you

26 4 0
                                    

Brak!!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Brak!!.

"Ouchh... Sial!."

Umpatan itu terlontar kala tak sengaja dia menabrak seseorang yang menyebrangi jalanan. Dia membuka pintu mobilnya. Berjalan tergesa untuk menghampiri seorang pemuda yang tengah meraba-raba di sekitarnya.

"Maafkan saya. Apakah anda terluka?". Tanyanya sembari memberikan tongkat yang ia temukan lantas membantu sosok pemuda itu bangun dari bersimpuh nya.

Sang pemuda menggelengkan kepalanya sembari tersenyum kecil.
"Maafkan aku yang tidak berhati-hati dalam menyebrangi jalan. Aku sedang terburu-buru untuk mengantarkan koran ini. Dan terima kasih sudah membantu ku."

Ia tertegun melihat senyum manis itu. Dengan mata berbinar namun kosong. Dia tersadar ketika perlahan pemuda itu berjalan menjauhi nya. Dia berbalik arah dan melihat pemuda itu yang berjalan dengan kesusahan.

"Astaga pemuda itu buta?". Kagetnya.

Dia berjalan untuk kembali masuk ke mobilnya. Namun kakinya menginjak sesuatu. Dia membungkuk kan badannya , mengambil sebuah liontin putih dengan ukiran nama yang terlihat cantik di sana.

"Jeon Jungkook?." Gumamnya.

Dia memasukan liontin itu kedalam sakunya. Berjalan lantas masuk ke mobil untuk kembali ke kampus nya.
Selama di perjalanan , dia termenung sembari melihat liontin itu. Dia teringat akan mata itu. Mata yang mampu menghipnotis nya.

"Dia cantik." Katanya.

Mobil itu berhenti di parkiran mobil. Semua siswa menatap minat pada kating yang berjalan sembari membawa gitar kesayangannya. Dia tidak membalas senyum orang-orang yang mencoba peruntungan untuk di sapanya .

Tatapan matanya selalu tajam dan datar. Wajah tampannya yang terlihat bersinar dengan rambut birunya.

"KIM TAEHYUNG!".

Teriakan itu membuat pemuda bersurai blue itu menoleh. Mendapati kembarannya yang tengah berlari tergopoh-gopoh.

"Ada apa Jim?". Tanya Taehyung saat Jimin berada tepat di depannya.

"Besok band mu di suruh tampil di acara donasi kampus. Kau sudah tau itu?" Tanya Jimin.

"Ya." Singkatnya. Membuat kembarannya itu berdecak.

"Sudahlah aku mau bertemu yoongi. Bye triplek".

Mata Taehyung terus memperhatikan tubuh mungil kembarannya yang semakin kecil hilang di telan koridor kampus. Taehyung menghela nafas nya. Dia berjalan kearah kelasnya. Setiap kakinya berjalan, bisik-bisik kagum itu menyapa indranya.  Namun dia enggan untuk sekedar membalas ucapan Pujian itu dengan kata terima kasih.

"Terimakasih nyonya. " Ucapnya dengan nada gembira.

Dia berjalan dengan bantuan tongkat nya. Dia tidak mengeluh sama sekali tentang hidupnya. Hidupnya yang penuh kegelapan tanpa bisa melihat seindah apa dunia ciptaan tuhan.

"Hari ini aku ingin makan Ramyun. " Gumamnya senang. Saking senangnya dia tak berhati-hati dalam menyebrangi jalan. Hingga hampir saja nyawanya melayang.

Dia terduduk di aspal dengan tangan yang sibuk mencari tongkatnya. Hingga suara Husky dan datar itu menyapa indra pendengaran nya.

"Maafkan saya. Apakah anda terluka?".

Dia menggelengkan kepalanya sembari tersenyum kecil. Sembari menerima tongkat yang telah dia terima.
"Maafkan aku yang tidak berhati-hati dalam menyebrangi jalan. Aku sedang terburu-buru untuk mengantarkan koran ini. Dan terima kasih sudah membantu ku"

Setelah itu dia pergi berjalan untuk kembali mengantarkan koran. Dia tidak sadar bahwa satu hal yang paling berharga miliknya telah hilang.

Di perjalanan dia melamun. Bibirnya tersenyum kecil hingga menampilkan gigi kelinci yang menyembul malu-malu.

"Suaranya sangat berat. Dia pasti sangat tampan. Aroma tubuhnya pun sangat wangi. Pasti orang kaya."

Dia terkekeh sendiri ketika memikirkan sang pemilik suara Husky. Dia terdiam merasakan semilir angin pagi. Hidupnya terasa sulit namun dia tidak mengeluh karena dia percaya bahwa kebahagiaan telah menanti nya. Dan dia akan menunggu hari itu tiba. Tapi dia tidak pernah tau kapan hari itu tiba.

"JEON JUNGKOOK."

Terikan itu membuat sang pemuda bernama jeon Jungkook itu menoleh. Dia kenal suara ini. Suara penyelamat nya. Suara kakaknya.

"Hyung. Kau mau kuliah?". Tanya Jungkook.

Yang di tanya mengangguk meski tak terlihat. " Kau tau kook. Besok aku akan tampil bersama sosok yang aku sukai." Ujarnya senang.

Jungkook ikut tersenyum. " Oh ya? Bagus. Itu awal yang bagus."

"Yeah.. aku menantikan hari itu. Dan yang lebih mengejutkan lagi aku akan tampil di tempatmu tinggal." Serunya.

Jungkook terkekeh kecil. Dia mencari tangan hyungnya itu. Sang pemuda yang paham segera meraih tangan Jungkook.

Jungkook tersenyum manis." Semoga berhasil Kim seokjin."

Don't forget to leave a comment for this story. follow me to know more about this story. press star button to support me. thanks.

One Last Time.TKTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang