"Kenapa tidak bisa berteman dari segala sisi padahal hati kita saling terikat" (Nay)
"Nay ternyata lo suka beneran ya sama gue ?" Tanyanya serius padahal harusnya dia tau hal itu gak perlu di tanyain lagi seolah aku perempuan yang sedang mengemis cinta seorang Fahri
"Fahri sory mungkin gue yang baper sama lo tapi cukup hari ini aja kita ketemu, di lain hari kalo lo ketemu gue kita pura pura gak kenal aja" jawabku sarkas
"Aahhh sakit nay pelan pelan" ringisnya saat ku tekan lukanya karna greget
"Makanya kalo nyebrang tengok kanan kiri untung yang nabrak lo sepeda bukan tronton" omelku sambil ku tekan gemas lututnya yang lukanya cukup dalam tapi tidak begitu mengkhawatirkan
Yaa fahri ketabrak sepeda di parkiran motor. yang lebih bikin kaget lagi adalah yang nabrak itu pak sahlani marbot masjid yg ku kenal jadinya bikin panik semua orang karna pak sahlani pingsan liat sedikit darah di jarinya yang kegores kawat pagar.
Sedangkan fahri ketabrak di bagian sensitif tanda kutif, aduh apaan sih kasian juga tapi ya gimana ya lebih ke malu sih kayaknya. walaupun lututnya ikut luka karna jatuh lumayan keras.
Sekarang kami di UKS menemani pak sahlani yang masih kaget katanya untuk yang pobia sih aku sangat paham karna akupun begitu kaget kalo ada ulet bulu di depan mataku.
Luka fahri sudah di tangani dengan baik lalu bagaimana luka hatiku yang di goshting selama 2 tahun dan datang lagi entah tujuannya apa yang jelas si fahri ini makin ganteng aja di umur 27.
"Nay gue perhatiin ko lo awet muda banget sih ?" Pernyataan konyol apalagi ini
"Muka lo tetep kecil kayak anak SD"
"Semua yang ada di lo serba mini"
Hatiku jengah apaan sih ni orang malah bodyshaming gini
"Gue tau lo dari tadi lagi perhatiin badan gue juga kan ?"
Tuduh fahri padaku, dan memang benar mataku tak bisa beralih darinya ingin aku tanyakan tentang kenapa jari tangan kiri fahri kurang satu, padahal dulu dia sempurna.
Dan kenapa di lehernya ada bekas luka yang cukup panjang, di tambah sedikit bekas luka di jidat, padahal setahuku dulu fahri laki2 glowing mulus tanpa noda, tapi kenapa di hidungnya sekarang ada jerawat Agrhhh kesal sendiri jadinya
"Gue gak akan tanya lo kenapa fahri, gue cuman berharap manusia toxic kayak lo ini musnah aja" jawabku sarkas.
"Nay seandainya kita balik lagi layak dulu" fahri berbicara tanpa ekspresi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mungkin Hari ini
ChickLitNay dengan kisah cintanya yang rumit Jika kehendak tuhan tidak ada kata tak layak
