-_-_-_-
'Sayangi dan cintai lah orang yang masih ada sisimu sebelum ia pergi '
Parkir yang biasanya rame di hari-hari sekolah sekarang tampak lebih lengan, hanya beberapa motor yang terparkir. Tara yang sudah memarkirkan sang motor coklat yang merupakan salah satu merek perusahaan otomotif asal matahari terbit tersebut sudah ia pakai hampir 1 tahun, Tara melepaskan helm lalu merapihkan rambutnya menggunakan jari-jari tangannya. Yaaaa anggap saja cara tradisional sebelum manusia menemukan alat bernama sisir.
Tara yang berjalan menuju ke lapangan yang biasanya digunakan untuk Latihan malah mendapatkan rangkulan tiba-tiba di bahunya yang otomatis membuatnya terkejut dan hampir membanting tubuh tersebut ke lantai.
Rama yang menyadari bahwa tubuhnya akan dibanting ke lantai secara reflek langsung menjauh. "eeeh, yuyu pagi-pagi udah semangat aja," ucap Rama yang berjalan kedepan dan berdiri menghalangi jalan Tara. Sedangkan Tara yang melihat tubuh jakung itu berdiri didepannya hanya bisa mengehembuskan nafasnya untuk diberi kesabaran .
Jujur Tara gak suka saat harus mendongakkan kepalanya gara-gara tubuh tinggi milik Rama, yang cukup membuat lehernya lelah. "urus aja hidup lo," jutek Tara dan berjalan kesamping tapi Rama yang suka sekali mengganggu gadis didepannya tentu saja tak tinggal diam.
Rama malah mencoba menghalangi Tara, saat Tara mencoba ke kanan Rama akan ke kanan saat Tara ke kiri Rama juga akan ke kiri.
"haaaah, kenapa sih sehari aja gue gak ketemu lo ?" tanya Tara yang sudah melipat kedua tangannya didepan dada.
"kayanya takdir sih yu,"ucap Rama sambil mengetuk-ngetuk jari telunjuknya didagu dan jangan lupakan senyum yang selalu terpasang diwajah cowok itu.
"lama-lama gue tendang anu lo biar gak punya masa depan," ancam Tara untuk membuat Rama berhenti mengganggunya.
"ooooow takut, jangan gitu yuyu. Nanti lo gak bisa jadi bibi buat anak-anak gue,"mendengar jawaban Rama cukup membuat Tara terperangah, karena Tara tak menyangka jawaban seperti itu yang akan keluar dari mulut cowok didepannya.
Rama memperhatikan jam ditanganya lalu menengok ke arah Tara "gue harus pergi, dadah yuyu jangan kangen ya ama gue," ucapa Rama dengan percaya dirinya. Tara yang melihat itu langsung mendongakkan kepalan keatas dan menatap langit pagi yang cerah lalu menjerit "aaaaaaaah, gue benci ama lo kampret," jerit Tara untuk mengeluarkan semua emosinya. Dengan melihat wajah dan suara Rama sudah cukup membuatnya kesal dan emosi.
Setelah menurunin emosinya, Tara baru ke lapangan yang dimana teman-temannya sedang melakukan pemanasan. Tara langsung memasang Dobok, seragam Taekwondo, dan gak lupa sabuk birunya.
-_-_-_-
Saat Tara mengembalikan Matras ke Gudang secara bolak-balik, ia melihat Lina yang berdiri didepan pintu lapangan Indoor dengan wajah serius dan fokus. Tentu saja itu mengundang ke kepoan Tara, karena ia sudah 2 kali bolak balik dan masih melihat Lina yang teridam terpaku disana. Tara cuma takut gadis itu kesurupan dedemit di sekolah ini
Tara memegang pundak Lina yang secara otomatis gadis itu kaget dan memandang Tara "Lin, lo ngapain disini. Dari tadi gue perhatiin lo berdiri disini aja, apa sih yang lo liat ?," tanya Tara dengan perasaan super keponya.
"itu, gue lagi liatin anak voli main, gue gaktau kalau permainan anak voli sekolah kita lumayan juga apalagi yang tinggi itu," tunjuk Lina yang membuat Tara ikut melihat orang yang ditunjuk Lina. Ia cukup kaget juga kalau Rama itu bisa main voly, Tara malah ngiranya Rama itu anak basket dengan tinggi badannya kaya lampu jalan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Me And Naughty Boy
Подростковая литератураMe & Naughty Boy (Gue & Cowok jail) -------------------------------------------------------- Kata orang anak gadis itu harus manis bisa jaga sikap tapi kalau gadisnya kaya yunita anggraini, jauh-jauh deh khayalan akan gadis manis dan kalem, karena...
