Kafka... seorang remaja tampan yang memiliki sifat tegas dan pemberani namun memiliki hati yang sangat lembut, malangnya dia harus merasakan pahitnya takdir yang Tuhan berikan untuk dirinya di usianya yang masih sangat muda,akan tetapi baginya dia p...
PERHATIKAN SETIAP KATA KATANYA AGAR TIDAK TERJADI KESALAHPAHAMAN!!
Sebelum lanjut ceritanya author mau kenalin sahabatnya Nindi dulu nih!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
KARENHANINDITA
Cewek populer di sekolahnya,yang pasti satu sekolah+satu kelas sama Nindi,anak CEO terkenal, sahabatan sama Nindi dari orok
***
"BANG KAFKA!!! DIMANA BANG KAFKA?!"
"Nindi tenangin diri dulu disini ada bang Ikal jadi Nindi gausah takut ya?"
"bang Ikal itu bang ayo kita jemput bang Kafka ke Paris!"
"tapikan Nin bang Kafka bisa sendiri pulangnya lagian bang Kafka udah tau gimana buat ngejaga diri dia"
"bang Ikal!! asal bang Ikal tau ya Nindi nangis terus pingsan begini karena Nindi dapet pesan dari pihak rumah sakit dan juga pihak hotel yang bang Kafka tempatin buat dia istirahat di Paris itu kebakaran bang!!bang Kafka salah satu korbannya sekarang bang Kafka lagi kritis bang dia butuh kita!"
"APA?!! BANG CHANDRA,BANG VANO,BANG ANDY,BANG WILLI CEPAT KESINI!!!"
Chandra, Vano, Andy,dan William yang sedang memakan makanannya di ruang makan itu seketika bergegas berlari menuju kamar Nindi setelah mendengar teriakan dari Haikal yang terdengar sangat panik
"Haikal ada apa teriak teriak kenceng gitu?mau di marahin tetangga apa?"
"biarin aja kali bang Will lagian tetangga ga bakal denger paling nyamperin ke rumah"
"sama aja dodol! nah sekarang kenapa manggil kita?"
"bang Will,bang Kafka jadi korban kebakaran di hotel yang dia tempati sekarang bang Kafka lagi kritis di rumah sakit mangkanya tadi Nindi tiba tiba nangis terus pingsan"
"APA?!!!!" semuanya sontak terkejut dengan ucapan yang di katakan Haikal tadi berhasil membuat semuanya mengeluarkan air mata dan perasaan takut yang luar biasa mereka semua tidak ingin kehilangan sosok seperti Kafka
"sudahlah Haikal,Nindi kalian tidak usah menangis lagi bang Willi dan bang Chandra yang akan mengurus tiket dan passport untuk kita semua berangkat ke paris sekarang kalian semua cepat siapkan barang barang kalian,oh ya Van lo tolong bilang ke anak Baracas buat kasih tau kalau Kafka lagi kritis di rumah sakit"
Semuanya lantas mengangguk perkataan yang William ucapkan,kini semuanya segera bersiap untuk berangkat ke Paris kecuali Vano dia sedang memberi tahu kabar Kafka kepada teman-temannya yang lain