Bab.4 kenyataan

6 1 0
                                        

Kuy lanjut baca (⁠ ⁠~ꈍ⁠ᴗ⁠ꈍ⁠)~...

.

.

.

.

.

Dan keesokkan harinya aku bersiap-siap dan pergi ke taman.

Selama di taman ku mencari anak kecil yang bernama Tom sampai sore hari.

"Apakah yang kemarin malam ku melihat seorang anak kecil hanyalah ilusiku?" Ucapku dengan duduk di ayunan.

Tak lama kemudian ada seseorang menepuk pundakku dari belakang.

"Dor... Tertangkap, kak Anni kalah." Ucap seseorang dari belakangku.

Disaat itu aku terkejut serta merasa tidak asing dengan suara tersebut dan aku melihat ke arah belakang.

"Tom..., Apakah namamu Tom?" Tanyaku dengan ragu.

"Iya kak Anni namaku Tom" Jawab Tom.

"Tom kamu tadi ada dimana saja??" Tanyaku dengan bingung.

"Um.., kemana ya?? Sstt..itu rahasia kak Anni, nanti saja setelah kita bermain petak umpet"jawab Tom.

"Aku jadi ingin tahu dimana kamu bersembunyi Tom." Ucapku dengan berharap diberitahu rahasia tersebut.

"Nanti saja kak Anni, waktuku disini tidak lama"jawab Tom dengan ekspresi wajah yang sedih.

"Kak Anni kita mulai bermain petak umpet yuk, berhubung tadi Tom yang bersembunyi sekarang bergantian kak Anni yang sembunyi dan Tom yang jaga." Lanjut ucap Tom,dengan ekspresi tersenyum.

" Oke, baiklah Tom." Jawabku.
Aku pun bersembunyi di dekat perosotan.

Ketika ku melihat ke bawah. Ku melihat benda tidak asing bagiku di samping perosotan.

"Lho.. inikan loncengnya Tomo, pasti Tomo ada di sekitar sini." Ucapku dan aku pun melanjutkan langkah kakiku ke dalam ruangan yang ada di bawah perosotan tersebut.

Tiba-tiba Tom sudah berada di depanku. Aku terkejut dan bingung bagaimana Tom bisa masuk di ruangan tersebut.

"iiishh..., Tom kamu membuat ku terkejut lagi. Bukanya pintu masuknya hanya ada satu, ditempat yang aku lewati?dan bagaimana bisa kamu berada disini dengan cepat, seperti hantu yang langsung muncul dalam satu detik saja (⁠ㆁ⁠ω⁠ㆁ⁠)?" Tanyaku, dengan bercanda dan perasaan ragu.

Tom pun menjawab dengan senyuman.

"Terimakasih banyak kak Anni. Dengan kenangan yang sudah aku lalui bersamamu, terimakasih sudah merawat Tom. Memberikan Tom tempat tinggal, bermain bersama, meluangkan waktu untuk Tom. Tom minta maaf sudah keluar dari rumah tanpa izin. Dan disini Tom tahu ada orang yang masih peduli dan ada yang tidak peduli." Ucap Tom.

Aku pun tak paham apa yang di katakan Tom.

"Maksud kamu apa Tom??" Tanyaku.

" Dan Kak Anni. Tempat terakhir Tom berada disini, dimana Tom menghembuskan nafas terakhirnya di sini." Lanjut ucap Tom dengan menunjuk tepat dibawah prosotan.

Pandanganku mengarah ke arah yang ditunjuk Tom.

Di atas tanah tersebut terdapat Tomo membujur kaku dan kalung Tomo yang masih berada di lehernya.

" Tom., Kau... Adalah Tomo kucing kecilku" aku terkejut dan menangis.
Dan aku pun memeluk Tomo untuk terakhir kalinya, tetapi tubuhku menembus Tomo.

Tomo mulai menghilang sedikit-demi sedikit, yang membuatku semakin pasti dengan kenyataan ini semua.

"Walau jauh di mata, tetapi dekat di hati. Sampai jumpa kak Anni, best friends forever" Ucap Tomo dan ia menghilang.

"Sampai jumpa Tomo anak kucing tersayang. Best friends forever....ಥ⁠‿⁠ಥ" jawab Anni.

Dari peristiwa tersebut Anni tidak lupa dengan kalimat terakhir Tomo, ia menjadi lebih bertekad akan peduli dengan alam disekitarnya.

.

.

.

.

.

.

𝕬𝖐𝖚 & 𝕿𝖔𝖒𝖔 𝖇𝖊𝖘𝖙 𝖋𝖗𝖎𝖊𝖓𝖉𝖘 𝖋𝖔𝖗𝖊𝖛𝖊𝖗Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang