| 6 | Jarak Dan Dekat

1.2K 170 13
                                        

Apakah sebuah rasa kehilangan sudah menjadi nasibnya sekarang? Walaupun berbeda, tapi bukankah dampaknya sama? Sakura menjadi orang yang ditinggalkan dan menjadi sendirian.

Di gerbang Desa, Sakura menatap sendu kepergian satu-satunya sisa anggota tim 7, Naruto dan Guru Jiraya nampak berjalan beriringan meninggalkan desa dengan tubuh keduanya yang perlahan mulai menghilang.

Angin berhembus menerpa wajahnya hingga membuat helaian merah muda itu terlempar ringan ke udara, genangan yang sejak tadi ia tahan pada akhirnya menetes dari kedua matanya dan dengan cepat pula tangannya menghapus.

Kepalan tangan yang berada di depan dada menggenggam erat, tatapannya masih tertuju pada punggung kecil Naruto yang semakin menjauh.

"Kalian akan berlatih dengan keras untuk mencapai sebuah kekuatan besar," Sakura berujar lirih.

Kedua matanya memejam kuat dan aliran air mata pun kembali tercipta dan lagi-lagi langsung diusapnya. "Dan ... aku pun akan berlatih lebih keras," tatapannya tajam menjurus ke depan, sebuah tekad kuat nampak terpancar dari kedua emerald nya. "Ya! Aku tak akan membiarkan kalian berdua kuat tanpa mengajakku, akan kupastikan suatu saat nanti bisa berjalan bersama kalian,"

"Kau keberatan Naruto meninggalkan desa?"

Suara rendah namun berat itu mengalun menghantam gendang telinga si musim semi, Sakura tidak berbalik, ia telah mengetahui milik siapa suara itu, dan juga karena keadaannya yang masih banjir air mata membuatnya tak ingin berhadapan dengannya.

Sakura mencoba mengatur napas, dan akhirnya menjawab, "Tidak, aku tahu dia meninggalkan desa untuk kebaikan. Dan, aku yakin ketika dia kembali nanti, Naruto sudah menjadi jauh lebih hebat,"

Keheningan pun tercipta, sosoknya kini hanya mampu memandang punggung gadis kecil yang berjarak beberapa langkah saja di depannya dalam diam, wajah tenangnya jika diperhatikan lebih dekat nampak menyembunyikan perasaan yang hanya dia sendiri lah yang mengetahuinya.

"Aa~ dan kau pun begitu. Jangan menyerah, Sakura." Akhirnya sosok itu pun berucap.

Sakura sedikit tercekat mendengarnya, dengan sebelumnya menghilangkan jejak air mata di kedua pipi, tubuh Sakura bergerak cepat untuk berbalik. Saat itu pula emerald si gadis menemukan keberadaan Neji di sana, namun tatapan Sakura berubah cemas ketika melihat keadaan tubuh laki-laki itu.

Tanpa pikir panjang Sakura langsung berjalan cepat untuk mendekat. "Neji-san? Ada apa denganmu? Kau terluka?" Sakura tanpa sadar menyentuh lengan Neji berniat membantu laki-laki itu untuk menahan beban tubuhnya.

Jika saja Sakura tidak berbalik mungkin gadis kecil itu tidak akan pernah mengetahui keadaan Neji saat ini, lantaran laki-laki itu sama sekali tidak terdengar meringis, suaranya nampak biasa seolah-olah tubuh itu baik-baik saja tanpa adanya luka, padahal jika diperhatikan kini di beberapa tubuhnya terlihat ada lebam serta goresan.

Neji sedikit terkejut melihat respon Sakura, bibirnya berkedut tipis yang mana sama sekali tidak disadari oleh Sakura karena gadis kecil itu nampak mencemaskan Neji dengan terus bertanya mengenai keadaannya dan manik yang menjelajahi luka-luka miliknya.

"Aku baik-baik saja, ini hanya luka akibat aku berlatih dengan Guy-sensei." Neji menjawab dengan tanpa mengalihkan tatapannya dari raut cemas Sakura.

Hatinya menghangat kala itu, serta dadanya pun mulai berdebar kencang, Neji sebisa mungkin menyembunyikan semuanya dalam wajah datar serta sikap tenangnya.

Terdengar helaan napas dari bibir si musim semi. Baiklah, mereka adalah shinobi, kejadian seperti ini sudah menjadi makanan sehari-hari dan sebagai ninja medis sudah sepatutnya Sakura memberikan pertolongan pada luka-luka yang Neji miliki ini.

𝐖𝐈𝐓𝐇 𝐘𝐎𝐔 || SELESAI ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang