ini chap sinting yang pertama kali aku buat...
aku amatir nulis nc karena jarang juga :p
kalau gak ngefrel gomene ya!
Happy Reading!
Hema kali ini beneran super duper capek. Dia capek karena abis lembur. Belum lagi kolega yang dateng tadi benar benar menguras emosi nya. Hema bener bener pengen nonjok orang jadinya.
Hema mengetuk pintu rumahnya dengan muka yang ditekuk. Muka capek nya itu udah keliatan banget. Bahkan sampe pucat gitu.
Hema bingung, biasanya jam segini sang suami cantiknya itu masih terjaga. Tapi kenapa tidak ada yang membuka pintu?? Tumben sekali.
Selang beberapa menit, kepala maid pun membukakan pintu. " Eh Tuan Hema, maafkan saya pak. Saya abis dari belakang rumah gak denger kalau Tuan sudah pulang. Maaf ya Pak " Hema hanya membalas dengan senyuman.
" Tak apa apa, Bibi. Terima kasih sudah mau membukakan pintu untuk saya. Oh iya, Dimana Rafan?? Dan apakah Jo sudah tidur "
Bibi hanya tersenyum dan
berkata " Tuan Rafan sudah ada dikamarnya dan Tuan muda Jo sudah tertidur. " Hema yang tau itu langsung menguncapkan terima kasih untuk kesekian kalinya kepada kepala maid.Sang kepala maid pun undur diri alias pamit untuk pulang kerumah nya. Dia tidak lupa memberikan kunci pintu utama kepada Hema. Hema menerima kunci itu dan meletakkannya dilaci dekat televisi.
Setelah memastikan bahwa sang Bibi sudah keluar dari pekarangan rumahnya. Hema langsung bergegas kekamarnya.
Tok Tok Tok
Pintu dibuka oleh Rafan. Hema ternganga ketika melihat Rafan memakai baju maid yang roknya pendek. Hingga menampilkan bokong sintalnya dan paha putih mulusnya.
" Hehehe, halo kak.. Gimana?? Is this costume suitable for me to wear?? aku dikasih ini sama kak yumka. Katanya nanti kamu suka kalau aku pake ini. Gituuu. So.. do you like me wearing this costume??? " Rafan hanya bisa menyengir ketika melihat ekspresi gugup Hema.
Tanpa basa basi Hema langsung menyambar mulut Rafan. Jari jari Rafan meremat rambut Hema, tanda dia menikmati ciuman panas ini. Ciuman Hema menurun kearah leher dan membuat tanda ungu kemerahan dileher putih Rafan.
" Mmhhh " Lenguhan lolos dari bibir Rafan ketika Hema membuat tanda dilehernya. Hema melepas paksa ikatan kostum maid yang Rafan kenakan. Ikatan kostum maid sudah dilepas semua, Hema langsung melempar kostum itu kesembarang tempat.
Rafan sudah full naked karena ia tidak memakai daleman sekalipun, sedangkan kemeja kerja Hema masih rapih terpakai.
Hema mengagumi tubuh Rafan. Matanya yang sayu tanda menikmati kegiatan panas malam itu, puting nya yang seperti minta dijamah oleh jari jemari Hema, kejantanannya yang sudah mengeluarkan precum serta anal merahnya berkedut kedut.
Betapa indahnya Rafan malam itu. Bahkan Hema tidak memalingkan wajahnya sekalipun.
Hema mengambil lube dan menuangkan beberapa ke jarinya. Hema memasukan satu jari terlebih dahulu, dia sangat tidak ingin membuat Rafan kesakitan.
" Nggh! Agghhh! t-therehhh " Lenguhan lolos dari bibir Rafan ketika jari Hema menumbuk prostatnya. " Oh God, you are so sexy Rafan. " Ucap Hema sambil menambah 2 jari. Rafan terjengit.
Rafan menahan lenguhannya dengan bantal. Dalam sekejap Hema langsung menarik bantal tersebut. " Jangan ditahan. " Desahan Rafan semakin kencang ketika ketiga jari Hema menumbuk prostatnya. Tangan kanan Hema yang tadinya menganggur memutuskan untuk mengocok kejantanan Rafan.
Rafan semakin mendesah keenakan ketika analnya dan kejantanannya dibikin enak secara bersamaan oleh Hema. Tiba tiba Hema merasakan ada yang sesak dibawah sana. Ketika Rafan menuju ejakulasi Hema malah mengeluarkan ketiga jarinya dan itu membuat Rafan merengek kesal.
Hema sekarang shirtless. Dia cuman make celana kerjannya saja.
" Sebentar ya sayang, aku cari kondom dulu. " Hema sudah mencari kesegala laci tapi tidak menemukan benda pipih tersebut. " Kayaknya gak usah pake kondom deh, aku mau buat adek untuk Jo. " Hema terkekeh ketika mengatakan hal tersebut.Hema buru buru melepas resleting celananya dan melepas celana serta dalamannya kesembarang tempat.
Kini Hema sudah mengambil ancang ancang untuk melesakkan kejantanannya kedalam lubang Rafan. " If you feel pain, just claw my back. Understand?? " Perintah Hema pada Rafan, Rafan hanya mengangguk pelan.
" A-akh! It's hurts kak! " Rafan meringis, bagian bawahnya itu seperti ingin sobek. " Maaf maaf maaf, aku berhenti beberapa menit deh " Hema beneran bakalan gila kalau dia dalam keadaan mabuk. Masalahnya ini bukan sekali dua kali mereka berhubungan badan dan hole Rafan masih sempit seperti Hema pertama kali menjamah tubuh Rafan.
" Kak.. move " Setelah dapat instruksi dari Rafan, Hema pun langsung menggerakkan pinggulnya dan menumbuk boleh Rafan dengan sedikit brutal.
" Anghhh! Nggh! t-therehhh kakkhhhh " Lenguhan kembali lolos dari bibir Rafan yang mengkilat karena saliva dirinya dan Hema. Hema semakin cepat menumbuk prostatnya Rafan. Bahkan kasur mereka sampai berbunyi karena adegan panas ini.
Hujan bahkan semakin deras, seakan akan mereka menikmati apa yang sedang Hema san Rafan lakukan malam itu.
" Cum! cum! Kak aku mau c-cumhh! " Pekik Rafan ketika ia merasa kejantanannya akan ejakulasi. " Together sayangku. " Hema semakin kencang menumbukan kejantanannya ke hole Rafan.
Hingga akhirnya mereka berdua ejakulasi bersama. Hema membiarkan sperm nya mengalir dari hole Rafan.
" Oh, God. Rafan, you know?? you are very beautiful and sexy tonight.. Cuman gue yang bisa liat lo telanjang kayak gini. Cuman gue seorang. Lo punya gue. Gak ada yang boleh liat lo kayak gini selain gue. Dan gak ada yang boleh milikin lo selain gue. Lo mau make kostum seksi ke pesta manapun itu gapapa, gue jago berantem. Gue gak segan segan bakalan memberikan pelajaran kepada orang yang berani nyentuh lo. " Kata Rafan, Hema kalau udah kayak gini serem. Tapi yang dia ucapkan ini bener, alias 100% terbukti.
Buktinya adalah temannya Hema, Sagam. Dia pernah gak sengaja mabuk dan hampir mau menyetubuhi Rafan saat itu juga. Untung nya Hema datang tepat waktu, dia langsung menonjol Sagam <biar sadar dari mabuk katanya> dan bener, Sagam langsung sadar.
" Kamu lagi capek banget ya??? Mau aku sepong?? " Hema terperanjat ketika Rafan secara frontal menyebut kalimat yang vulgar itu. Tapi ya namanya juga udah hilang akal Hema langsung mengangguk.
Hema duduk disofa dekat kasur. Dan Rafan sudah berada di depan kejantanan yang akan ia jamah itu. Rafan dengan lihai menghisap dan menjilat kejantanan Hema.
Hema benar benar hoki malam ini. Yang tadinya merasakan kehangatan hole Rafan, sekarang dia merasakan kehangatan mulut Rafan.
<Sudah semenjak 2 bulan yang lalu mereka berhubungan badan. Itu juga karena Rafan sibuk dengan butiknya dan Hema yang sibuk dengan berkas berkas penting dikantornya.>
Sudah 2 menit Rafan memanjakan kejantanan Hema, akhirnya ia pun ejakulasi. Rafan menelan semua cairan itu tanpa rasa jijik sekalipun.
Itulah cuplikan dari kegiatan panas Hema dan Rafan yang mereka lakukan ketika hujan hujan ini.
Emang bener kata orang orang, Kalau pas hujan itu enak nya sama yang hangat hangat, mulut Rafan contohnya. - Hema
AAAAAA GOMENASAAIIII
aku gak terbiasa bikin kayak ginian... T___T
I'm really bad at writing nc :[
Awalnya mau aku jadiin draf aja but mma friend said I'd better publish it hehehehe :DD
Jangan lupa vote, komen dan follow ya!
hehehehehe baibaiii

KAMU SEDANG MEMBACA
ׁ .. ✿ Hermosa : ALL × NI-KI ୧ ⊹
ContoHermosa memiliki arti yaitu, Cantik. ୨୧ Random genre﹒ׁ۪ ୨୧ ୨୧ Ni-Ki subm﹒ׁ۪ ୨୧ ୨୧ Ni-Ki × Enhypen﹒ׁ۪ ୨୧ ୨୧ Beberapa chap ada pair lain﹒ׁ۪ ୨୧ don't forget to votement && follow ya !! - Warm Regards, Kayima.