VINCENT menoleh ke arah Helya berkali-kali. Selepas itu, dia termenung jauh seperti sedang memikirkan masa depannya. Sekali lagi dia memandang ke arah Helya yang sedang duduk di sofa sambil menonton televisyen. Ryan yang baru turun dari tangga melangkah ke arah Vincent sambil menggelengkan kepalanya.
" Pergi jelah. " kata Ryan
" Mana? Pergi mana? " tanya Vincent, pura-pura keliru.
" Pergilah. " Kata Ryan lagi sebelum menolak badan Vincent sehingga badan Vincent terdorong ke depan.
" Kurang asam punya budak. " omel Vincent.
Dia menegakkan badannya sebelum menghampiri Helya.
" Ehem. " dehamnya.
" Hmm? " Helya menyahut tanpa menoleh ke arah Vincent.
" Buat apa tu? "
" Joging. " jawab Helya loyar buruk.
Vincent terdengar ketawa seseorang meletus di belakangnya. Dia menoleh ke belakang dan melihat Ryan dan Angel sedang menahan ketawa dengan bahu yang terhinjut-hinjut. Vincent mencerlungkan mata ke arah mereka berdua.
" Nak apa? "
" Um.. aku...nak.. er.."
Vincent menoleh ke arah Ryan dan Angel yang melangkah ke arah sofa lalu duduk dengan satu senyuman yang penuh makna.
" Eh Vin, sejak bila gagap? " usik Ryan.
" Diamlah. "
" Nak apa? " sekali lagi Helya menyoal soalan yang sama.
" Nak- "
" Akak. " potong Ryan.
" Haah. " Angel menyampuk.
" Hah? "
" Hei! " jerkah Vincent.
Ketawa Ryan dan Angel sekali lagi meletus. Ryan cuba menahan ketawanya semula sambil menepuk-nepuk sofa manakala Angel menekup mukanya dengan bantal.
" Goblok! "
Semakin galak ketawa mereka berdua dibuatnya. Helya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil mengeluh. Tiba-tiba hidungnya terhidu bau yang kuat.
" Vin, kau pakai perfume ke? " soal Helya.
" Hah? T..tak. Yeke? eh? " muka cuak Vincent jelas terpapar di wajahnya.
" Dia nak ajak kau keluarlah tu. " kata Angel.
" Ceh! " jerkah Vincent sekali lagi.
" Kau pergilah dating dengan laki kau. Menyemak je. Pergi cari laki kau tu. " marah Vincent yang berasa jengkel.
" Apa? "
Satu suara garau yang datang dari arah pintu hadapan membuatkan ketawa Ryan dan Angel terus mati. Hayes masuk ke ruang tamu sambil meneguk botol airnya. Terus Ryan dan Vincent menegakkan badan mereka. Angel pula membetulkan rambutnya manakala Helya memandang Hayes dari atas hingga bawah.
" Abang pergi mana? Berpeluh bagai. "
Angel memandang Hayes yang bermandi peluh. Baju yang melekat ke tubuhnya menampakkan eight packs dan otot belakangnya. Matanya sempat melihat halkum Hayes turun dan naik ketika dia sedang meneguk airnya. Mata Angel perlahan-lahan naik dari bawah hingga ke atas. Hayes menangkap pandangan mata Angel dan senyuman nakalnya terukir di bibirnya. Angel melarikan pandangan matanya lalu mula bermain dengan telefonnya.
" Joging. " jawab Hayes sambil mendekati Angel.
Dia mendongakkan kepala Angel sebelum mengucup dahi Angel.
" Busuk. " kata Angel untuk menutup malunya.
Dia tidak biasa dengan Hayes yang menunjukkan kasih sayangnya di depan orang lain lebih-lebih lagi di depan Ryan dan Vincent.
Hayes ketawa sambil mengucup dahi Angel. Dia memeluk Angel dengan erat dan membiarkan isterinya itu menangis di dakapannya. Di dalam hatinya, dia nekad mencari jalan penyelesaian agar dia dapat bersama dengan Angel untuk hari esok, lusa, dan selamanya.
MALAM itu, Brodie duduk di dalam biliknya sedang berbincang sesuatu dengan Theressa.
" Teruskan jejak dia. Cari lokasi dia sampai dapat. " arah Brodie.
" Aku tahu. Kau? " soal Theressa di hujung talian.
" Aku akan cuba bawa keluarga aku keluar dari rumah ni. " jawab Brodie dingin.
" Kenapa? "
" Mungkin ni perangkap Hayes untuk bunuh kami sekali gus. Kumpul kitorang kat satu tempat, budak-budak aku seorang pun tak ada dekat sini. " jelasnya.
Dia mendengar Theressa mengeluh. Dia tahu Theressa sudah penat cuba untuk membela Hayes.
" Lantak kaulah. " kata Theressa sebelum talian diputuskan.
Brodie berjalan mundar-mandir di dalam biliknya. Suara Camelia terngiang-ngiang di fikirannya tentang Hayes yang merancang untuk membunuh mereka. Namun sekarang dia berasa tidak pasti. Setelah dia melihat cara Hayes memandang Angel petang tadi di dapur, seakan-akan yang dia benar-benar menyayangi Angel.
Satu pandangan yang dia sangat kenal kerana begitulah pandangan arwah ayahnya setiap kali memandang arwah ibunya. Biarpun digelar sebagai mafia yang bahaya dan tidak berhati perut, namun cinta ayahnya kepada ibunya membatasi segalanya.
Jauh di lubuk hati, dia menaruh harapan, mengharapkan dia sempat merasakan perasaan itu hadir di hatinya.
ANDA SEDANG MEMBACA
His Angel [Complete]
RomanceMafia Romance ⚔️ Perkahwinan ini hanyalah sebuah strategi bagi Hayes, dan satu penjara bagi Angel. Diikat atas motif terselindung, mereka terjebak dalam perang ego yang tidak berkesudahan. Namun, di sebalik perang ego dan motif terselindung, tembo...
![His Angel [Complete]](https://img.wattpad.com/cover/281215489-64-k66828.jpg)