31. Pulang ke Rumah

360 41 2
                                        

"As long as I have you
Don't need anything else
Want to hold you
Love is forever
Radiating light
More than any star"

-Stay Gold, BTS.

•••

Setelah berbincang sama y/n soal masalahnya, y/n akhirnya udah mau cerita ke mama, papa, dan abang-abang yang lain.

Iya, dia sudah harus berdamai dengan masa lalu, walaupun ya efeknya masih terasa sampai sekarang.

Trauma y/n tentang masa-masa SD dan SMP nya, walaupun dari omongan kecil tapi berimbas ke kehidupan y/n kedepannya, kayak sekarang.

Sejak itu y/n trauma tentang pergaulan dengan teman-teman sebayanya. Dia cuma bisa akrab dengan beberapa teman, tapi tidak keseluruhan. Dari masalah itu juga y/n sering trust issues ke orang lain, bahkan ke keluarganya sendiri. Dia takut untuk bersosialisasi dengan orang banyak.

Hal yang bikin masalah y/n ga ketahuan sama keluarga adalah y/n yang bisa sembunyiin semua itu tanpa mama, papa, bahkan para abang tau. The way she looks happy outside, but suffering inside.

Y/n jadi mudah overthink, sangat selektif, dan moody-an.

Dan itu juga yang diceritain Yoongi, Namjoon, dan Hoseok (bareng papa dan mama juga sih) ke para abang yang lain, setelah mereka sepakat untuk bawa y/n ke psikolog setelah dia keluar dari rumah sakit.

Dirumah sakit dia cuma dirawat karena kondisi tubuhnya yang melemah aja, gak dengan mental y/n agak terguncang sekarang.

Setelah itu, y/n menemui psikolog, lalu cerita ke para abang yang lain.

Sekarang, para abang lagi ngumpul diruang tengah bareng papa dan mama. Untuk cerita tentang y/n tadi.

Y/n nya gak disitu kok, lagi tidur dikamar dia.

Trus yaudah deh, dijelasin pelan-pelan sama mama, dibantu sama Namjoon.

"..."

Senyap.

Seokjin, Jimin, Taehyung dan Jungkook emang gak bisa berkata-kata lagi.

Bahkan untuk hal yang separah itu—ya ampun.

"Kok lu baru bilang sekarang sih bang." ujar si Taehyung dengan muka speechless but priceless.

"Y/n yang bilang sendiri gak mau dikasih tau ke kalian." jawab si Yoongi santai.

Di titik itu, mereka emang campur aduk banget.

Sedih, karena mereka baru tau hal seberat itu dialamin ke y/n bahkan gak dapat bantuan sama sekali.

Nyesal, karena tindakan mereka yang mungkin merupakan miss komunikasi saat itu (ch. 22) jadi salah satu hal yang men-trigger y/n.

Kesal, karena bocah yang namanya Umra, yang bikin y/n menderita sekarang. Ya alasan klasik pasti "kan dia masih kecil pas itu, belum ngerti hal gituan, diwajarin aja.". Padahal, anak kecil walaupun sudah SMP itu sudah harus diberi pelajaran tentang bertutur kata, agar tidak menimbulkan masalah besar kedepannya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 06, 2022 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Lil Sunshine - BTSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang