Tatkala melihat senyuman kamu terukir buat dia,hatiku sakit bagai ditusuk pedang.
Saat diri aku terumbang-ambing menanti dirimu untuk menerima diri ini,Kamu terlihat bahagia dengan si dia.
Sungguh penantian ini hanyalah suatu perkara yang sia-sia pernah aku lakukan, walaupun beribu kali aku berusaha,kamu tetap memilih untuk menolak cinta yang tulus ini.
Bahagialah kamu bersama pilihan yang kamu inginkan,disaat aku melihat kamu tersenyum bersamanya,disaat itulah diriku ini telah tewas.
Dan kini,
Aku sudah menyedari bahawa hatimu tidak mungkin dan tidak akan pernah menjadi milikku walaupun sesaat.
