Jake menatap bosan eunwoo yang tengah duduk santai, sembari membaca buku di depan sana. Alpha itu hanya membawanya kemari tanpa melakukan apapun setelahnya.
Ia sudah seperti tahanan saja dengan satu kaki yang terikat dengan rantai yang terhubung dengan kaki tempat tidur.
Oh, jake baru ingat. Leher putihnya memiliki beberapa tanda kemerahan, sebagai hasil dari pekerjaan eunwoo saat di perjalanan tadi.
"Kau membawaku hanya untuk di jadikan pajangan saja?"
"Aku ingin memasukimu tapi kau akan kesakitan nanti, lagipula aku hanya membantumu menjalankan aksi jahilmu pada matemu itu"
Eunwoo berucap cuek. Bukunya lebih menarik dari pada meladeni alpha manis di depannya ini.
Ia memang memiliki kesempatan untuk mencicipi jake saat ini, tapi dirinya tidak mau membuat alpha itu kesakitan nantinya.
Ingat, eunwoo pernah menaruh hati padanya dulu.
"Ah, ketahuan ya. Tidak seru, tapi tidak apa-apa, si sialan itu pasti kalang kabut mencariku saat ini"
Si manis tertawa kecil. Ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang dengan kaki yang bergerak-gerak kecil.
Ia bosan. Menunggu park sunghoon membutuhkan waktu dan akan lebih menyenangkan, jika melakukan sesuatu yang dapat memanaskan suasana nantinya.
"Kau mau membantuku eunwoo?"
"Kau ingin park sunghoon membunuhku?"
Eunwoo berucap cepat. Apapun yang ada di dalam otak si manis itu bukan lah hal yang bagus.
Cha eunwoo tau jika otak shim jake di penuhi oleh begitu banyak hal, yang ada di luar pemikiran orang normal.
Dan ia tidak tertarik untuk menjadi salah pion dalam rencana jake nantinya. Walau sepertinya ia tetap akan dijadikan salah satu pion untuk membalas semua perbuatan sunghoon pada si manis shim itu.
"Ngomong-ngomong, dimana kita?"
"Italia"
Jake menganggukan kepalanya. Pantas saja ketika ia membuka mata tadi, dirinya sudah berada di tempat yang berbeda dengan eunwoo yang duduk bersandar di tempatnya sekarang.
Memangnya apa menariknya buku itu hingga eunwoo begitu tertarik pada tumpukan kertas yang di satukan itu.
"Eunwoo ayo lakukan sesuatu yang gila"
Si tampan menatap jake yang terlihat begitu bersemangat di tampatnya. Itu membuatnya mempunyai firasat buruk akan senyuman manis jake saat ini.
Apapun itu, itu bukanlah hal yang baik.
"Mari bercinta!"
Tolong siapapun benturkan kepala shim jake kedinding agar alpha manis itu sadar dari kegilaannya saat ini.
***
Soobin memijat panggal hidungnya kala rasa pening itu menghantam dirinya. Ia sudah mendengar akan kepergiaan jake yang begitu iconik itu tadi.
Sungguh, kim soobin tidak mengerti dengan jalan pikiran jake saat itu. Alpha itu terlalu absurd di saat yang tidak tepat.
Entah dimana otaknya saat melakukan hal itu tadi. Soobin yakin, sudah banyak mayat yang menjadi korban dari keganasan park sunghoon hari ini.
Sepertinya jauh dari sunghoon membuat otak shim jake jadi sedikit bergeser.
"Tuan, jadi apa yang akan kita lakukan?"

KAMU SEDANG MEMBACA
Not What It Seems and Dominant Alpha - Yeonbin [ END ]
FanficYeonbin Book ini terdiri tadi 2 bagian, yang pertama Not What It seems yang menceritakan tentang soobin dan Dominant Alpha yang menceritakan tentang yeonjun. Mereka pikir soobin itu hanya omega biasa seperti yang lain #6 in yeonjun 210126 #1 in omeg...