Hijau 🟢

36 9 13
                                    

.・✫・゜・。..・゜゜・

𝑯𝒊𝒋𝒂𝒖 𝒃𝒆𝒓𝒂𝒓𝒕𝒊 𝒑𝒆𝒓𝒕𝒖𝒎𝒃𝒖𝒉𝒂𝒏, 𝒆𝒌𝒔𝒑𝒂𝒏𝒔𝒊, 𝒌𝒆𝒔𝒆𝒉𝒂𝒕𝒂𝒏, 𝒌𝒆𝒍𝒊𝒎𝒑𝒂𝒉𝒂𝒏, 𝒌𝒆𝒔𝒆𝒊𝒎𝒃𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏, 𝒌𝒆𝒔𝒖𝒃𝒖𝒓𝒂𝒏, 𝒔𝒊𝒎𝒑𝒂𝒕𝒊 𝒅𝒂𝒏 𝒉𝒂𝒓𝒎𝒐𝒏𝒊.

𝑾𝒂𝒓𝒏𝒂 𝒔𝒆𝒋𝒖𝒌 𝒅𝒂𝒏 𝒎𝒆𝒏𝒚𝒆𝒈𝒂𝒓𝒌𝒂𝒏 𝒎𝒆𝒓𝒖𝒑𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒔𝒊𝒎𝒃𝒐𝒍 𝒎𝒖𝒔𝒊𝒎 𝒔𝒆𝒎𝒊 𝒅𝒂𝒏 𝒌𝒆𝒉𝒊𝒅𝒖𝒑𝒂𝒏 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒃𝒂𝒓𝒖.

»»——⍟——««

25 Dec 2024

⋇⋆✦⋆⋇

Suara jangkrik terasa sangat nyaring di telinga, membuat mata gue mengerjap dari lelapnya tidur.

Kedua mata terbuka, dan helaan nafas kasar pun terlepas.

Gue beranjak, merenggangkan tubuh, lalu jalan menuju kamar mandi yang berada di ruangan ini.

Udara sejuk pagi hari refleks membuat gue memeluk diri sendiri; yang ternyata sudah berbalut oversized hoodie yang gue kenali sebagai milik pacar gue. Oh, i mean calon mantan pacar, Hyunjin.

Iya, saat ini gue masih bersama Hyunjin. Di tempat antah berantah.

Ga deng, bukan antah berantah. Gue dan Hyunjin ada di suatu tempat penginapan di pinggir pantai, yang pasti letaknya bukan di Kota Jakarta.

Kejadian kemarin siang rupanya membuat Hyunjin nekat menculik gue, dan membawa gue pergi ke suatu daerah yang memiliki pemandangan pantai yang sangat indah.

Perjalanan yang cukup panjang membuat gue mengalah, dan memilih untuk tidur di sampingnya yang terus diam sembari menyetir memperhatikan jalan.

Pikiran gue kemarin sungguh clueless karena tiba-tiba dibawa pergi tanpa persiapan sama sekali. Yang mana kini berakhir membuat gue terbangun di resort cantik, tentunya dengan sosok Hyunjin di samping gue.

Selesai dengan urusan di kamar mandi, gue kembali memasuki kamar tempat kami bermalam dan beristirahat. Dari posisi gue, Hyunjin kini tengah meringkuk kedinginan di bawah selimut.

Gue menghela nafas kesekian kalinya tiap melihat wajah damai yang suka muncul kalau si pemilik wajah tertidur.

Remote AC segera gue raih, suhu ruang gue naikkan, lalu selesai dengan itu pun membuat gue mendekati Hyunjin. Gue duduk di dekat tubuhnya, lalu mengusap kening mengkerut itu, tak lupa beri kecupan pelan agar dia nggak terusik.

Belum juga gue beranjak, kedua mata yang seringkali sinis apabila bersitegang dengan gue itu pun terbuka. Matanya sayu, kedua tangannya terbuka; seakan meminta sebuah pelukan yang tentu enggak gue respon.

Tahu kalau dari gue nggak akan respon, Hyunjin langsung bangkit dan menarik gue untuk ikut berbaring, tak lupa membawa gue masuk ke bawah selimut serta ke dalam dekapannya yang hangat.

"sayaang.."

Gue menahan nafas.

Nggak. Gue nggak boleh luluh sebelum dia kasih keputusan!

Tiba-tiba kepala dia mendekati ceruk leher gue, dan langsung menempelkan hidungnya.

Refleks dari gue cuma sekedar bergerak ke arah kiri dan hendak menjauhkan hidung mancung itu, karena kepala dia ada di arah sebelah kanan.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 25, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

𝐕ì𝐯𝐞𝐫𝐞 𝐀 𝐂𝐨𝐥𝐨𝐫𝐢Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang