Malam kian menggelap, cahaya bulan tak mampu menembus badai angin di langit Mondstadt.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
[Name] masih berada di tavern dengan beberapa camilan, dia tengah memikirkan pemuda asing tadi, tatapan yang polos dan menawan itu mengingatkannya dengan seseorang.
Tapi siapa?
Toh dia kehilangan ingatannya ketika pertama kali sampai di sini, hanya mengingat namanya saja sudah sangat membantu hidup [Name]. Apa yang terjadi jika dia tidak tahu apa-apa tentang dirinya sendiri, diperbudak, dibunuh, dijual, dipekerjakan tanpa dibayar?
Membayangkannya saja sudah sangat menyeramkan. Memikirkannya saja sudah membuatnya pusing, "Charles, ini uangnya. Terimakasih, aku akan melihat pekerjaan mereka sekarang."
"Nona, menurut anda, kapan ancaman Stormterror selesai?"
[Name] berhenti membelakangi Charles, gadis itu mengukir senyum kecil dan berkata "setelah ini, semuanya akan berakhir."
Kemudian punggungnya menghilang dari tavern, entah kenapa Charles sangat yakin dengan apa yang diucapkan [Name].
Tak perlu waktu lama bagi [Name] untuk pergi ke Winery Diluc, di sana ada Jean, Diluc, Pengamen yang menyebut dirinya sebagai Venti, dan pengembara yang [Name] tidak tahu namanya, jangan lupa mahkluk terbang yang selalu ikut seperti anak ayam.
"Ah, bukannya dia–"
"Anginnya kencang sekali, apa yang terjadi barusan?"
"OI, jangan menyela ucapan Paimon!"
"Paimon? Oh, jadi itu namamu, lucu juga. Berapa harga pasar mahkluk unik sepertimu?"
"Paimon bukan untuk dijual!"
Mengabaikan Paimon yang berisik, [Name] beralih pada Jean dan Diluc. "Jadi begini..."
Jean menceritakan pada [Name] bahwa Stormterror memang benar-benar dikendalikan oleh abyss mage, entah bagaimana caranya. Lyre yang digunakan untuk memanggilnya telah rusak. Kemudian Stormterror pergi menuju Brightcrown Mountains, sepertinya dia bersarang di sana.
"Jadi kalian akan kesana kapan?"
"Kami butuh sedikit persiapan lagi, mungkin tiga hari lagi kami akan kesana." Jawab sang pengembara, suaranya lembut dan penuh keyakinan.
[Name] menyipitkan matanya, dia merasa telah diperhatikan sejak awal dan benar saja. Lagi-lagi seperti ini, pengembara ini aneh.
"Ini informasi terakhir dariku, di sana ada monumen cahaya untuk upacara cahaya. Aku tidak tahu gunanya untuk apa, tapi sepertinya itu berhubungan dengan sarang Stormterror?"
Alis Diluc berkedut, perempuan ini dapat informasi darimana, dan sangat banyak informasi mahal darinya yang selalu didapatkan.
"Aku sangat berterimakasih padamu, nanti pergilah ke kantorku untuk mengambil imbalannya. Sudah ku siapkan sesuai dengan harga informasi yang kau berikan."