-----
"Bagaimana jika kita memainkan Poker saja?"
"Ide bagus. Gift."
"Bukankah lebih baik bermain di mesin slot?"
"Ini permainan mudah, kau pasti bahkan saat sekolah sering memainkannya, Tuan. Aku tidak mungkin bertindak curang, kan?"
-----
Suara-suara yang menggema dalam ruangan. Meja-meja berbentuk lonjong, persegi panjang, bahkan bundar telah terisi beberapa manusia yang telah mendudukinya di atas kursi-kursi yang ada di setiap meja disana. Seorang pria berpakaian jas merah memberitahukan pada salah seorang host di ruangan tersebut bahwa dia ingin bermain hanya untuk two players.
"Kau bisa pergi kesana, Tuan. Untung saja meja tidak penuh. Meja itu untuk empat orang." ujarnya dengan ramah dan mempersilakan tangannya ke arah meja bundar yang dituju.
"Baik. Terima kasih. Atas nama Kinn Phakphum Teerapanyakul."
"Texas Hold'em?"
"You're right. Mr. Host." jawab Porsche yang berpura-pura menamai dirinya menjadi Gift sedang merengkuh pinggang Pete yang ada di sampingnya.
Tuan rumah ruangan Poker tersebut lalu berlalu sebentar untuk menuliskan nama lengkap Kinn di daftar pada sebuah papan besar. Sedangkan tiga pria yang lainnya telah menduduki tempat untuk permainan yang akan dimainkan.
"Hin sayang, duduklah di pangkuanku." pinta Porsche pada Pete.
"Tentu, Gift."
Pria yang di ujung meja hanya menatap secara intimidasi pada apa yang dilihatnya. Atensinya lalu beralih pada dealer yang menanyakan berapa chips yang akan dibeli. Dan dia segera menimpali dengan batas pembelian minimum yaitu 1200 baht atau setara $30.
"Siap. Tuan."
"Bukankah kau kaya, Tuan Kinn? Mengapa tidak kau naikkan menjadi $50? $100? 200 dollar?"
"Aku berpikir bahwa kau masih muda. Jika kau kalah, itu hanya akan membuang-buang uangmu." sindir Kinn pada Porsche sambil melirik Pete yang tampak manja duduk di atas pangkuan Porsche dan berhadapan badan dengannya.
"Gift adalah penerus perusahaan ayahnya, Tuan. Dia tentu saja memiliki banyak uang."
"Kau membelaku, Hin. Aku semakin menyukaimu."
Kinn hanya menyeringai dan sedikit menggelengkan kepalanya. Dia ingin sekali menyingkirkan pria busuk yang bernama Gift tersebut dari hadapan pria manis bernama Hin. Menurut Kinn, pacar Gift tersebut tampak polos dan melakukan apa saja demi kekasihnya.
Permainan pun dimulai. Dealer mulai mengocokkan dek, dan membagikan dua buah kartu masing-masing pada kedua pemain. Terakhir, lima buah community card diletakkan di atas board.
"Ada empat ronde pertaruhan. Dua ronde pertama memiliki batas 75 baht atau $2. Dan dua ronde terakhir memiliki batas 150 baht atau $4. Bertaruhlah atau naikkan chipsnya." jelas Dealer.
"Karena kita hanya berdua, tidak ada giliran yang tidak mengeluarkan uang untuk memulai permainan." ucap Porsche dengan tertawa lalu menaikkan sedikit sudut bibirnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
The Cessair Against The World
FanfictionGenre : Crime, Thriller Deskripsi : Porsche dan Pete, dua psikopat yang selalu susah ditangkap oleh kejaran polisi, Cop Vegas Wichapas. Dengan bantuan dari detektif swasta, Kim Satur, dia berusaha untuk memecahkan kasus pelik pembunuhan berantai. S...