Warning! Alur semakin tidak jelas tapi aku tetep pengen publish!
Happy reading!
°°°°
"Hhh, seger banget." Aileen terlihat lebih fresh sekarang setelah mandi. Tubuhnya sangat tidak enak tadi, lengket oleh keringat. Mungkin karena Aileen tidak mandi berhari hari karena demam, untung Aileen tidak terlalu bau.
Aileen bingung memikirkan nasibnya sekarang. Bagaimana keadaan tubuhnya di dunia nyata? Apa dia masih hidup atau sudah mati? Dan kenapa Aileen ditempatkan ditubuh gadis ini. Dimana jiwa Aileen yang asli setelah tubuhnya ditempati oleh jiwa Mora?
Entahlah, untuk sekarang Aileen tidak ingin repot repot memikirkannya. Lebih baik dia sekarang mencari ruang makan karena dia sudah sangat lapar sekarang.
°°°°
"Vin?" Vino tersentak kaget saat Risa memanggil sambil menepuk pelan bahunya.
"Kamu kenapa melamun? Karna Alin ya? Dia gapapa kan?" Risa duduk di atas sofa Setelah sebelah you. Vino.
"Nggak kok, tan. Vino nggak papa. Menurut tante, Alin agak aneh nggak sih?" Tanya Vino. Sejak tadi Vino terus memikirkan sifat adiknya yang aneh sejak bangun tadi. Mulai dari memanggilnya dokter, menunggu ayah ibunya yang jelas jelas sudah tiada, dan tiba tiba menanyai siapa Vino.
Setelah menelepon dokter pribadi keluarganya, Vino langsung berlari ke lantai atas saat mendengar Aileen berteriak di kamarnya. Vino terkejut melihat adiknya tergeletak pingsan dihadapan cermin, dengan panik Vino mengangkat tubuh ringkih adiknya dan menidurkan kembali di atas ranjangnya.
Mengapa Aileen berteriak 'Gue siapa' tadi? apa Aileen benar benar hilang ingatan hanya karena demam?
"Iya sih. Alin kayak orang linglung tadi, mungkin efek demam dan dia lagi stres karena bentar lagi mau ujian. Kamu bilangin Alin, jangan memaksakan diri. Kebiasaan adek kamu tuh." Kata Risa, dia sudah selesai memasak ngomong ngomong. Hanya tinggal menunggu Aileen turun dari kamarnya.
"Nak Aileen terlalu banyak fikiran. Dia mungkin stres berat sehingga melupakan sebagian ingatannya."
Vino mengingat perkataan dokter tadi, mungkin benar. Aileen kehilangan sebagian ingatannya karena stres.
"Halo semua, hehe." Semua orang yang daritadi menunggu di ruang makan menoleh ke arah tangga dan melihat Aileen yang telah berganti pakaian dan rambut yang sedikit basah sedang tersenyum canggung ke arah mereka.
"Alin! Sini nak kita makan bareng. Kita udah nungguin lho." Risa menghampiri Aileen yang masih terdiam di anak tangga terakhir dan menariknya pelan ke arah meja makan.
Aileen sebenarnya sudah diam di atas tangga sekitar 5 menit yang lalu. Dia bingung untuk ikut bergabung ke bawah atau tetap diam di kamarnya. Dia bingung, karena walaupun Aileen keluarga mereka, tetap saja dia bukan Aileen yang asli, dia malu tapi perutnya sudah sangat lapar. Untung saja Risa langsung menariknya ke arah meja makan tadi. Dan disinilah sekarang Aileen berada, berkumpul di meja makan bersama keluarga barunya.
Aileen awalnya canggung karena belum terbiasa makan bersama dengan orang baru. Namun semua rasa itu langsung menghilang setelah melihat berbagai jenis masakan di meja makan, dengan semangat Aileen mengambil hampir semua menu yang ada di depannya hingga piringnya sangat penuh sekarang, Aileen mengabaikan tatapan terkejut dari 5 orang lainnya.
"Lo doyan apa kelaperan." Celetuk Adistira yang langsung ditegur oleh Risa yang duduk di hadapannya.
"Kamu itu lho, biarin. Alin kan baru sembuh. Kamu juga di rumah kerjaannya ngabisin beras mulu." Omel Risa melihat kelakuan anaknya yang kadang tidak bisa mengontrol mulutnya. Risa juga merasa aneh sebetulnya, karena biasanya Aileen tidak mau diajak makan bersama. Tapi apa sekarang? Dia bahkan datang sendiri dan juga mengambil banyak makanan. Tidak hanya Risa yang merasa aneh, Danu, Vino dan sikembar pun sama. Tapi mereka senang, apalagi Vino. Sudah sangat lama Vino tidak melihat Aileen makan dengan lahap.
"Ehehehe, Alin laper." Aileen tertawa canggung sambil kembali memakan makanannya, kali ini dengan pelan tidak cepat seperti orang kelaparan. Dia malu.
15 menit berlalu dan acara makan pun selesai, semua piring kotor di atas meja makan sudah di simpan ke tempat pencucian piring oleh Risa yang dibantu Aileen dan Adelina. Untuk urusan mencuci piring, biar dilakukan oleh asisten rumah tangga yang akan kembali datang besok pagi.
"Alin." Risa memanggil Aileen yang hendak kembali pergi ke kamarnya. Sekarang hanya ada Risa dan Aileen di dapur. Yang lain sedang berkumpul di ruang tengah.
"Iya tante? Ada apa?" Aileen berjalan mendekat ke arah Risa.
"Sini duduk." Risa menepuk bangku dekat pantry di depannya yang kosong.
"Kamu masih nggak mau tinggal sama tante dan om?" Risa tidak pernah bosan untuk mengajak Aileen dan Vino untuk tinggal bersama keluarganya sejak orang tua mereka tiada.
Aileen menatap Risa sebentar sebelum menjawab.
"Mmm, nggak deh tan. Aileen mau belajar hidup mandiri sama kak Vino. Lagian kita udah besar. Nggak enak kalo harus ngerepotin tante."
"Kamu ini, daridulu jawabnya gitu mulu. Lagian tante khawatir sama kalian berdua, apalagi kamu Alin. Kamu itu sering banget sakit sejak mamah sama papah kamu gaada, Kakak kamu juga kasian nggak ada yang ngurusin. Dan kamu kalo sakit gaada yang ngurusin, Kakak mu kan kuliah. Kalo tinggal sama tante kan enak, kalian ke urus. Tante sedih liat badan kalian yang jadi kurus." Kata Risa panjang lebar. Risa memang sangat menyayangi Aileen dan Vino, bahkan Risa menganggap mereka seperti anak kandung sendiri.
Risa ingin mereka tinggal dikediaman keluarga Risa bersama suami dan anak anaknya. Tapi Aileen selalu menolak dengan alasan yang sama, dan bila Aileen sudah menolak, maka Vino juga menolak.
"Maafin Alin udah bikin tante khawatir, Alin janji setelah ini Alin bakal selalu jaga kesehatan kok! Alin juga bakal sering main ke rumah tante hehe."
"Kamu ini ya, dari dulu emang udah keras kepala." Risa mencubit gemas pipi Aileen. Sedangkan Aileen hanya tertawa.
°°°°
Setelah Ebi baca ulang ternyata alur cerita ini nggak jelas banget. Malu banget tolong, tapi sayang kalo mau dihapus. Mau revisi tapi males.
Buat kalian yang nemuin keanehan di cerita ini tolong kasih tau ya. Biar Ebi bisa revisi kalo udah tamat nanti.
Vote for next chap!
KAMU SEDANG MEMBACA
Allo figure [DISCONTINUED]
РазноеIni hanya sebuah kisah klise yang menceritakan seorang gadis berusia 18 tahun yang jiwanya harus pindah ke dalam tubuh gadis remaja yatim piatu di sebuah cerita yang belum dia selesai baca. "INI GUE JADI SIAPA WEH?!" Amora olivia °°°° DILARANG PLAGI...
![Allo figure [DISCONTINUED]](https://img.wattpad.com/cover/316591773-64-k591595.jpg)