Salma memelankan langkahnya saat baliho Oppo Reno 7 diatas toko tempatnya bekerja sudah terlihat jelas oleh matanya. Tinggal beberapa langkah lagi. Napasnya terengah-engah lantaran ia sedikit berlari karena sudah terlambat.
"Huhh, nyampek juga akhirnya" Ucap Salma lega.
Saat sampai ke toko, ia melirik ke barisan etalase opponya. Tidak ada orang.
Ia langsung bergabung ke barisan etalase Samsung Vivo yang bersebrangan.
"Kak Hanggi mana?" Tanya Salma dengan gerakan mulut tanpa suara.
Dengan gerakan mulut tanpa suara juga Syifa menjawab. Ia menempatkan kedua telapak tangannya disamping telinga kanannya sembari menutup mata. Pertanda orang yang mereka bicarakan sedang tidur.
Syifa lalu menunjuk kearah bawah disamping kirinya.
"Kak, ada Samsung?" Pancing Salma dengan suara yang dilembut-lembut
kan agar penyamaran berhasil.
"Vivo nya ngga mau kak?" Bantu Syifa atas pancingan Salma, mengerjai Hanggi.
"Adaaa, kak, Samsungnya ada" Ucap Hanggi sontak langsung berdiri dari tempat tidurnya.
"Type beraaa-" masih gantung Hanggi tanya sambil berusaha berdiri.
"ih Sallllllllllllllll" Cerocos Hanggi langsung kesal saat melihat, Hanya Salma yang berdiri didepan etalase Samsungnya, tidak ada pembeli.
"Huahhahhaha" Tawa Salma dan Syifa pun pecah melihat ekspresi target.
"Aku udah dua hari ini belum selling loh Sal" Ucap Hanggi lemas, lalu duduk di kursi panjang belakang etalasenya dengan posisi kepala tergeletak di atas etalase tersebut.
"Lagian Kaka, gaji 2 digit, bantal busa packing, tempat tidur kardus packing" Ledek Salma sedikit nge-gas.
"Itumah gaji lu. Penjualan lo ya yang aman tiap bulan"
"O iyayah" Jawab Salma dengan menaik turunkan alisnya sembari tersenyum bahagia meledek Hanggi.
"Eh dek Mentos" Sapa Salma saat seseorang lewat dari sampingnya.
"Manda! A-manda!" Eja Manda memberitahu namanya.
"Heleh sama-sama M pun, salah-salah dikit pun ngga bisa kau maafkan" Ucap Salma dengan gaya santainya.
"Eh Kak Ranty kok belum turun mentos?" Tanya Salma kali ini dengan nada serius.
"Oh, Kak Ranty sakit kak Sal" beritahu Manda.
"Hahh??" Salma kaget lalu langsung berlari ke lantai 3.
Saat ingin membelok ke lorong menuju lantai 2. Gdebub, dahi Salma terbentur ke kepala Rony yang ingin masuk ke toko. Dan benturannya itu cukup keras.
"Aduh sakit banget" Salma membungkuk, meringis kesakitan sembari memegang keningnya.
"Eh-" Ucap Rony terdiam menatap Salma dengan kedua tangan terangkat seperti ingin memegang kening Salma. Namun Salma langsung berlalu tanpa menyadari hal yang akan dilakukan orang yang menabraknya.
______
"Waaaak, lo kenapaaaah" Teriak Salma yang masih berada ditangga.
Salma buru-buru membuka pintu kamar Ranty, mendekat ke Ranty yang terbaring di tempat tidurnya. Dan memegang sambil memeriksa kening Ranty.
"Aduh panas banget" Ucap Salma spontan.
"Lo udah makan Wak?"
"Udah, tapi ga banyak, kalo makan mau muntah" Ucap Ranty lemas.
KAMU SEDANG MEMBACA
PHONE PROMOTER
RandomDisaat kamu berfikir ingin memberikan yang terbaik, kamu malah menjadi yang terburuk.
