Maafkan aku yang menghilang cukup lamaHappy reading^^
Awass typo:')
👫.👫.👫
Memasuki bulan penghujung tahun, hawa-hawa musim dingin di Seoul sudah terasa menusuk kulit. Sebagian orang mungkin menanti-nanti datangnya musim dingin, apalagi mereka pecinta benda putih padat yang berair itu. Bermain-main dengan salju, mungkin menjadi kebahagian tersendiri bagi mereka. Menantikan moment saat salju pertama akan turun.
Seperti hukum alam, jika ada yang menyukai tentu saja akan ada yang membenci.
Nyatanya tidak semua orang menyukai musim dingin, beberapa orang mungkin memilih berkemul dengan selimut tebal sambil menghangatkan badan daripada harus keluar bermain dengan benda putih dingin itu.
Apalagi saat malam hari, udara menjadi lebih dingin, bahkan terkadang sampai di titik sangat dingin. Bagi mereka yang suka kehangatan tentu akan membenci hal ini. Berjalan-jalan di malam hari di tengah musim dingin.
Contohnya Kim Seokjin, pria ini tidak begitu menyukai dingin. Daripada menikmati turunnya salju, ia akan lebih memilih duduk bersandar di sofa empuk, lengkap dengan selimut hangat dan ditemani secangkir cokelat panas. Menghabiskan waktunya sekedar untuk menonton film atau mengerjakan tugas akhir di bangku kuliahnya.
Tapi nyatanya malam ini, pria bertubuh tinggi itu keluar di saat jarum jam menunjukkan pukul sebelas malam, di tengah musim dingin hanya dengan memakai sweater tipis, celana jeans dan sepasang sandal selop. Untung saja kaos kaki masih melekat di kedua kakinya. Meskipun tidak membantu sama sekali, hawa dingin itu menusuk kulit menembus kain-kain yang menempel di tubuhnya.
Berlari menembus angin dengan tangan yang sibuk menekan simbol telepon di ponselnya, menghubungi seseorang yang membuatnya harus berlari di tengah malam begini. Tambah lagi, di saat musim dingin.
Oke, Seokjin bukan orang-orang yang membenci musim dingin. Ia juga menyukai benda putih yang berasal dari air itu. Tapi sekali lagi jika bisa memilih, tentu saja Seokjin akan dengan mantap memilih meringguk di kasur dengan selimut dan pakaian hangat daripada harus bermain-main dengan hamparan putih itu.
Berbicara soal musim, ia lebih menyukai musim gugur. Entah mengapa, meskipun terkadang hawa dingin di musim gugur juga menusuk sampai ke tulang. Rasanya sedikit berbeda, lebih memberikan secuil kehangatan. Di tambah lagi pemandangan cantik yang menghangatkan mata.
Menurutnya bermain daun mapple yang berguguran atau sekedar berjalan-jalan, memandang warna jingga yang selalu menghiasi pinggiran jalan memberikan ketenangan sendiri untuk pikirannya.
"Nomor yang anda tuju sedang berada di luar jangkauan. Harap tinggalkan—"
"Oh Shit!"
Entah itu umpatan keberapa yang keluar dari mulut seorang Kim Seokjin. Pria yang terkenal memiliki sikap bijak dan dewasa dengan tutur katanya yang santun.
Jari-jemari itu tak menyerah, masih berusaha menghubungkan kembali sambungan pada seseorang yang menguasai seluruh pikirannya malam ini. Hingga lagi-lagi suara sang operatorlah yang kembali menyapa telinganya.
"Sialan Kim Sohyun, kau sebenarnya kenapa?!"
Pria tampan itu menyerah, memasukkan ponselnya ke saku celana, kembali menggerutu di tengah kegiatan berlari yang semakin cepat di tengah dinginnya udara malam.

KAMU SEDANG MEMBACA
TRACKLIST
FanfictionKumpulan oneshoot and short story Kim Sohyun Enjoy and happy reading^^