Hari terus berganti, tapi tidak ada perubahan diantara Jake dan Sunghoon. Sejak Sunghoon mengetahui kehamilan nya Jake, Sunghoon semakin tidak peduli ia bahkan tak pernah ber tanya soal keadaan kandungan yang ada di dalam perut Jake. Jake selalu sibuk mengurus rumah besarnya tanpa ada maid. Itu pun kalau ada palingan cuman disuruh sikat kamar mandi dan mengurus anjing husky besar Sunghoon.
"JAKE!!!"
Jake yang lagi menjemur baju di belakang rumah langsung bergegas menuju ke ruang tamu Jake mengira Sunghoon lah yang memanggilnya ternyata kakak iparnya yang datang
"Loh Jisung? tumben datang ?" tanya Jake sambil mengangkat keranjang yang berisi baju kering
"Emang gak boleh datang?"-Jisung
"Boleh kok, siapa bilang gak boleh"-Jake
"Kok lu yang ambil jemuran sebanyak ini? maid yang lain mana???" Jisung bertanya heran
"Udahlah sungg biar gua aja kali gak papa kok lagian gua juga udah biasa" padahal Jake merasakan capek sekali karna pekerjaan rumah dialah mengerjakan semua dan para maid di liburkan oleh Sunghoon.
Jisung melihat lebam di muka Jake serta luka di keningnya
"Kau habis diapain sama Sunghoon?" tanya jisung dengan penuh tanda tanya
Jake yang menyadari luka di kening belum juga kering