3. Nyawa selamat?

954 59 2
                                        

enjoy to reading

Dirumah Sakit, seorang gadis sedang terbaring lemah dengan lebam di mukanya dan dia sedang koma

"Gadis yang malang, kenapa ya Vera bisa mendapatkan hal seperti ini? tapi gw juga tau rasanya jadi Vera, karena gw juga tau bagaimana rasanya kehilangan" Arwah Reva sedang berkeliaran di dekat tubuh Vera

Suatu kilatan membuat arwah Reva terlempar ke tubuh Vera.

mata Vera yang terbuka secara pelan-pelan, dan tangan yang bereaksi

"Pah? Vera pah, PAH VERA BANGUN PA" girang mama Vera dan berteriak untuk membangunkan papanya

"HA? apa? Vera kenapa? Vera bangun?" bingung papanya karena masih mengumpulkan nyawa

"iya pah, Vera bangun" mamanya pun memanggil dokter dan abang-abangnya Vera

"Ya" Kakanya yang kedua mirip dengan kakanya yang pertama, baik dan cuek. Mahen dalah namanya

"Hish, aku gak peduli sama dia" ujar abang keduanya yang enggan untuk menatapnya dan lebih mementingkan hpnya. Namanya Marvin

"Setuju, sampai kapan pun aku gak akan peduli dengan dia" ujar Marvel abang ketiga

"Puji Tuhan, Anak ibu bisa diselamatkan" ujar dokter tersebut dengan muka bahagia

Skipped

Dirumah

Vera pun menuju balkon dirumahnya, dan mukai memandangi langit

"Mah, kalau mamah masih ada, aku seneng banget, i love you mam" ujar Vera memandang langit dengan tersenyum sedih

tanpa diketahui Marvin mendengar semuanya, Ia mengira bahwa Vera sedang merindukan ibu kandungnya, karena Vera adalah anak pungut.

Subuh mendatang, Vera pun sudah terbangun.

"YAAMPUN GW TELAT, UDA JAM 4 GIMANA INI, MAMPUS" terasa beda, biasanya Reva bangun jam 3:30, ia merasa sudah telat jika bangun jam 4

"EHH, untung gak ada papa, gw gak harus mikirin deh kalau telat" Vera pun sedikit tenang dengan kenyataan yang ada

"gw gak masalah hidup di tubuh ini, walau dibenci, gw uda biasa hidup penuh kebencian, tapi ini adalah hal langka karena aku bisa mendapatkan kasih sayang orang tua" Vera semakin bersemangat untuk menjalani hari barunya

pada pagi hari Vera memasak nasi goreng dan menyiapkan roti selama 30 menit. Tak lama datanglah 2 pembantu yang baru bangun

"eh, non kok? kenapa non yang masak?" tanya Bibi kepada Vera, dan buru buru mengambil alih piring yang sedang ada di tangannya

"ihh, gak papa Bi, aku tinggal tuang aja nasi gorengnya" Vera menjelaskan dan mengambil kembali piringnya lalu menuangkan nasgor tersebut

lalu diletakkannya piring berisi nasi goreng tersebut ke meja makan

"yaudah, non mandi saja biar bibi yang siapin minuman" Bibi langsung menyiapkan gelas-gelas

Vera naik ke kamarnya dan mulai membersihkan diri dan bersiap-siap.

"Nak ayo bang...un... Vera kamu kemana nak? kok bisa gak ada?" Mama Vera mulai panik dan nangis

"apasih ma, masih pagi lohh" tanya Marvel kepada mamanya yang sedang menangis

"adik kamu mana?" tanya Mama kepada Marvel dengan menyentuh pundaknya

"gak tau" Marvel tidak akan peduli yang berhubungan tentang vera

"Kok mama nangis? Kenapa?" tanya Vera sambil mengelus pundak mamanya

"Nak, kamu dari tadi kemana? mama cariin" tanya mama yang mulai tenang

"tadi aku mandi mah" Vera menghela napas lega

Skip

seluruh keluarga sedang makan bersama di meja makan

"siapa yang masak nih? ini bukan masakan bibi, ini enak banget" tanya Marvin sambil makan lahap

"Gw" singkat padat dan jelas, yang dapat membuat semua yang ada di meja makan bungkam.

-_- -_- -_-

"Bang, pinjem hodie lu ya" Ujar Vera kepada Mahen dan langsung mengambil hodienya yang berwarna hitam

"Pah, aku sama supir ya. Dadahh" pinta Vera lalu meninggalkan rumah

Sesampainya di sekolah, Vera langsung memasuki kelasnya tanpa berkata sepatah kata apapun, lalu duduk diam dimejanya

"Yahh si pelakor baru masuk nih, setelah nahan malu 2 minggu. Sok pake hoodie lagi, nutupin muka yang gak tau mau ditaruh mana ya? upss" Ledek Sarah selaku tukang bully dikelasnya

"BACOT" ujar Vera lalu menendang mejanya, dan menjulurkan jari tengahnya kepada Sarah lalu meninggalkan kelas

"Ehh ada si Vera, numpang lewat ya, oh iya kenalin ge PACAR NYA CARLOS" sombong Elsa kepada Vera dengan mengibaskan rambutnya

"ohh baru pacarnya ya? KENALIN TUNANGANNYA, kayaknya bukan pacarnya deh, tapi MBANYA SELINGKUHANNYA KAN? UPSS"

Tiba tiba datanglah segerombolan cowo, yang salah satunya ada Carlos, Marvin, dan Marvel

"Gw heran dehh, kenapa sih lu bisa selamat, padahal gw gak ingin lu selamat" Ujar Marvin yang mampu membuat banyak orang tertawa termasuk Elsa yang sedang tersenyum

"Nyawa bisa diselamatkan namun tidak jiwa dan hati gw, jiwa dan hati nya tidak bisa diselamatkan" Ujar Vera, lalu segera pergi, dan kalimat tersebut mampu membuat semua bingung

Bersambung

Transmigration REV [Revisi]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang