Seneng banget yang baca cerita ini bertambah. Tapi agak sedih juga karna nggak vote.
Selamat membaca^^
Kasih tau kalo ada typo atau salah dalam penulisan kalimat. Aku ngetiknya ngebut, belum sempet baca ulang.
Jangan lupa vote dan komennya ya^^ Vote dan komen kalian bikin aku mingkin semangat buat nulis^^
°°°°
Aileen terbaring di atas ranjang sambil menatap langit langit kamarnya. Tak lama kemudian, Aileen duduk sambil meregangkan tubuhnya yang terasa kaku lalu kembali melamun menatap dinding kamar. Aileen masih mengumpulkan nyawanya yang masih belum terkumpul.
"Pasti kak Vino yang mindahin gue ke kamar." Gumam Aileen dengan suara yang sedikit serak.
Aileen merasa tak enak pada Vino karena ia malah tertidur saat laki laki itu sedang berbicara padanya. Tadi itu Aileen benar benar tidak bisa menahan rasa kantuknya dan hanya bisa mendengar sebagian yang Vino bicarakan. Itupun samar samar karena Aileen langsung terlelap tidur.
Mungkin karena efek obat yang ia minum sebelum pulang sekolah tadi dan kondisi Aileen yang belum benar benar pulih dari demam sehingga menyebabkan tubuhnya cepat lelah dan mengantuk.
Aileen beranjak dari ranjangnya dan keluar dari kamar untuk mencari Vino. Mungkin kakak Aileen itu sedang berada di kamarnya.
Tok tok tok.
Aileen mengetuk pintu kamar Vino yang berhadapan dengan kamar Aileen. Aileen langsung memasuki kamar setelah mendengar suara Vino yang menyuruhnya untuk masuk.
"Baru bangun?" Tanya Vino yang sedang memangku laptop dengan beberapa buku dan kertas berserakan di depannya.
"He'em," Jawab Aileen sambil duduk di samping Vino.
"Kakak lagi ngapain?"
"Kakak lagi ngerjain beberapa tugas matkul yang ketinggalan. Kenapa?" Tanya Vino sambil mengusak rambut Aileen sekilas lalu kembali fokus pada laptopnya. Vino harus menyelesaikan tugas kuliah yang belum sempat Vino kerjakan karena harus menjaga Aileen yang sedang sakit. Tidak banyak, tapi cukup membuat kepala Vino terasa sangat pening.
"Pasti gara gara jagain Alin kakak jadi ketinggalan pelajaran ya."
"Ngomong apasih kamu? Ini udah jadi kewajiban kakak kali. Bukan salah kamu. Oh iya, katanya makan malem kamu mau diluar?"
"Tapi kakak lagi sibuk."
"Nggak, ini udah selesai. Tinggal di save aja, sana siap siap. Kakak beresin ini dulu." Aileen tersenyum senang mendengar perkataan Vino. Kebetulan Aileen merasa perutnya sangat lapar sekarang.
"OKEY!" Aileen langsung bersiap pergi ke kamarnya untuk berganti baju. Namun saat baru saja sampai di depan pintu, Aileen tiba tiba terdiam. Aileen merasa sedikit tidak asing dengan situasi saat ini. Dengan cepat Aileen melihat jam digital yang berada di atas nakas milik Vino.
06:32 a.m.
Ternyata sudah malam. Aileen teringat kejadian terakhir yang membuatnya berakhir di tubuh Aileen. Kejadian saat Aileen memutuskan untuk pergi dari rumahnya untuk membeli makanan dan berakhir mengenaskan karena ditusuk oleh preman. Dan semua itu terjadi saat malam hari.
"Kenapa dek?" Tanya Vino saat melihat Aileen yang malah terdiam di depan pintu.
"H-hah? Nggak papa. Kayaknya kita makan malem di rumah aja deh, kak." Vino mengernyitkan dahinya heran. Aileen ini kenapa? Padahal tadi Aileen terlihat sangat senang saat mereka akan pergi keluar, tapi sekarang Aileen malah terlihat seperti sedang gelisah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Allo figure [DISCONTINUED]
RastgeleIni hanya sebuah kisah klise yang menceritakan seorang gadis berusia 18 tahun yang jiwanya harus pindah ke dalam tubuh gadis remaja yatim piatu di sebuah cerita yang belum dia selesai baca. "INI GUE JADI SIAPA WEH?!" Amora olivia °°°° DILARANG PLAGI...
![Allo figure [DISCONTINUED]](https://img.wattpad.com/cover/316591773-64-k591595.jpg)