Sesuai dengan apa yang sudah Lan Wangji katakan pada Wei Wuxian tempo hari mengenai pengadopsian anak, maka hari ini juga pasusu itu menyiapkan semua perlengkapan dan berkas-berkas yang dibutuhkan. Tentu saja proses pengadopsian anak tidak bisa hanya Lan Wangji saja dan Wei Wuxian yang melangsungkan, tentu mereka juga harus mempertimbangkan pendapat dari dua kelurga besar.Untunglah Lan Qiren tidak keberatan, malah terkesan tidak keberatan sama sekali ketika Wei Wuxian memohon agar diizinkan mengadopsi dua anak. Sesepuh Lan itu bahkan membantu Lan Wangji meng-handle proyek minyak gas yang masih tinggal beberapa hari lagi. Sungguh, kehadiran Wei Wuxian memang diakui Lan Qiren dan Lan Xichen membawa keceriaan di hidup mereka. Jika suasana rumah sebelumnya terkesan kaku dan monoton, kali ini secara signifikan berangsur menjadi lebih hidup dan tidak kaku setelah anak tunggal Wei dan Changse Sanren itu menapakkan kaki di ubin emas mereka.
Maka di sinilah Wei Wuxian dan Lan Wangji sekarang, keluar dari mobil gepeng dengan warna secerah mentari---kuning mangkak. Lan Wangji memandang sekeliling sembari melepas kaca mata hitam, yang tampak adalah bunga anggrek dan tanaman rambat yang melilit dengan anggun di bangunan yang tidak terlampau besar.
Panti Asuhan Di Sini Senang Di Sana Senang Di Mana-Mana Hatiku Senang.
"Panjang juga namanya," batin Lan Wangji dengan menatap tulisan banner bergambar kartun Sinchan.
Sementara Wei Wuxian tergopoh-gopoh keluar dari mobil lewat kaca jendela, agaknya Lan Wangji lupa untuk membuka pintu mobil karena terlalu excited bertemu dengan calon anaknya sebentar lagi.
"Lan Zhan! Buah sawomu ini, loh!" Wei Wuxian berteriak heboh karena bokongnya tersangkut.
Merasa namanya dipanggil, Lan Wangji reflek terkaget dan menoleh ke asal suara. Tergopoh-gopoh pria tampan itu membantu mengangkat bokong pasangan satu-satunya supaya bisa keluar dari kaca mobil. Lan Wangji sendiri tidak mau bertanya kenapa Wei Wuxian lebih memilih keluar lewat kaca jendela alih-alih tinggal memencet tombol pembuka pintu mobil. Lagi pula untuk apa bertanya? Mau heran pun dia adalah Wei Wuxian---raja dari segala biang keonaran dan biangnya kerok.
Menggunakan kekuatan bulan purnama milik Lan Wangji, kini gundukan kembar Wei Wuxian bisa selamat tanpa kurang satu apa pun. Tatapan Wei Wuxian kali ini juga sama dengan apa yang Lan Wangji lihat tadi, takjub.
"It's my dream." Wei Wuxian tersenyum haru.
Saling memandang satu sama lain untuk beberapa menit, mereka pun akhirnya memantapkan hati untuk melangkah masuk setelah menggangguk bersama. Ada perasaan hangat yang mengalir di sekujur tubuh Wei Wuxian ketika dirinya benar-benar melangkah masuk ke dalam panti asuhan, pasalnya dia tidak pernah benar-benar sanggup untuk menginjakkan kaki di tempat ini meski rutin memberikan sumbangan setiap bulan selama ini.
Seakan mengerti dengan apa yang tengah Wei Wuxian rasakan, Lan Wangji pun menggenggam erat tangan teman hidupnya dan berucap tulus,"kau pun tahu hidupku."
Senyum nanar Wei Wuxian terpatri mendengar apa yang baru saja Lan Wangji katakan. Pria manis itu pun mengangguk. "Mn. Aku hanya sedang berdoa. Berdoa agar kita diberikan kekuatan untuk melihat wajah-wajah mereka."
Kini giliran Lan Wangji yang mengangguk. "Mn."
Perlahan keduanya melangkah masuk lebih ke dalam, lebih tepatnya ke ruang tamu untuk bertemu pengelola panti. Tampaknya kedatangan Wei Wuxian dan Lan Wangji memang sudah diketahui oleh pengelola panti, itu karena Wei Wuxian sudah membuat janji temu terlebih dahulu.
Belum sempat Lan Wangji dan Wei Wuxian mendaratkan bokong mereka di kursi sederhana, muncul satu wanita paruh baya cantik mengenakan celana kain hitam panjang dan kemeja hijau. Rambutnya yang keriting dan agak bergelombang diikat rapi menggunakan jepitan rambut, senyumnya sangat manis sekali.

KAMU SEDANG MEMBACA
CHILI AND COFFEE || Book 2 ||
RomanceMelanjutkan cerita bengek nan uwu dari pasangan legendaris pecinta WangXian. So, karena lumayan banyak yang seneng dan minta (bukan minta jatah anu maksudnya) yaudah Chili buatin lah biar kita sama-sama senang. Yuhuuu silakan baca lagi guyasss