Bagian 2.7

1K 54 0
                                        

"Riana Lo mau datang ke ulang tahunnya kak Mita?" Tanya Zeena saat mereka sudah berada di kantin sekolah.

"Masih gue pikirin," Jawab Riana dengan memasukan nasi goreng yang dia pesan kedalam mulutnya.

"Gue saranin sih Lo gak datang. Pirasat gue gak enak soalnya, kalau semisalnya nanti Lo malah dipermalukan di sana gimana?" Zeena memasukan batagor kedalam mulutnya setelah selesai memberikan saran kepada Riana.

"Iya Zee, kan masih gue pikirin. Jadi belum ada keputusan gue pergi atau enggak."

"Kalau sampai Lo jadi pergi Lo pokoknya nanti gak boleh jauh-jauh sama gue. Titik gak pakai koma dan gak Nerima bantahan oke."

"Hemm."

Mereka berdua pun melanjutkan makan mereka dalam diam sampai suara teriakan para siswi yang membuat mereka berdua risih dan terganggu.

"Akhh itu kan kakak Arga, sama gengnya, ya tuhan mereka ganteng ganteng banget sih, meleleh hati gue."

"Tolong gue, gue gak kuat liat ketampanan mereka."

"Kak Geri! Mau gak jadi pacar aku?"

"Aduh kak Dion Miss you."

"Kak Fatih, makin ganteng aja."

Dan masih banyak lagi yang menyapa Arga dan Gengnya, yang membuat Zeena menatap sinis kearah para murid yang terus saja menggoda dan meneriaki, serta mengganggumu geng Arga.

"Apaan sih mereka semua kaya gak pernah liat orang ganteng aja, lebay banget jadi cewek, lagian masih ganteng an bokap gue juga dari pada mereka," ucap Zeena dengan sewot dan memuji ayahnya.

"Iya lah calon mertua gue paling ganteng," ucap Jeno yang langsung duduk di samping Zeena.

"Calon mertua pala Lo gundul. Ketemu sama bokap nya dia aja blm pernah Lo, udah ngaku ngaku aja," Fatih juga duduk di samping Zeena dan ikut memakan batagor milik Zeena.

Zeena langsung menatap tajam Fatih dan Jeno. "Kakak kalau mau makan. pesan sana, main makan makanan gue aja. Lo juga kak Je, ngapain duduk di samping gue tempat duduk banyak tu sana kalian berdua pindah. "

"Perlu Lo tau baby, ngasih makan calon suami itu pahala baby," ucap Fatih yang kembali memasukan batagor kedalam mulutnya.

"Kalau ngasih makan anak yatim gue percaya kak dapat pahala tapi kalau elo yang gue kasih makan gak percaya gue gue dapat pahala. Katanya dapat dosa iya deh kak," balas Zeena.

"Sayang gue kan cuman duduk di samping elo gue juga gak ngapa-ngapain Lo juga, atau Lo mau gue apa apain."

Tak

"Kak bisa gak sih otak Lo tu pikirannya gak mesum, atau Lo mau gue sunat 2 kali lagi!" Zeena menjitak kepala Jeno yang membuat yang lainnya tertawa termasuk Riana yang memperlihatkan senyumnya.

"Hahahaha, baru kali ini gue liat Lo gak berkutik Je didepan cewek," ucap Geri yang memegangi perutnya karena tertawa.

"Gokil ini cewek. Gue boleh daftar buat jadi mantu bokap Lo gak?" Tanya Dion pada Zeena, yang langsung dihadiahi tatapan sinis oleh Jeno dan Fatih.

"Cukup Fatih yang jadi saingan gue."

"Cukup Jeno yang jadi saingan gue."

Ucap Fatih dan Jeno bersamaan dan setelah itu Fatih dan Jeno pun saling menatap sinis satu sama lain.

Dion dan Geri pun kembali tertawa saat melihat kedua sahabatnya yang ingin berkelahi masalah satu cewek saja.

"Lo berdua boleh bersaing buat dapatin Zeena, tapi gunain cara sehat dan gue gak mau dengar dan liat Lo berdua berkelahi hanya masalah satu cewek aja! Ingat sahabat harga mati!!" Ucap Arga yang sudah duduk di samping Riana dan mengambil minuman Riana untuk di minumnya.

"Kak Arga.!" teriak Riana terkejut namun tidak dihiraukan oleh Arga.

"Oh iya ibu boss datang gak ni ke ulang tahunnya Mita? Kalau ibu boss gak datang boss juga gak bakal datang katanya dia," ucap Fatih tiba-tiba.

'jadi ini alasan kakak Mita datang ke kelas,' ucap Riana didalam hati.

"Datang dong Bu boss, biar makin rame itu acara," ucap Dion memohon."

"Iya dek, mending datang aja lumayan makan gratis kan," tambah Geri yang mendapat tatap datar dari Arga karena dirinya memanggil Riana Dengan panggilan dek dan membuat Arga merangkul Riana dengan posesif dan membuat Riana risih.

Sedangkan para siswi masih berada di kantin terus membicarakan dan menggosipkan Zeena dan Riana karena mereka duduk dengan Arga dan anggota gengnya.

"Punya hubungan apa sih itu kakaknya sama kak Arga dan gengnya?"

"Iya sampai dirangkul segala lagi itu cewek sama kak Arga."

"Jangan jangan mereka pacaran."

"Jangan sampai, patah hati hayati."

"Ihh, kakak Fatih kok dekat dekat sama mereka sih."

"Kak Jeno juga kenapa merangkul itu cewek sih kenapa gak gue aja."

Dan masih banyak lagi namun tidak dihiraukan oleh Riana, Zeena dan Arga end the geng. Mereke malah menunggu jawaban dari Riana.

"Jadi gimana Bu boss? Ibu boss datang gak ni?" Tanya Jeno.

"Gue belum tau. Masih gue pikirin, kak gue sama Zeena balik ke kelas dulu," ucap Riana yang sudah sedari tadi memberi kode lewat tatapan mata pada Zeena untuk memberitahu bahwa mereka harus kembali ke kelas sekarang dan Riana pun melepaskan rangkulan Arga padanya begitu pun Zeena yang melepaskan rangkulan Jeno padanya.

"Ditinggal deh kita," ucap Dion saat Riana dan Zeena melangkah pergi.

"Gak papa hilang satu tumbuh seribu, liat tu teman Lo, udah nyari mangsa baru lagi tu dua bocah," Geri menyuruh Dion dan Arga untuk melihat kelakuan Fatih dan Jeno yang sudah menggoda siswi lain lagi.

"Dasar buaya."

****







HadrianaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang