27.IMAM PILIHAN APPA

3.9K 239 6
                                    

Jika saya dan kamu tidak di pertemukan di surga, maka saya akan berdo'a sekeras mungkin dan meminta kepada Allah subhanawataala agar kita di persatukan di akhirat kelak, kita bersatu di dunia kita juga harus bersatu di akhirat

Akhtar Fawaz Al-Fatih

.
.
.

Assalamu'alaikum, jangan lupa prioritas kan Al-Quran. Jangan lupa shalawat dan Al-Kahfi nya juga♡♡♡.

.
.
.

Bismillahirrahmanirrahim

Happy reading
.
.
.

27.IMAM PILIHAN APPA

Pukul 20:03

"Assalamu'alaikum, permisi"

"Waalaikumsalam, ada perlu apa den?" Tanya satpam rumah itu

"Saya ingin bertemu dengan tuan rumah ini, apakah beliau ada didalam?" Tanya Haidar

Satpam itu mengangguk "Ada den, sebentar saya bukakan"

Di bukannya gerbang oleh satpam itu, lalu mobil Haidar pun masuk ke pekarangan rumah tersebut.

Jantung Haidar berdetak sangat cepat, apakah ini saat nya ia bertemu dengan ayah nya? Apakah ayah nya akan mengenalinya? Haidar harap ini berjalan lancar.

Ia berjalan dengan siapa dinginnya, sedangkan pak Asep diam di dalam mobil, dengan alasan ia tak ingin ikut campur dengan urusan keluarga mereka.

Satpam itu berjalan mendahului Haidar, lalu satpam itu masuk kedalam rumah, dan kebetulan tuan rumah sedang ada di ruang tamu.

"Assalamu'alaikum pak, bu" Ucap satpam itu

Mereka berdua menoleh "Ya? Waalaikumsalam, masuklah" Suruh tuan rumah tersebut

"Ada apa?" Tanya Pria paruh baya itu

"Itu pak, ada yang ingin bertemu dengan bapak" Balas satpam itu sopan

Pria paruh baya itu mengangguk "Suruh dia masuk"

Satpam itu berjalan menuju pintu utama, lalu ia menyuruh Haidar masuk.

Haidar masuk dengan perasaan berkecamuk, sedangkan satpam itu kembali keluar.

"Silahkan duduk" Suruh Wanita paruh baya yang ada di samping nya

Haidar mengangguk, ia jadi tidak enak.

"Ada perlu apa dengan saya?" Tanya Pria paruh yang sudah diketahui dia adalah Winata, ayah dari Haidar

Haidar meneguk saliva nya kasar "Sebelumnya saya minta maaf karena saya telah lancang datang ke kediaman anda, namun saya hanya ingin memastikan apakah anda masih ingat dengan ibu saya yang bernama Disha?" Ucap Haidar

Keadaan menjadi serius, Pria paruh baya itu terlihat terkejut kala nama Disha di sebutkan. Apa apaan ini. Pikirnya.

"Ibu kamu?"

Imam Pilihan Appa Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang