"SHITTTTT!"
"Aduh.....," ucap Neci kesakitan. Dia baru saja terjatuh karena tertabrak seseorang. Saat masih mengusap pantatnya, ada seseorang yang mengulurkan tangan untuk membantunya berdiri.
"terima ka....." baru saja ingin mengucapkan terima kasih tapi terhenti karena ternyata orang itu adalah yang orang sama tadi saat dia hendak ditabrak. " eh, ternyato lo lagi. Ngapain lo ke sini. Gara-gara lo sekarang gue jatuh," sewot Neci.
"santai dong lo. Lo ni yang udah bikin guci gue hancur. Makanya jalan tu make mata. Punya mata tapi gak dipake," tunjuk cowok itu.
Amarah Neci udah sampai ke ubun-ubun. Beraninya dia nunjuk-nunjuk muka gue dengan tangan. Emang minta dihajar ni orang.
BUGH
Pukulan Neci tepat di perut tu cowok. Gara-gara pukulan Neci dia sedikit terdorong ke belakang.
"dengar ya brengsek! Udah gue bilang tadi. Jangan lo nunjuk-nunjuk muka gue. Sekarang rasain lo. Jangan pikir ancaman tadi gak berani gue lakukan," teriak Neci.
Orang-orang sudah mulai berkerumun melihat adegan tadi. Yang tadinya lagi asyik belanja sekarang beralih melihat tontonan ini.
"dasar cewek tarzan. Berani banget elo numbuk gue. Udah lo yang salah, bukannya minta maaf malah numbuk. Untuk lo cewek, kalau gak... habis lo gue bikin."
"cih.... Gak usah belagu lo jadi orang. Bilang aja lo gak berani."
"dengar ya cewek tarzan. Cowok gue bukannya gak berani,tapi malas aja ladenin cewek jadi-jadian kayak elo," ucap cewek yang dari tadi bergelayutan sama cowok yang dipukul tadi.
"dengar ya ondel-ondel yang kekurangan bahan. Mending lo benerin dulu tu tampilan lo. Kayak gak punya duit buat beli baju aja lo. Pengemis aja pakaiannya masih lebih bagus dari lo yang kurang bahan kek gini,"sindir Neci.
" dasar lo ya!" marahnya yang langsung menampar Neci. Untung aja Neci dengan cepat menangkap dan memelintir tu tangan.
" kalau gak mau tangan lo patah. Lebih baik lo jaga tu tangan," dengan sadis Neci mendorong tu cewek ke cowok.
" ada apa ini ribut-ribut," ucap satpam yang baru muncul.
" tangkap dia pak. Cowok saya tadi ditumbuknya. Tangan saya juga dipelintir,"lapor cewek ondel-ondel. " mampus lo kena tangkap," sambil tersenyum sinis.
"eits... gak bisa main tangkap aja. Saya gak salah pak. Saya juga korban disini," tolak Neci.
Karena tidak melihat dari awal sang satpam jadi bingung sendiri siapa yang salah. Akhirnya satpam meminta salah satu pengunjung yang di dekat situ untuk menceritakan duduk perkara sebenarnya.
" lebih baik kalian ikut saya ke kantor," putus satpam akhirnya.
"misi-misi numpang lewat. Neci.....," teriak Tita yang baru sampai ke tempatnya. " ada apa ni Ci? apa yang barusan terjadi? lo gak apa-apakan. nah, lo kan cowok yang tadi, kok bisa ada disini? tanya Tita tanpa titik koma.
" berisik lu Ta. tanya tu satu-satu."
"hehehe.... sorry Ci. Gue kan panik."
"ehm....," tegur pak satpam karena merasa tak dianggap kehadirannya di sini. " lebih baik kalian ikut saya ke kantor dari pada bikin keributan di sini. Di sini bukan pasar."
"ehhh.... tunggu dulu pak. sebenarnya ini ada apa?" tanya Tita yang penasaran.
"nona ini siapa? tanya pak satpam.
"lah... saya kan kemabaran cewek ini," menunjuk Neci.
karena merasa bodoh, pak satpam hanya menggaruk kepala nya yang tidak gatal. bodoh sekali dia tidak menyadari kemiripan nona berdua ini. Merasa nona yang rambut panjang tidak tahu menahu, akhirnya pak satpam menceritakan kejadian perkara.
" oohhh.... jadi gitu ceritanya. saya rasa tidak perlu untuk pergi ke kantor pak. masalah ini bisa selasai sekarang.
"kenapa nona bilang seperti itu?"
"ini hanya salah paham pak. biar saya yang berbicara pada mereka. saya jamin tidak akan ada keributan lagi," jawab Tita percaya diri.
"saya tidak akan percaya begitu saja. saya akan tunggu di sini. silahkan nona bicara pada mereka.
Kerena sudah diberi hak oleh satpam. Tita pun mulai untuk introgasi mereka.
"Neci dan lo ( menunjuk pria itu). gue yakin kalian gak mau untuk masuk kantor satpam kan. gue udah nemu titik permasalahan kalian. awalnya ini hanya Neci tidak sengaja menabrak guci lo. sehingga terjadi percecokan kayak gini. sekarang gini aja, gue ada saran. gimana kalau kami mengganti rugi guci tersebut. dan untuk Neci gue harap lo diam," jelas Tita.
"ya gak bisa gitu dong. cowok saya tadi ditumbuk dan tangan saya dipelintir," sewot si ondel-ondel.
"saya rasa itu impas. bukanya anda yang mau menampar saudara saya. dan itu hanya bentuk pembelaan diri. saudara saya tadi juga sudah jatuh. dan saya rasa cowok seperti anda tidak mempermasalahkan soal tumbukan ringan tadi bukan?" tanya Tita tenang.
setelah berfikir lama akhirnya si cowok menjawab " oke, gue setuju sama lo. bayar ini Rp 500.000, gue anggap ini clear."
" ok gue setuju," ucap Tita. Neci hanya diam mendengarkan. bukannya dia tidak bisa melawan. tapi dia takut sama Tita. kalau masalah beginian Tita ahlinya.
"satu lagi gue pesan. jaga saudara tarzan lo ini. jangan sampai buat keributan di tempat lain," ucapnya sambil berlalu.

KAMU SEDANG MEMBACA
Love is you
Acakpertemuan yang tidak disengaja mengubah takdir beberapa orang. bagi yang penasaran dengan cerita ini silakan cek yaaa....