....
"Kringggg kringggggg....."
Suara jam beker milik Kafka berbunyi tepat jam 04.50. Kafka segera membuka matanya dan bangun untuk membersihkan dirinya dan segera pergi untuk melaksanakan ibadah Shalat Subuh namun sebelum itu dia akan pergi untuk melihat kedua adiknya apakah mereka sudah bangun atau belum
Pertama Kafka pergi ke kamar adik bungsunya itu dilihatnya adiknya itu sedang melaksanakan Shalat lalu dia pergi ke kamar adik laki laki nya yang selalu saja susah untuk di bangunkan
Perlahan Kafka memasuki kamar adiknya itu dan benar saja adiknya itu terlihat masih tertidur pulas dengan selimut nya
"Woy kebo bangun kagak! kalau kagak abang siram pakai air satu ember mau?!.." teriak Kafka kepada adiknya yang masih saja tertidur dia kesal karena selalu saja adiknya yang satu ini sangatlah susah dibangunkan
"Ishhh abang bentar ih Haikal masih ngantuk tau 2 menit lagi ya"
"Oh gitu ya mau abang tambahin hafalan surat nya hah?!"
"Iya bang ini Haikal mau ke kamar mandi terus shalat" ucap Haikal sembari bergegas lari untuk bersiap melaksanakan ibadahnya
Setelah Kafka memastikan kedua adiknya itu melaksanakan ibadah Kafka segera ke kamar nya dan bersiap untuk Shalat Subuh lalu bersiap untuk sekolah
"Woy Abang abang nya Nindi cepet sarapan atau gak mau sarapan hah?"
Teriak Nindi dari meja makan memanggil kedua abangnya untuk sarapan
"Astagfirullah Nindi udah di bilang jangan pernah teriak pagi pagi malah tetep aja dilakuin udah tau suaranya cempreng" *batin Kafka yang sudah lelah dengan adiknya
Kafka lantas pergi sembari membawa tas nya dan segera berjalan ke meja makan
"Nindi bang Kafka kan udah bilang jangan suka teriak di pagi hari kasian tuh tetangga nanti ke ganggu gara gara teriakan kamu"
"Hehe maaf bang abis nya Nindi mager kalau harus manggil ke kamar"
"Hadeh Nindi, dimana Haikal biasanya tuh anak paling cepet kalau masalah makanan, bentar abang liat dulu ke kamar nya ya"
"Iya bang"
Kafka segera pergi ke kamar adik laki laki nya itu dan melihat adiknya itu sedang apa karena tidak biasanya dia seperti ini
Kafka mengetok pintu adik nya namun tidak ada jawaban dari adik nya itu untung saja pintu kamar adiknya tidak di kunci
"Tok Tok Tok..."
"Haikal abang masuk ya.."
Kafka masuk ke dalam kamar adiknya itu dan terlihat adiknya itu masih berbaring di tempat tidurnya
"Haikal kamu gapapa kan?"
"Abang kayaknya Haikal gak masuk sekolah dulu deh tadi abis shalat tiba tiba kepala Haikal rasanya sakit jadi Haikal tidur lagi aja" Ucap Haikal dengan nada suara yang lemas
"Ya ampun kal badan kamu panas mau abang anter ke rumah sakit?"
Tanya Kafka sambil mengelus kening adiknya yang terasa panas
"Gak bang Haikal gamau ke rumah sakit Haikal maunya di kompres aja terus minum obat ya bang"
"Ya sudah kalau begitu nanti abang minta Nindi buat kompresin kamu ya terus Nindi biar abang yang anter, nanti biar abang aja yang minta izin ke guru kamu"
"Iya bang"
Kafka segera turun ke bawah dan meminta agar adik perempuan nya itu memberikan obat dan mengompres adik laki lakinya yang sedang sakit
KAMU SEDANG MEMBACA
Stars Without Moonlight | Huang Renjun FAIL!
Teen FictionKafka... seorang remaja tampan yang memiliki sifat tegas dan pemberani namun memiliki hati yang sangat lembut, malangnya dia harus merasakan pahitnya takdir yang Tuhan berikan untuk dirinya di usianya yang masih sangat muda,akan tetapi baginya dia p...
