Keesokan paginya di kamar rawat Natsu, Haru terbangun duluan dari tidurnya, sedangkan Natsu masih tertidur dengan ekspresi yang tidak tenang, sisa air mata yang membasahi wajah mungilnya juga masih ada. Haru yang melihatnya merasa sedih dan masih menyalahkan dirinya sendiri atas kejadian saat itu.
Dengan pelan tangan Haru mengusap bekas air mata yang berada di wajah Natsu, kemudian Haru juga memberikan ciuman lembut pada kening Natsu. Keadaan omega tersebut masih terbilang lemah dan belum diperbolehkan untuk keluar dari rumah sakit sehingga harus dirawat lagi dalam waktu seminggu.
Pintu ruangan terbuka dan ternyata itu adalah pelayan dari rumah Haru bernama chiga yang telah merawat haru sejak dirinya masih kecil, dia diperintahkan oleh ayah Haru untuk menggantikannya menjaga Natsu, karena Haru memiliki pekerjaan penting yang harus diselesaikan. Haru sepenuhnya percaya kepada Chiga karena dia juga sangat menyayangi Haru sejak kecil. Haru menunduk dengan hormat kepada Chiga karena lebih tua daripadanya.
"Aku percayakan dia padamu ya bi"
"Tenang saja tuan muda, aku akan menjaganya dengan baik, kau bisa mengurus pekerjaanmu dulu"
"Terima kasih, kalau begitu aku berangkat dulu nanti akan kembali"
Haru pergi meninggalkan ruangan.
Dan beberapa jam kemudian...
"uhuk....hiksss.....h-hentikan....hiksss...."
"Nak, kau baik-baik saja?"
mimpi buruk yang dialami Natsu dan juga traumanya kembali menghantuinya, mentalnya menjadi sangat terganggu, setiap sebelum bangun dia selalu menangis.
"T-tidak...Haru.....ughhh.....hikssss.....jangan.....t-tinggalkan aku......hiksss...."
"Nak?"
Chiga merasa khawatir dan segera memanggil dokter dan cepat datang untuk memeriksa keadaan Natsu.
"Dik Natsu, bangunlah, kau akan baik-baik saja"
"hiksss.....aaaaaaa....hiksssss"
Setelah itu Natsu langsung terbangun dalam keadaan yang terkejut, menatap dokter dan juga Chiga yang berada disampingnya.
"J-jangan sakiti aku.....kumohon....hikss"
Trauma itu makin menjadi parah, dokter pun dan Chiga ikut menenangkan Natsu yang terlihat gemetar ketakutan sambil menangis.
"Jangan takut nak, saya adalah pelayan pribadi tuan Haru, diperintahkan untuk menjagamu selama tuan Haru tidak ada."
Natsu merasa sedikit lebih tenang, namun masih memunculkan ekspresi yang sedikit ketakutan. Ingusnya pun juga ikut menetes dari hidung nya dan itu terlihat sangat imut.
Chiga sedikit tertawa yang melihat Natsu langsung membantu untuk membersihkan ingus dan air mata milik Natsu yang menetes dari wajahnya sambil tersenyum.
"Tenang nak, jangan menangis lagi, aku tau ini berat, tapi kamu memiliki Tuan Haru dan kita semua yang menyayangimu"
".............."
Natsu hanya terdiam dan tidak dapat berkata apapun.
"Kamu harus makan nak, untuk menambah gizi dan staminamu, saya dengar kamu mengalami kekurangan gizi yang parah, kamu harus makan yang banyak."
Chiga Menyodorkan semangkuk bubur komplit dan cakwe dan pangsit goreng yang terlihat enak diatasnya, dan mangkuk kecil sup ayam dengan sayuran.
Natsu hanya menatapnya dan memperlihatkan ekspresi wajah yang kurang nafsu makan.
"Kumohon nak, kamu harus makan ini agar bisa minum obat setelah itu kemudian istirahat."
Dengan terpaksa Natsu menurutinya dan akhirnya memakan bubur tersebut dengan pelan-pelan, namun lama kelamaan habis juga bubur yang telah dimakannya meski dimakan dengan terpaksa.
KAMU SEDANG MEMBACA
With My Love, Forever (BL) (Omegaverse)
DiversosPERHATIAN! CERITA INI MENGANDUNG 21++ KEKERASAN HOMO/GAY BAGI YANG HOMOPHOBIC ATAU GASUKA BACA BXB, DISARANKAN JANGAN BACA. Haloo, aku boleh minta support nya juga dengan kalian mentraktir aku dengan trakteer 1 cendol saja gapapa, kalau kalian suka...
