[Lagi di revisi]
.
.
.
.
Dunia yang dulu kita ketahui berubah, menjadi dunia yang penuh skenario.
Mata uang tergantikan oleh koin, prinsip dunia pun ikut berubah "yang kuat berkuasa, dan yang lemah....", tidak bahkan sebelum dunia menjadi penuh ske...
"Apa yang terjadi selama aku pergi? Pemandangan yang sangat cantik, melihat orang yang kita cintai mati" tersenyum mengejek
"Diam ######, memangnya kenapa #######" balas Ria
[Rasi bintang unknown kagum dengan kata-kata penyaringan mu]
[Skenario utama #1 pembuktian nilai telah berakhir]
Orang yang selamat di komplek **** jalan **** : 2 orang
Orang selamat :
[Rizna Putri Aira]
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
[Ria wilanda]
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
***
Rizna Putri Aira? Jadi dia selamat? Baguslah aku tinggal mencarinya saja, dia yang seharusnya pergi ke luar negeri, tapi ada disini.
Ternyata darah orang Inggris nya mulai terlihat yak?. Aku mulai mencarinya ke rumahnya terlebih dahulu, rumah yang tidak terlalu jauh dari rumahku.
Jadi cara apa yang dia lakukan untuk bertahan hidup?.
Aku menemukannya persis diruang tamu, dia minum dengan tenang, padahal ini dunia sudah menjadi seperti ini.
"Rizz darah Inggris mu mulai terlihat yah" ucap ku padanya, dia masih saja menyeruput teh itu, lalu meletakkannya, melihat ke arahku, aku mengerti tatapan itu. "hah kau memang tidak suka basa-basi Rizz" menghampirinya lalu duduk kursi disebrangnya.
"Bagaimana kau bisa hidup Rizz?' tanyaku to the point "menurutmu?" Dia balik bertanya. "Membunuh keluargamu?" Aku tersenyum lalu memandangnya.
Menghela napas"Kau kira aku Setega itu Ria, tentu aku tidak akan membunuh orang yang sudah merawatku" jawabnya panjang lebar "aku membunuh serangga yang kakakku pelihara" jawabnya lagi lalu kembali menyeruput teh nya itu
"Lalu kenapa kau tidak menyelamatkan keluargamu?" Tanyaku lagi. "Mereka tidak mendengarkan ku, saat aku memberitahu mereka" dia menjawab, dan sedikit terkekeh.
"Aura mu, seperti seorang lady Rizz" kataku padanya lalu berdiri, dia ikut berdiri "Terima kasih untuk pujiannya Ria, ayo kita pergi ada seseorang yang menunggu kita" dia tersenyum dan melangkahkan kaki keluar rumah.
"Seseorang?" Tanyaku bingung. "Kau akan tau nanti, dan sepertinya kita akan ke sana kan Ria?" Dia Tersenyum lagi. "Ya" jawabku singkat.
Entah kenapa sahabatku satu ini sering tersenyum, benar-benar menyebalkan.
"Sepertinya sikap yang selama ini kita tutupi, akan terbongkar yah Ria" dia melihat langit aku hanya melihat nya
"Sebelum kesana sebaiknya kita mencari persediaan makanan terlebih dahulu" ucapnya lagi
TBC
Chap ini bener-bener dirombak semuanya :) okeh gak papa.
moga lebih nyaman lagi bacanya.
Daadaahhh Sampai jumpa di chap selanjutnya . . . . . [Revisi : Selasa, 22 February 2022]