"As long as I have you
Don’t need anything else
Want to hold you
Love is forever
Radiating light
More than any star"
-Stay Gold, BTS.
•••
Yoongi langsung pulang kerumah, ninggalin Seokjin yang udah kebingungan di lobby tadi. Sebelumnya Yoongi minjem dulu mobil ke Papa, ya untung aja dibolehin. Dijalan, Yoongi kebingungan juga sih. Dia lupa y/n tuh masih sering nulis diari atau ngga. Yoongi nganggap kunci untuk tau masalah y/n tuh dari diarinya y/n, itu pun cuma tebakan Yoongi kalau dia masih nulis atau ngga. Tapi bisa aja sih nanya ke temen-temennya. Ya, pokoknya ada dua cara buat nyari jawaban masalah y/n. Sekarang, cari dulu dimana buku diarinya.
Sekitar 20 menitan, Yoongi akhirnya sampai di rumah. Dengan cepat dia langsung lari ke kamar y/n, mulai ngobrak-abrik kamarnya, tqpi abis itu diberesin lagi kok.
Yoongi mulai panik, dia ga nemu buku diarinya dimana.
"Dimana dah y/n narok buku diarinya."
Yoongi masih mikir, trus tiba-tiba keingat sesuatu.
"Ah, di lemari baju." Yaudah deh dia langsung nyari. Dan benar aja, ada sebuah kotak yang isinya beberapa buku diari dia. dan salah satunya ya buku diari yang dikasih Seokjin.
Trus sekilas dia senyum, "Sama kayak gue."
Sebelum fokus ke tujuan utamanya makin buyar, Yoongi langsung baca semua isi buku diarinya y/n, dimulai dari buku diari pertamanya y/n—hadiah dari Seokjin.
Dari halaman ke halaman lain Yoongi baca, sambil ngeliat perubahan tulisan y/n dari hari ke hari, hingga Yoongi sampe di halaman terakhir. Halamab terakhir dimana y/n ngga nulis apa-apa lagi tentang kelanjutannya.
Agustus, 2017.
Yoongi balik lagi ke buku-buku yang lain, tapi ga ada kelanjutan sama sekali. Abis itu, Yoongi langsung diam. Gatau mau ngomong apa lagi.
Seketika marah, kesal dan menyesal meluap di seluruh tubuh Yoongi. Marah? Kesal? Tentu aja! Dia kesal sama orang-orang yang jahatin y/n dengan alasan yang ga logis. Ke y/n dia juga kesal. Yoongi ga nutup fakta kalau dia kesal ke y/n karena dia cuma diam aja sementara dia punya masalah. Udah dibilangin sama Namjoon kalau ada apa-apa bilang ke para abang. Wajar Yoongi bisa kesal kek gitu, dia juga manusia. Tapi, rasa menyesal dan bersalah paling banyak Yoongi rasakan daripada kesal dan marah.
"Gue abang kayak mana, sih? Punya adek ga bisa dijagain."
Rasa pedih di hati Yoongi terasa lagi, sama kayak yang Yoongi rasakan pas dia liat y/n nangis dirumah sakit tadi.
"Percuma kalau lu cuma nyesal. Gerak, Yoon." Berusaha buat motivasiin diri sendiri, untuk bantuin si adek keluar dari masalahnya.
Tapi, dia yakin dia butuh bantuan dari orang lain. Teman-temannya? Kayaknya ngga. Ini masalah privasi y/n. Seharusnya keluarga yang berkewajiban membantu.
"Ah." Yoongi ada ide, dia langsung ambil ponselnya trus nyari kontak, dan nelfon seseorang. Yoongi ga bisa tenang dari tadi. Nungguin orang yang ditelfon jawab aja bawaannya marah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Lil Sunshine - BTS
FanfictionPunya adek yang pecicilan? tapi sayang. Punya adek yang nyebelin? tapi dia juga bisa jadi moodbooster. Dia y/n!~ Y/n as You! (Bahasa non-baku) ❀ Started on; 23th April, 2019. Cast; Y/n (your/name), BTS, other cast. Genre; comedy, fanfict, slice of l...
