6O% ' Pangeran

3.3K 632 95
                                    

Hari libur telah datang, bersamaan dengan harinya malas malasan para anak anak yang depresi akan tugas sekolah.

Musim panas telah datang, ac sudah dinyalakan namun panas masih terasa di kediaman Haitani apalagi kini matahari tepat berada diatas langit.

Dengan jiwa bocah bocah buah hati dari kedua Haitani kini duduk dihadapan kipas angin sesekali berbicara membuat suara khas terdengar akibat benda tersebut.

"Pa . . (name) bosan." Cicitnya berpangku tangan.

Helaian rambut milik sang anak bergerak berlawanan arah dengan gravitasi bumi akibat ulah angin, manik violet manatap malas kedua papanya yang sedang berkutat dengan ponsel juga laptop masing masing.

Entah apa yang keduanya kerjakan hingga menganggurkan sang buah hati hingga wajah kendati memuram.

Mendengar suara dari sang anak Ran juga Rindou menoleh menatap manik kembar itu bersamaan.

"(name) mau apa? mau nonton? sini." Tawar Rindou menepuk nepuk sofa di sebelahnya.

Mendengar tawaran dari sang ayah ia menggeleng cepat menanggapinya membuat keduanya memasang wajah bingung.

Tidak biasanya si bocah menolak jika diajak nonton film bersama

"Lalu (Name) mau apa sayang?" Tanya Ran bingung karena melihat wajah sang anak yang muram bagai tidak memiliki semangat hidup

Sang anak mendaratkan punggung pada ubin lantai marmer, merebahkan raga mungil tersebut pada lantai yang dingin menatap lamat lamat langit langit kediaman Haitani.

Labium menghembuskan nafas pelan, jemari mungil ia naikkan keatas seakan mencoret coret udara.

"(Name) mau main princess princess an." Ucapnya mengembungkan pipi tembam miliknya.

Permintaan sang anak dihadiahi tatapan bingung dari kedua ayahnya yang kini masih melihat gelagat bocah mungil yang tengah berbaring diatas lantai.

Iris violet milik (name) melirik kearah kedua papanya hingga ketiga manik kembar saling bertubrukan.

Sebuah ide terlintas dalam benaknya, sang gadis kembali bangun dari sesi rebahannya, langkah kaki berjalan kearah kamar miliknya yang tak jauh dari ruang tamu dimana kedua papanya berada.

Manik violet menelaah meja rias juga rak tempat mainan miliknya, jemari mungil terulur mencari beberapa barang disana menyingkirkan boneka juga mainan barbie miliknya.

Manik violet berbinar kala menemukan benda yang ia cari, mahkota princess sudah ia temukan, tinggal mahkota raja yang belum ia temukan.

Kepala celingukan menatap rak terdapat mahkota raja namun jauh, kalah jauh dengan tingginya sekarang.

Ia menggeser kursi rias, hingga tungkai berdiri diatas dengan hati hati sedikit berjinjit, tangan terulur menggapai mahkota tersebut dengan cepat.

Dapat.

Setelah selesai ia mengambil baju dinausaurus di lemari pakaian miliknya.

Selesai ketiga barang diambil kini kaki mungil melangkah keluar dari kamar, mendapati sang papa yang masih berkutat dengan benda elektronik, ia mendengus kesal.

"Apa yang kau bawa (name)?" Tanya Rindou melihat barang yang di peluk oleh sang buah hati.

"Mahkota, kan (name) mau main princess princessan." Ujarnya berjalan mendekati Rindou, duduk disamping sang ayah.

Jemarinya mengambil sisir diatas meja menyisir rambut ubur ubur milik sang ayah.

"Lalu kenapa papa yang dikuncir?" Tanya Rindou mendapati sang anak yang berusaha menguncir rambutnya walau hanya sedikit.

"Kan Papa jadi princessnya!" Teriaknya senang menguncir rambut Rindou bagian kiri juga kanan hingga melawan gravitasi walau hanya sedikit.

Ia menepuk tangan pelan melihat hasil karya pada rambut milik Rindou, sedangkan Ran tertawa kecil melihat sang adik didandani layaknya seperti perempuan.

Rindou hanya menghela nafas pelan pasrah dijadikan biang percobaan oleh anaknya sendiri.

"Tunggu disini, jangan dilepas!" Teriaknya turun dari sofa kembali menuju kamarnya mengambil spidol juga peralatan make up mainan yang bisa digunakan.

Sekotak make up mainan itu ia buka mengambil lipstick berwarna merah setelah tutup ia buka, diarah kan pada bibir milik Rindou.

Layaknya mewarnai diatas kertas gambar ia lakukan dengan wajah ceria walau hasil sedikit belepotan ia menatapnya dengan berbinar.

Setelah bibir selesai lipstick diarahkan pada pipi milik rindou, membuat 3 garis di setiap sisi selayaknya perempuan pada Anime ketikan sedang ngeblush.

Ran tertawa terbahak bahak melihat wajah masam milik Rindou kini, sentuhan terakhir ia berikan, mengambil mahkota putri menaruhnya pada pucuk kepala Rindou.

"Ta~ da~ papa cantik!" Ia menyatukan tangan di depan dada, sedangkan Rindou hanya tersenyum walau tersenyum paksa setidaknya membuat hati sang anak senang.

Manik violet bergantian melirik Ran yang masih setia menertawai penampilan Rindou, "Sekarang papa Ran!" ucapnya antusias.

Merasa dipanggil kini Ran terdiam kaku, kini Ran target keduanya.

Tubuh mungil kini berbalik menatap kearah Ran, tanpa melunturkan senyumannya ia mengambil spidol.

Mencoret atas bibir Ran seakan membuat kumis juga janggut di dagu milik sang papa.

Tak lupa dengan Mahkota yang kini ditaruh diatas kepalanya.

Bukannya terlihat bagai pangeran kini ia terlihat bagai gembel yang belun mencukur jenggot.

Belum lagi ia tidak tahu spidol apa yang (name) gunakan pada wajahnya.

Kini berbalik Rindou yang menertawai sang kakak hingga ruang tamu terisi tawa milik Rindou.

"Nah sudah selesai!" Ujarnya senang menatap kedua ayahnya yang tampil serasi bak putri juga pangeran kerajaan.

"(name) disini jadi dinosaurus, nanti papa Ran nyelamatin papa Rin oke?" Suruhnya seraya memakai baju Dinosaurus layaknya di cover book ini.

Kantung mata Ran berdenyut jengkel, kenapa juga ia harus menyelamatkan sang adik lebih baik menyelamatkan anaknya, tapi peran sang adik yang menjadi putri bukan sang anak.

Tapi tidak masalah bila pangeran bersekutu dengan dinosaurus antagonis dan membiarkan sang puteri ditawan, jika dinosaurusnya selucu (name) batinnya.

"Raaawrrr, putri Rin akan aku tangkap!" Teriaknya, tangan mungil seakan akan ingin mencakar sang papa yang kini sedang berdiri dihadapannya.

Bukannya lari Rindou malah memeluk (name) dengan gemas.

"Ih papa lari jangan peluk (name)." (name) memberontak pada pelukan sang papa.

"Lagian dinosaurusnya lucu, kan bisa dijual." Tawa Rindou mengiggit hidung sang anak lalu menurunkan sang anak yang kini mengembungkan pipinya sebal.

"Papa Ran selamatkan putrinya!" Teriak (Name) mendorong bokong sang ayah hingga berdekatan dengan Rindou.

"Tidak mau." Tolaknya menggeleng sontak dihadiahi cemberut dari sang anak.

Ran mengangkat sang anak kedalam gendongannya mengiggit pipi chubby yang sedang mengembung karena kesal itu.

"Bagaimana kalau kita buat kisah dinosaurus yang menjadi penyelamat pangeran juga putri." Ran mengecup pipi chubby milik sang buah hati bertubi tubi.

Rindou yang cemburu juga ikutan mencium dari sebelah lain.

Dan kisah yang singkat itu menjadi ending yang rumit antara dinosaurus, putri juga pangeran yang tidak masuk akal.

***
22/O9/2O

DAUGHTER • haitaniTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang