Perhatian⚠️ Typo tersebar dimana mana,,Mohon baca dengan baik dan teliti!!...
Selamat membaca..💚
"Tok tok tok..."
"bang Kafka Nindi udah siapin makanan ayo cepet abang turun dan makan abang belum makan apapun dari pagi loh..." panggil Nindi sembari mengetok pintu abangnya
"Iya Nindi nanti abang turun,abang mau mandi dulu.." Jawab Kafka dari dalam kamar
"Iya bang cepetan keburu dingin makanannya"
"Iya Nin jangan lupa panggil Haikal dan suruh makan ya"
"Iya bang Nindi panggil dulu Bang Haikal nya"
Kafka segera membersihkan dirinya dan Nindi juga segera pergi ke kamar Haikal
"Tok tok tok..."
"Bang Haikalll yok makan dulu abang kan harus minum obat" teriak Nindi dari luar kamar Haikal
"Iya bentar apa gausah teriak teriak telinga abang sakit nih"
"Yaudah mangkanya cepet keluar terus makan"
"Ish nanti abang nyusul aja"
"Gak Nindi bakal terus teriak disini sampai abang ikut Nindi turun terus makan"
Haikal yang sudah lelah dengan sikap adiknya hanya bisa pasrah menuruti keinginan adiknya, Haikal lantas keluar dari kamar nya dan ikut turun ke meja makan bersama adik nya
"Nah gitu dong,ayo bang makan dulu"
"Iya,iya bang Kafka mana?"
"Bang Kafka mau mandi dulu katanya"
"Yaudah yok bang turun terus makan abang harus minum obat"
Disisi lain di kamarnya Kafka sedang bersiap siap karena setelah makan dia harus berkumpul dengan teman temannya, dia mengambil Ponselnya di dekat rak buku yang penuh dengan buku buku Novel.
Kafka membuka layar ponselnya dan mencari Nomer Jevano
Jevano Radita
You
Jev,ini gw Kafka gimana lo
Jadi nongkrong bareng
kita kan?
Read
Jevano
Kafka?oh iya gw jadi
Kok nongkrong bareng
Btw mau dimana nongkrongnya?
You
Bentar gw serlok dulu
Read
Jevano
Siap👍🏻
You
📍CAFE KASIAN DITINGGAL
Read
Jevano
Siap tunggu gw
You
Gw tunggu
Read
Jevano
👍🏻
Kafka segera keluar kamar dan turun menuju meja makan terlihat kedua adik nya itu sedang makan sembari tertawa, Kafka lantas mengembangkan senyum manis milik nya dia sangat bahagia melihat kedua adik nya itu bahagia meski tidak dengan kasih sayang orang tua.
Sebenarnya Kafka sangat sedih karena kedua adiknya tidak pernah merasakan kasih sayang dari orang tua nya, tapi Kafka sangat senang jika kasih sayang yang dia berikan kepada kedua adiknya itu sudah cukup
KAMU SEDANG MEMBACA
Stars Without Moonlight | Huang Renjun FAIL!
Teen FictionKafka... seorang remaja tampan yang memiliki sifat tegas dan pemberani namun memiliki hati yang sangat lembut, malangnya dia harus merasakan pahitnya takdir yang Tuhan berikan untuk dirinya di usianya yang masih sangat muda,akan tetapi baginya dia p...
