Thirty

1.3K 56 4
                                        

Kecewa tentu saja ada, tapi jika memang kebahagiaan seperti itu yang anak-anaknya pilih. Maka para orangtua tak bisa menolaknya, walaupun pada awalnya Arga sangat marah tetapi akhirnya ia mengerti tentang perasaan anak-anaknya itu.

"Jadi yang tadi itu mantannya Aira?" tanya Yura saat mengingat mereka tadi di kejutkan oleh ledakan yang membuat Abim dan Aira akhirnya terciduk.

"Iya Mah," jawab Abim. "Dia tadi ngasih boneka ke Aira yang di dalemnya ada camera."

Arga sontak melotot. "Brengsek!" ia menggebrak meja dengan marah.

"Sabar Mas." Yura mengusap lembut bahu suaminya itu.

"Kalo ketemu Mas bakal ajak dia buat berantem!" beritahu Arga pada istrinya itu.

"Setuju Ga," timpal Danu. "Enak aja dia ngelakuin kejahatan ke anak kesayangan kita."

Arga mengangguk saat Danu di pihaknya.

"Polisikan nih kalo ada buktinya." ujar Danu lagi.

"Nggak Om," Aira menyela. "Aira mohon tolong jangan di perpanjang ya masalahnya, dengan Abim yang ngebakar bonekanya aja Aira udah ngerasa cukup."

Abim tersenyum singkat mendengarnya.

Arga dan Danu saling pandang sebelum mengangguk setuju dengan permintaan Aira.

"Abim, Om berhutang sama kamu." ucap Arga. "Dan jangan kecewain Aira ya, dia belahan jiwa Om satu-satunya."

Abim langsung berdiri dan memberikan hormat pada Arga. "Laksanakan Tuan!"

Sontak sikapnya itu berhasil mengundang tawa semuanya yang ada di ruangan itu.

***

Terlihat gadis itu yang sedang di jahili oleh beberapa kelompok anak kecil, Abim yang sedang berada di motor memilih untuk mengejutkan sekelompok anak-anak kecil itu agar mereka berhenti.

Sekelompok anak kecil itu akhirnya kabur berlari saat ia pikir yang mengejutkan mereka adalah seorang laki-laki.

Abim juga tidak sempat untuk menanyakan keadaan gadis itu karena niatnya hanya ingin membuat sekelompok anak kecil itu takut dan pura-pura mengajar mereka.

Aira yang sedaritadi di belakangnya menepuk helm Abim yang berada di kepala.

"Sakit sayang." keluh Abim yang kini membuka helmnya karena sudah sampai di komplek.

"Lagian kamu apaan sih?!" kesal Aira akan sikap Abim sebelumnya.

Tiba-tiba saja Abim menghentikan motornya di lapangan futsal komplek, ia memang berniat untuk mengajak Aira bermain futsal di sore hari. Dan beruntungnya hari ini cuacanya sangat mendukung.

"Kenapa sayang?" tanya Abim bingung.

"Ngapain tadi kamu caper?!" Aira melipat tangan di depan dada.

"Caper? Siapa yang caper gila!" Abim yang di tuduh seperti itu tak terima.

"Kamu ngatain aku gila?!" Aira meninggikan suaranya.

Abim langsung menutup mulutnya saat keceplosan mengeluarkan kata-kata kasar pada Aira.

"Kamu jahat!"

"Yuk main futsal, kamu belum pernah 'kan?" ajak Abim mengabaikan Aira yang masih ingin merajuk.

"Jelasin dulu kenapa tadi kamu nolongin cewek itu?!" Aira bertanya sambil mengikuti langkah kekasihnya itu. "Kamu kenal cewek tadi ya?!"

Abim kemudian mempermainkan bola futsalnya dan membawanya ke gawang, ia mencetak gol pertamanya di saat Aira sedang marah-marah.

Felicity [GxG]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang