Bait dua puluh empat

15 3 0
                                        

Entah berapa banyak lembar hari yang aku lalui tanpa hadirnya. Entah berapa banyak bulir embun yang aku keluarkan kala kenangan yang aku tutup rapat, terbuka kembali. Entah berapa banyak tawa yang aku persembahkan hanya untuk menutupi luka yang selalu basah karena mengingatnya.

Harapku untuk dirinya kembali ke dekapku sudah tak ada, karena dengan kesadaran penuh aku menyadari bahwa dirinya tak akan kembali menoleh dengan perempuan yang masih mendampingi.

Kesimpulannya: dia adalah luka? Wkwk

-d.wln
-5 maret 2022

Pliss, saya hanya gabutt

Kata dan Rasa [Quote]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang