4. Pernikahan

116 12 2
                                    

Pernikahan itu ialah hal yang suci. Dimana kedua insan yang saling mencintai akan diikat oleh janji suci dihadapan Tuhan. Terikat untuk hidup bersama hingga maut memisahkan. Bersedia tetap bersama dalam keadaan kaya maupun miskin, sehat maupun sakit.

Namun, bagaimana jika hal yang suci tersebut telah berubah menjadi penuh kepalsuan? Yang seharusnya pernikahan terjadi karena kedua mempelai saling mencintai, kini hanya hitam diatas putih lah yang menjadi alasan pernikahan ini dilaksanakan.

Sorak sorai tanda pernikahan tersebut telah sah di mata agama dan mata negara bergema di salah satu gereja besar di Seoul.

Pendeta kemudian mengisyaratkan untuk sepasang suami istri yang telah direstui oleh Tuhan ini untuk berciuman. Kun kemudian tersenyum simpul dan dengan lembut menarik pinggang sang istri untuk lebih dekat dengannya.

Perlahan tangannya menyentuh tengkuk sang istri. Rasa lembut dan kenyal membelai bibir Yangyang. Kun menciumnya! Kun mencium Yangyang dengan sangat lembut, tidak terasa ada paksaan sama sekali di dalam pagutan bibir antara mereka.

Yangyang tidak bisa bereaksi apa-apa selain meremat jas yang membalut pinggang pria yang telah sah menjadi suami di depannya ini dan memejamkan matanya untuk menikmati ciuman lembut yang suaminya berikan.

Jaemin yang menyaksikan hal itu hanya bisa menangis terharu, melihat sang sahabat kini telah menjadi istri sah dari seorang yang mapan. Meski dalam hatinya, tetap takut akan terjadi hal buruk kepada Yangyang. Jeno yang berada di sebelahnya kemudian menggenggam tangan sang kekasih, menyakinkan bahwa tak akan terjadi apa-apa dengan Yangyang.

"Yangyang, meski pernikahan ini hanya sekedar kontrak. Aku harap Tuhan memberkati pernikahan kalian." ujar Jaemin pelan.

"Amen, rencana Tuhan tidak ada yang tau, sayang. Semoga pernikahan ini bisa menjadi kebahagiaan untuk Yangyang." ucap Jeno menimpali.

Tubuh Yangyang terasa remuk

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tubuh Yangyang terasa remuk. Meski hanya pemberkatan dan resepsi yang bersifat sederhana karena hanya dihadiri oleh beberapa orang terdekat saja. Namun, tetap saja hal itu sangat melelahkan. Yangyang sebenarnya sangat ingin merebahkan dirinya pada kasur empuk di depannya ini. Namun Yangyang cukup sadar diri dan sadar posisi. Jadi, ia memutuskan untuk berbaring sebentar di sofa yang letaknya di samping kasur besar tersebut.

Tubuhnya terasa berat. Seolah ada yang menimpa tubuh mungil yang tak seberapa ini. Ia kemudian membuka matanya dengan perlahan, begitu terkejut saat melihat sebuah pahatan indah terpampang nyata di depannya.

Ia kemudian berpikir 'apakah pria ini tidur dengan memelukku semalaman?' Yangyang berusaha untuk menepis pikiran yang tidak penting itu. Ia dengan perlahan berusaha untuk melepaskan tubuh kecilnya dari rengkuhan Kun. Ia harus segera bersiap untuk kuliah!

Hari ini adalah jadwal Yangyang untuk masuk kuliah pagi. Dengan dosen yang cukup killer pula! Dengan secepat kilat ia bersiap. Tergesa-gesa saat menuruni tangga, membuat Yangyang cukup oleng. Namun, ia berhasil menyeimbangkan tubuhnya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 27, 2023 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Marriage with BenefitTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang