3

5.9K 407 22
                                        

Plak!

Abim memegang kepalanya yang di lindungi oleh helm. "Oy sakit bebeb, KDRT mulu anjir."

"Ngapain lo pake kesini segala?!" ketus Aira mengabaikan keluhan orang yang tadi di pukulnya. "Kalo lo kesini cuma buat nawarin gue pulang bareng, sorry aja gue udah 'OGAH'!" tambah gadis mungil itu yang seakan tahu maksud kedatangannya kemari.

Abim beroh ria sambil mangut-mangut. "Yaudah kalo gitu, hamba izin pamit untuk duluan sama deh."

Aira membelalakkan matanya tak percaya ketika kini gadis tomboy itu yang malah mengiyakan dan bahkan sudah menyalakan mesin motornya untuk bergegas pergi.

"Eh apaan sih lo Bim!" rengeknya kesal sambil mencubit lengan atas gadis tomboy itu.

"Aw! Apa sih sakit, sakit!" Abim mengusap-usap lengannya setelah berhasil menyingkirkan tangan Aira yang terus-menerus mencubitnya.

"Lo tu ya, aturan kalo cewek ngomongnya udah kayak gitu ya di tahan dong, ini malah dibiarin gitu aja. Lo gimana sih?!" marah Aira akan sikap ketidak pekaan sahabatnya itu.

Abim menggaruk ceruk lehernya. "Ohh..., kalo lo ngomong kayak gitu artinya 'mau'. Tapi dengan syarat harus gue yang maksa 'gitu?" tanya Abim memastikan.

"GAK TAU!" teriaknya sudah sangat muak, tetapi kini Aira mulai naik ke tumpangan motor gadis tomboy itu. "Ish Abim, lo majuan dikit napa! Jok motor lo tuh sempit!" lanjutnya motor-shaming.

"Gak usah body shamming motor gue dong." balasnya tak terima motor kesayangannya di katai seperti itu. "Gini-gini cuma si Junior yang bisa nganter jemput lo everyday, everytime and forever."

Walau sebenarnya Abim menerima faktanya memang benar, kalau jok motornya akan sempit jika di duduki oleh dua orang. Tapi mau tak mau kini Abim agak majuan supaya bisa memberi tempat yang sedikit banyak untuk Aira.

"Alay!" celetuknya kemudian. "Udah buruan, cepet jalan!" tambah Aira memerintah Abim ketika dirinya yang sudah memeluk gadis tomboy itu dari belakang, bukan apa-apa hanya saja Aira takut terjatuh mengingat jok motor si Abim yang sempit ini.

Dengan malas Abim mulai melajukan motor Custom-nya ke tempat dimana rumah mereka tinggal, karena selain mereka yang bersahabat dari kecil, mereka juga tetanggan. Kedua orang tuanya bersahabat dekat sejak mereka masih duduk di bangku SMA.

Bahkan saking dekatnya para ibunda dari Abim dan Aira, mereka sampai hamil barengan dan melahirkan di jam yang sama ketika melahirkan Aira dan Abim ke dunia.

Awalnya ketika Aira dan Abim masih di dalam kandungan. Yura dan Tiara sepakat untuk menjodohkan anaknya, jika saja anak yang ada di dalam kandungan mereka berjenis kelamin berbeda dan mereka bahagia ketika tahu bahwa Tiara mengandung anak laki-laki di perutnya setelah di USG.

Sontak itu membuat mereka semakin bersemangat untuk menjodohkan anaknya yang ketika itu belum lahir, mereka berdua juga sudah membayangkan akan menjadi besan dan hidup bahagia dengan anak-anak dan cucu-cucunya kelak.

Tetapi harapan mereka sirna saat bayi yang keluar dari perut Tiara itu berjenis kelamin perempuan, namun begitu mereka tetap menerima kekecewaan itu dan mereka bahagia walau anak-anak mereka kini tidak jadi berjodoh dalam hubungan asmara. Tapi anak-anaknya masih bisa berjodoh dalam persahabatan seperti Tiara dan Yura.

"Aira." panggil Abim ketika mereka sudah sampai di depan rumah gadis itu.

"Apa?"

"Lo suka ya sama si jalan Raya Raya itu." tuding Abim yang berhasil membuat Aira gelagapan.

"Apa sih, enak aja lo." elaknya.

Abim menunjuk gadis itu sambil memberi tatapan curiga. "Kamu bohong!"

Felicity [GxG]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang