2. After Everything

20.2K 774 22
                                        

🎵 Colde After Everything

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

🎵 Colde After Everything

JANGAN LUPA DI VOTE & KOMEN
YA SAYANG

ꕤꕤ

"Ikut aku sekarang juga.” Jeon bahkan belum melepas jasnya saat perintah itu terlontar begitu saja dari bibirnya, begitu tegas dan tak terbantah.

Sunny menyangka Jeon sudah melupakan keinginan itu. Namun pada akhirnya, pria itu tetap teguh pada pendiriannya. Sebulan penuh mereka tinggal bersama, tetapi kenyataannya tidak ada yang berubah di antara pernikahan mereka itu.

Mungkin semua ini salahnya—mengapa ia tak kunjung mampu memberikan keturunan untuk suaminya di pernikahan yang sudah menginjak enam tahun. Akan tetapi, di antara mereka tidak ada yang salah atau benar. Sunny hanya ingin memperjelas seperti apa pernikahan yang mereka jalani. Semuanya berdiri di atas kebutuhan, bukan perasaan. Selamanya akan tetap sama tanpa ada kemajuan.

Sunny menghela nafas, lalu menutup kembali majalah di tangannya. Dia menaikan pandangannya, melihat Jeon yang sibuk dengan ponsel di tangannya. Tanpa banyak bersuara, Sunny memilih pergi meninggalkan ruang tamu—menghindari suaminya jika itu yang terbaik.

Jeon melihat Sunny hendak pergi pun segera menahan tangan sang istri. "Kau mencoba menghindariku?”

Langkah Sunny tertahan seketika. Namun, dia tetap tak mau melihat ke arah Jeon.

"Aku sibuk," jawabnya malas. Dia bersikap demikian karena ingin menghindari Jeon. Pria itu semakin kesini semakin menuntut ini dan itu. Lelah sekali menjadi istri Jeon yang selalu dituntut menurutisegala keinginannya.

“Sun,” Jeon memanggil istrinya pelan. Pada akhirnya Sunny memutar badan, menghadapi Jeon. "Jangan pura-pura lupa. Sebulan yang lalu aku sudah mengatakannya untuk mengajakmu ke rumah sakit.”

Sunny menarik tangannya yang masih di genggam oleh Jeon. Jujur, dia risih dengan sentuhan itu.

"Aku tahu," jawab Sunny dingin. "Aku tidak akan kabur ke mana-mana, tunggu aku di sini. Aku akan berganti baju dulu," tambahnya dengan raut wajah tak senang.

Sebenarnya Jeon sedikit demi sedikit mulai berubah walaupun Sunny tak menyadarinya. Dia sudah sedikit perhatian sebulan ini. Namun hubungan mereka kembali merenggang saat Jeon terus menegaskan keinginannya mengenai keturunan. Sikap Sunny justru berubah seketika. Apalagi saat mereka melakukan hubungan badan dengan intensitas tanpa jeda setiap harinya. Jeon mulai merasa keganjilan jika kali ini akan berhasil karena Sunny tidak kunjung datang bulan saat mereka berhubungan. Oleh sebab itu hari ini dia berinisiatif mengajak istrinya untuk melakukan pemeriksaan. Sunny memang tak pernah mau terbuka, sama halnya dengan Jeon. Ego mereka sama-sama besar.

SINGLE MOOM'S? [SUDAH TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang