40.IMAM PILIHAN APPA

4.1K 217 17
                                        

Kamu dan Saya, adalah dua insan yang di takdirkan bersama

Akhtar Fawaz Alfatih

.
.
.
Assalamu'alaikum, jangan lupa prioritas kan Al-Quran. Jangan lupa shalawat dan Al-Kahfi nya juga♡♡♡.

.
.
.

Bismillahirrahmanirrahim

Happy reading
.
.
.

40.IMAM PILIHAN APPA

Keesokan harinya. Akhtar dan Aina tengah bersiap untuk pergi ke pesantren milik Abi Abdullah.

Umma Hani dan Umi Halimah ikut membantu mempersiapkan apa saja yang akan dibawa dan dibutuhkan di sana.

Sedangkan Appa dan Abi tengah menghangatkan mobil untuk Akhtar berangkat.

Oia, orang tua dan mertua mereka menginap di sana. Guna menemani Aina yang baru saja pulang dari rumah sakit.

Dikta dan Kenra? Jelas mereka pulang lah. Mereka pulang sekitar pukul satu pagi.

"Apa aja yang harus dibawa sayang?" Tanya Umi Halimah

"Iya nak. Bawa yang sekira nya di butuhkan" Timpal Umma Hani

Ah, Aina ingin berbicara. Namun bibir nya kelu berbicara. Aina hanya diam.

Tak ada jawaban dari Aina. Umma dan Umi menatap Aina bingung.

"Kenapa sayang?" Tanya Umi Halimah

Perlahan Aina mendongak dan menatap ibu dan mertua nya.

"Eu Aina.."

"Iya? Aina kenapa?" Tanya Umi Halimah

"Aina mau batalin pergi ke sana" Balas Aina pelan, namun masih dapat di dengar Umma Hani dan Umi Halimah.

Kening Umma Hani berkerut. Dia menatap putri nya bingung, bukannya dia sendiri yang memaksa untuk tetap pergi? Tapi sekarang dia tidak ingin pergi.

"Kenapa gak ingin pergi? Eh ya bukan maksudnya nyuruh tetep pergi, tapi apa alasannya? Kenapa tiba tiba sayang?" Tanya Umi Halimah

Aina menggeleng "Nggak tau, tiba tiba ga mau aja" Balas Aina

Umu Halimah tersenyum paham. Mungkin efek bayi yang dikandung nya.

"Yasudah, jika tidak mau pergi tidak usah" Ucap Umi Halimah

"Makasih Umi" Ucap Aina seraya memeluk Umi Halimah dari samping

Umma Hani hanya menggelengkan kepala nya "Terus ini gimana? Barang barang nya? Kita bongkar lagi, gitu?"

Aina mengangguk "Iyaaa"

Ceklek

Atensi ketiga kaum hawa itu, menatap pintu kamar mandi yang kian terbuka. Menampilkan Akhtar yang sudah siap dengan pakaian santai namun elegan milik nya.

"Gimana? Siap?" Tanya Akhtar

Aina cengengesan lalu menggeleng, membuat Akhtar mengerutkan kening nya bingung.

"Kenapa belum siap?" Tanya nya

"Istri kamu ga jadi mau pergi" Celetuk Umi Halimah

Akhtar menatap istri nya dengan tatapan mengintimidasi "Kenapa? Bukannya kamu yang kekeh ingin pergi?" Tanya Akhtar lembut

Imam Pilihan Appa [end]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang