chap 3 : layanan berbayar

445 87 4
                                        

***

Suasana yang tadinya tidak terlalu panik, sekarang menjadi kacau. Orang-orang berusaha membunuh satu sama lain untuk bertahan hidup.

Akhirnya dunia menerapkan kembali 'yang kuat berkuasa dan yang lemah...' tentu orang-orang pasti tau.

Akhirnya ada satu, tidak tapi dua orang yang bertahan hidup tapi...

Jleeb

Seorang gadis berusia 15 tahun, berna ma lengkap Ria Wilanda itu menusuk perut seorang pria dengan sebuah pisau ditangannya.

[Anda telah berhasil mencapai 'pembunuhan pertama']

[Anda memperoleh 100 koin sebagai hadiah bonus]

"Maaf paman tapi aku ingin hidup, aku memang punya banyak cara untuk bertahan hidup, tapi ini pilihan ku. lagi pula jika paman hidup, untuk skenario selanjutnya apa bisa bertahan atau tidak" berbicara di depan sebuah mayat

"Jadi kubunuh sekarang saja" ucapnya berubah menjadi dingin "maka berterima kasihlah" senyum bak iblis terukir di wajahnya.

[Beberapa rasi bintang suka dengan kekejaman inkarnasi Ria Wilanda]

"Tempat ini, dan hewan-hewan ini" menatap para serangga hewan dengan dingin "akan ku jadikan koin untuk bertahan hidup, di dunia yang hancur ini"

Setelah itu, toko itu terbakar habis oleh si jago merah, notifikasi sistem terus bermunculan.

"Tch s*al*n, telingaku sakit #######" kesalnya

"Maaf paman penjual toko, aku membakar tokomu dan seisinya" gumannya

[Anda telah mendapatkan skill emotionless]

Beberapa menit kemudian

[03]

[02]

[01]

[Waktu telah habis. Perhitungan berbayar akan di mulai]

[Skenario utama #1 pembuktian telah berakhir]

Orang yang selamat dari di komplek **** jalan **** : 2 orang

Berjalan pulang, menuju rumahnya,
Darah berceceran dimana-mana, mayat tergeletak disana.

"Aah, ibu ngga menyelasaikan skenario nya" tersenyum sendu "ibu terima kasih sudah mengurus Ria selama ini"

"kenapa? Aku ngga menangis? Setidaknya satu titik air mata menetes saja kan?" Ucapnya pelan.

[skil emotionless level 1 aktif]

"Oh pantes, gak nangis" guman ku datar

"2 orang, 1 lagi yang selamat siapa?" Bertanya pada dirinya sendiri

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.


Di lain tempat

Di lain tempat

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
The world is changing? and strayed from a novel he was reading [Hiatus/Revisi?]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang