hampir aja membunuh adik kamu"Lukman memijat keningnya

"Itu bukan salah Rena"

Plak

Lukman menyeret Renata ke gudang membuat Renata meringis kesakitan

Brak

I'am Strong (SELESAI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang