Preliminary - Fairytale (1.1)

5K 415 34
                                        

Kafka Alfarez Adhiwangsa, 26 tahun; putra bungsu Adhipati Wangsa dan Stephanie Tamara; Arsitek di Wangsa Karya Konstruksi, perusahaan konstruksi terbesar milik Wangsa Group; tampan dan mapan; cinta setengah mati pada Vivi, anjingnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kafka Alfarez Adhiwangsa, 26 tahun; putra bungsu Adhipati Wangsa dan Stephanie Tamara; Arsitek di Wangsa Karya Konstruksi, perusahaan konstruksi terbesar milik Wangsa Group; tampan dan mapan; cinta setengah mati pada Vivi, anjingnya.

Who is he?

Of course, he is Atalla's boyfriend.

Tambahan, setengah lainnya buat Ata. Seperti yang kerap Kafka bilang. Yang diterjemahkan Ata sebagai: gombal!

Masih terasa seperti mimpi ketika Ata menyadari entah untuk yang keberapa kali bahwa hubungannya dengan Kafka telah berjalan enam tahun, dan masih terus berjalan. Apabila menoleh lagi ke belakang, Ata masih bisa mengingat dirinya, dalam versi yang sangat raw—sinonim dari polos dan menggemaskan menurut Kafka, berada di selasar salah satu gedung dengan raut bingung sekaligus frustrasi. Momen itu, walau sudah sangat lama, masih terasa sangat mengesankan untuk Ata.

Pada satu hari di tahun 2017, Ata bertemu Kafka. Hari itu, Ata yang masih mahasiswa baru diminta oleh Ivanka, mentor ospeknya, untuk menyusul perempuan itu ke Fakultas Teknik—FT. Dengan alasan yang menurut Ata sangat tak masuk akal: karena Ivanka ingin bertemu pacarnya si anak Teknik Sipil setelah tak bertemu selama libur panjang. Jika bukan demi tugas ospek yang aneh-aneh macamnya, Ata bersumpah tak akan menginjakkan kaki ke FT seorang diri.

Ivanka meminta Ata menyusulnya ke taman paling populer di FT, yang ada pohon besarnya. Masalahnya, hanya itu keterangan yang diberikan Ivanka pada Ata melalui pesan singkat. Lalu masalah kedua, Ivanka tak bisa dimintai keterangan lebih jelas. Pesan-pesannya yang ia kirim pada Ivanka tak satu pun dibalas setelah memberi tahu lokasi yang sama sekali tak membantu itu. Ternyata benar yang dikatakan Ketty si manusia doyan mengomentari segalanya. Sebaik-baiknya panitia ospek—seperti Ivanka, tetap saja punya ide jail untuk membuat mahasiswa baru kalang kabut.

Dua puluh menit dihabiskan Ata untuk mengitari seluruh gedung di fakultas ini, tetapi ia belum menemukan taman dengan ciri yang disebutkan Ivanka. Jika tak ingat bapak dan ibunya yang memberangkat ke tanah rantau dengan jerih payah mereka, Ata pasti sudah menyerah dengan rangkaian tugas ospek tak masuk akal dan pulang ke kos untuk mengerjakan tugas-tugas dari dosennya.

Genap setengah jam mencari dan belum juga menemukan, Ata beristirahat sebentar di salah satu pilar selasar gedung yang tak begitu riuh. Ata memeriksa arloji di pergelangan tangannya. Pukul dua siang dan ia belum makan. Selepas kelas Pengantar Mikro, Ata sengaja menolak ajakan Kania, teman satu kosnya, untuk makan di kantin. Ia merasa harus menyelesaikan tugas konsultasi ini sebelum makan dengan tenang.

Ata hendak menghubungi Ivanka untuk meminta maaf karena tak kunjung menemukan tempat yang dimaksudnya ketika mendapati dua laki-laki berjalan dari arah yang berlawanan. Dua laki-laki itu jelas memperhatikan Ata yang tampak seperti anak ayam kehilangan induknya. Baru sekarang Ata menyadari bahwa ternyata ia sudah mempermalukan diri sendiri. Malu sekalian, Ata menegakkan tubuh dan menunggu kedua laki-laki itu sampai pada tempatnya berdiri.

Fiance #2Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang