❗️FOLLOW & VOTE DULU SEBELUM BACA❗️
Seorang wanita yang tidak ingin hidupnya terikat dalam hubungan pernikahan, akan tetapi menginginkan anak tumbuh dan lahir dari dalam rahimnya. Lalu bagaimanakah hal itu bisa terjadi?
Suatu hari Kim Jesslyn Nara a...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
🎵Gaeko, Kim Na-yeong - Heart Break (Ost The King Eternal Morch)
JANGAN LUPA DI VOTE & KOMEN YA SAYANG
ꕤꕤ
Seharusnya pagi disambut dengan kegembiraan. Namun, kali ini tak lagi sama seperti pagi-pagi sebelumnya. Kejadian tragis semalam membuat kedua keluarga larut dalam tangisan dan kecemasan, suara mereka menggema di lorong rumah sakit hingga menjelang fajar.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sebuah kejadian yang tak pernah mereka duga justru terjadi. Berita kecelakaan putra dan putri mereka sudah menggema ke penjuru negeri. Berita itu menjadi trending topik pagi itu. Pencariannya sudah berada di peringkat atas.
Keluarga dari Jeon dan Sunny sudah berada di rumah sakit saat kepolisian menelepon mereka pada pukul sepuluh malam kemarin. Tak butuh waktu lama, orang tua Jeon maupun Sunny langsung menuju rumah sakit tempat anak-anak mereka ditangani. Penanganan Jeon dan Sunny membutuhkan banyak sekali waktu karena kecelakaan itu begitu parah dan serius. Mobil yang mereka tumpangi bahkan ringsek tak berbentuk lagi. Untuk saja mereka bisa diselamatkan sebelum mobil itu terbakar.
Namun tetap saja, keadaan keduanya memang begitu parah. Pada dini hari orang tua Jeon harus menyetujui operasi saat itu juga. Mereka begitu terkejut sampai terduduk lemas menanti pintu ruang operasi terbuka. Raut wajah cemas menghiasi semuanya. Linang air mata menghiasi mata mereka sepanjang malam. Tidak ada percakapan, hanya ada kesedihan.
Beberapa saat kemudian, pintu ruang operasi itu akhirnya terbuka perlahan. Dari baliknya keluarlah seorang dokter dengan pakaian hijau lengkap dan masker masih menutupi separuh wajahnya.
Melihat itu, kedua keluarga yang sejak tadi menunggu sontak bangkit hampir bersamaan. Mereka merapat, mendekati sang dokter penuh harap. Hanya kabar baik, itu yang mereka harapkan.
"Bagaimana dokter? Apa semuanya baik-baik saja?" tanya ibu dari Jeon dan Sunny secara bersamaan.
Dokter itu sempat diam sejenak sebelum bersuara. Sang dokter menghela nafas sedikit berat, kemudian menyilangkan tangannya ke depan. "Saya sudah berusaha sebaik mungkin. Namun, saya tidak bisa menyelamatkan nyawa dari pasien bernama Sunny," ucap Dokter itu langsung menundukkan kepalanya sebagai wujud ucapan belasungkawa atas kehilangan salah satu keluarga pasiennya.