[JUST WANT TO REMINDER
⚠️⚠️⚠️
FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA, THANK YOU.]----------
Pagi ini memperlihatkan pemandangan yang sama yang dilihat setiap pagi oleh Nuga, Nugara Angkasa Baratadikara yang sedang tersenyum kecut melihat keluarganya yang tengah sibuk dengan urusan mereka masing-masing.
"Udah belajar kamu?" Pertanyaan itu tiba-tiba keluar dari mulut Jericho Raka Baratadikara yang lebih tepatnya Papanya Nuga.
Perihal Nuga yang mendapatkan nilai yang kurang sempurna semester lalu membuatnya ditegaskan untuk belajar lebih giat agar tidak membuat keluarga mereka malu jika mengambil rapotnya nanti.
"Udah, pah." ucap Nuga.
"Kamu itu, harus belajar seperti abang kamu dapat lulusan terbaik loh dia." sahut Alea, bunda Nuga yang selalu membandingkan dirinya dengan kedua saudaranya.
"Iya, bun." kata Nuga.
"Kak Aluna juga, dia ...." ucap Alea terpotong oleh Nuga, "Nuga, berangkat sekolah dulu." kata Nuga sambil berjalan keluar rumah. melangkahkan kakinya pergi karena telalu lama disini menurutnya akan banyak rasa sakit yang dia dapat.
"Nugara mau kemana kamu? tidak sarapan dulu, nak." teriak Jericho, namun diabaikan begitu saja.
Jericho hanya pasrah dan menghela nafas panjang karena Jericho tau bahwa anak terakhirnya itu mendapat hari yang buruk akhir-akhir ini.
**
Suasana yang jauh berbeda saat dirumah, Nuga harus mempersiapkan kegiatan LDKS dan ospek pagi ini dia tidak ingin semuanya berantakan hanya karena suasana hatinya tidak bagus.
Tapi, tiba-tiba saja keinginannya tidak berjalan dengan baik,
"Ga, Nugara...." teriak Ansel melihat Nuga yang terlihat linglung dari jauh.
brakkk.....
Nuga tiba-tiba jatuh pingsan tepat saat jeffan berjalan kearahnya untuk memberikan list kegiatan hari ini.
"Woy!! Tandu cepet!!" Teriak Ansel meneriaki siapapun yang menjadi petugas pmr hari ini.
Beberapa saat kemudian Nuga akhirnya berhasil dibawa ke uks untuk diperiksa, ansel terlihat sangat khawatir karena ini bukan pertama kalinya Nuga pingsan.
"Gua ikut." kata Jeffan, salah satu sahabat Nuga juga.
"Gak! Lo disini aja, karena cuman lo yang paham kegiatan hari ini Damian sama Esa bakalan bantu lo." sahut Ansel kepada Jeffan.
Melihat suasana yang tidak kondusif dan tidak banyak waktu akhirnya jeffan menyetujui ucapan Ansel.
Ansel yang berjalan kearah uks tiba-tiba saja terhenti karena seorang gadis.
"Ahhhkk...!!" Teriak Ansel.
"Lo ngapain si? Pake nutupin muka sama rambut lo serem banget gua kira hantu!" omel Ansel.
"Iya-aa, maaf... gua panik kata Jeffan, Nuga pingsan lagi terus gua lari deh kesini." jelas Zeya.
"Kok lo disini?? terus yang pembukaan siapa?" tanya ansel.
"Jeffan." singkat Zeya.
"Tapi, lo kan waktos nya!" kata Ansel frustasi dengan gadis didepannya itu.
"Gini ya, Ansel ... Ibu waketos tidak bisa hadir jika pak ketos sakit mengerti." jelas Zeya pada Ansel.
Membuat Ansel ingin muntah, dan dengan sengaja berpura-pura mual setelah mendengar ucapan Zeya, "Gua baru sadar, lo pmr berjalannya Nuga." sahutnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
LUKA | Park Sunghoon
Fanfiction"Gw selalu liat pelangi dimata orang lain! Bahkan sekarang rasanya gw buta warna, Ze. Gw ga bisa liat pelangi dihidup gw sendiri!." -Nugara. "Maaf, Nuga. Aku salah dan kamu benar aku kaget warna pelangi itu ternyata hitam pekat." -Zeya. © mashanbin...