#14

4.7K 433 36
                                        

Saat ini (name) sedang menuju kerumah sanemi karena ia diberitahu gagak bahwa sanemi sedang sakit

Tok tok tok

"Sebentar!!!"

"Eh (name) san rupanya, ayo masuk aniki didalam" ucap genya

"Arigatou"

Setelah itu genya mengantar (name) menuju kamar sanemi

"Apa tak masalah aku masuk?"

"Tentu saja! Aniki pasti akan senang" ucap genya

Tok tok tok
Cklek

"Sanemi san??"

"(N-name)" ucap sanemi lemah

"Bagaimana kondisi mu?"

"Sedikit pusing"

"Souka, apa kau sudah makan?" Tanya (name)

"Belum"

"Kenapa belum? Ayo makan akan kusuapi"

"Aku tidak berselera"

"Ayolah" ucap (name) memelas

"Baiklah tapi hanya beberapa suap saja"

"Baiklah!" Setelah itu (name) terus menyuapi sanemi sampai habis

"Yatta telah habis"

Saat ingin mengambil air lagi, sanemi menarik (name) sehingga ia berbaring difuton, (name) bisa merasakan nafas sanemi yang hangat menerpa lehernya

"S-sanemi?"

"Tetap disini"

"Aku hanya ingin mengambil air lagi untukmu"

"Aku tak membutuhkan air, aku membutuhkan mu" ucap sanemi dan membuat (name) memerah

"Kau pasti terlalu memaksakan diri melatih para pemburu iblis kan?" Tanya (name)

"Un"

"Seharusnya kau juga menjaga kesehatan mu!" Ucap (name) menggembungkan pipinya dan membuat kesan lucu Dimata sanemi

"Wakatta"

"Sekarang kau harus istirahat, dan l-lepaskan aku" ucap (name) gugup

"Tidak begini saja, aku lebih nyaman" ucap sanemi dan tertidur dengan posisi sanemi memeluk (name) dari belakang

Skip, saat sanemi terbangun

*Sanemi POV

Hari ini aku demam, hal yang paling aku benci karena aku terlihat lemah, tapi disisi lain aku senang karena aku mendapat perhatian sepenuhnya dari (name), aku akui ia memang tipe istri ideal

Saat aku membuka mataku aku melihatnya yang sedang tertidur pulas dengan wajahnya yang polos dan hal itu terlihat imut

"Eungh"

*Normal POV

"Eungh" (name) terbangun karena yaa sudah bangun

"S-sanemi san?" Ucap (name) kaget karena jarak mereka terlalu dekat jika berherak sedikit saja pasti kami sudah berciuman

"Apa aku membangunkanmu?"

"T-tidak" balas (name) mengalihkan pandangannya, karena (name) tak ingin menatapnya hal itu membuat sanemi kesal ia menarik dagu gadis itu dan

Cup~~

Sebuah benda kenyal mendarat di bibir (name), Yap sanemi menciumnya awalnya (name) memberontak tapi tenaga sanemi lebih besar darinya

'dia sedang sakit tapi tenaganya kuat sekali'

Selang beberapa menit sanemi melepaskan ciumannya

"S-sanemi san??!" Ucap (name) yang sudah sepenuhnya me merah

"Aku tak suka kau mengalihkan pandanganmu dariku" ucap sanemi menenggelamkan kepalanya didada (name)

'jadi begini sifat sanemi san saat sakit, seperti anak kecil tapi lebih ganas'

"(Name)"

"Un?"

"Daisu-"

Tok tok tok

"(Name) san, aniki!" Panggil genya

'astaga kenapa selalu saja ada pengganggu!!! Padahal ini kesempatan yang bagus, sial!' batin sanemi

"Sanemi san lepaskan genya memanggil"

"Ada apa??!" Ucap sanemi

"Aku akan pergi menjalankan misi, kalian baik-baik saja kan?" Ucap genya dari luar

"Ya kami baik-baik saja kau pergilah dan hati-hati"

"Baiklah" ucap genya lalu pergi dari sana

"Sanemi san sebentar lagi mau sore kapan kau akan melepaskan ku? Adik-adikku pasti akan khawatir"

"Jadi kau akan meninggalkan ku sendiri"

"B-bukan begitu"

"Aku sudah menyuruh genya untuk mampir ke kediaman kupu-kupu untuk bilang kalau kau akan menginap disini"

"Eh kok gitu?"

"Kau tidak suka didekatku?" Ucap sanemi pura-pura sedih

"Haaaahhh baiklah"

"Sekarang diamlah aku ingin tidur" ucap sanemi sambil memeluk (name) dengan erat

"(Name)"

"Nani?"

"Daisuki"

.
.
.
.
.
.
.

Ayooo mbak nem mau diapain itu... Jangan lupa vote ya ( ꈍᴗꈍ)

🌺Kanae Twin {End}🌺Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang