bel sekolah sudah bunyi dari tadi, sekarang haruto sedang di halte menunggu bis. tiba-tiba langit menggelap yang pertanda akan turunnya hujan
Gemericik air mulai membasahi kota tapi haruto masih setia menunggu bis nya datang tadi pasangan kyumashi mengajak dia untuk pulang bareng tapi ia tolak sekarang ia menyesal karena menolak tumpangan gratis itu
"aduh hujan lagi, gimana haru pulang? bis nya lama banget datang nya huft... Haru bosan"
"mau ikut gue pulang bareng ga? Ini hujan nya lumayan deras banget " tawar jeongwoo
"eumm boleh deh"
"ayo masuk, nunduk nanti lo masuk angin kan berabe"
"Iya iya jeongwoo" senyum haruto saat memasuki mobil jeongwoo
"ngapain duduk di belakang? Memangnya gue sopir lo? Sini duduk depan" perintah nya
"hehehe iya ini aku duduk ke depan"
hening. Ga ada yang buka suara sedikit pun yang terdengar hanyalah rintik hujan
"di mana rumah lo?" Ucap jeongwoo memecahkan keheningan yang melanda
"lurus aja nanti belok di tikungan perempatan perumahan lalu masuk situ" jelasnya
"oh oke"
mobil berhenti di depan rumah yang mewah, saat haruto mau keluar tiba-tiba ia di tahan oleh jeongwoo
"tunggu" henti jeongwoo
"apa?"
"ini payung untuk lo"
"Oh thanks ya"
"hmm" deheman yang haruto dapat kan
"to" panggil jeongwoo
"kenapa lagi?" Heran haruto
"selamat malam ya jangan sampai sakit" ucapnya sambil mengelus pucuk kepala haruto
Entah mengapa haruto merasa dirinya sangat gugup saat dia di perlakukan seperti ini oleh jeongwoo.
"kenapa jantung haru seperti mau keluar ya?"-batin haruto
"udah sana masuk jangan ngelamun terus" haruto tersadar saat jeongwoo mengatakan tadi
"e - eh iya "
"bunda ayah haru pulangg" sudah menjadi kebiasaan haruto saat pulang pasti dia teriak seperti ini
"eh anak bunda udah pulang sudah sana kamu ke kamar ganti baju kamu"
"siap bunda" haruto memperagakan pose hormat
"huh kenapa hati haru tadi seperti mau melompat ya saat di haru di usap oleh jeongwoo?" Heran haruto tuh saat hati nya dugum dugum saat di usap oleh jeongwoo
"Aaaaaaaaa tapi jeongwoo tadi ganteng bangettt ga kuat" haruto salbrut saat melihat kegantengan jeongwoo yang melebihi standar tingkat nya
"aduhh haru gabut bangett telpon siapa ya? telpon kak asahi aja apa ya? oke deh" haruto pun menelpon asahi yang notabene adalah kakak sepupunya
"halo kak"
"kenapa bayi" ucap yang di sebrang
"aku gabutt" haruto
"nanti kakak ke sana ya" ucap asahi memang karena dia tidak ada dibandung dia ada di Jepang ikut sama orang tuanya yang bekerja di sana
"Benarkah?" Haruto meyakinkan ucapan kata kakaknya
"benar dong, ga mungkin kakak ngebohongin adik kakak yang lucu ini"
" hehehe terima kasih kak, nanti haru jemput ya btw kakak ke sini sama siapa?"
"Sendiri aja ru" sendu asahi
"yang sabar ya kak"
"HARUUU KELUAR NAK MAKAN" teriak sang ibunda dari dapur
"IYA BUNN" teriak balik haruto
"kak, haru matiin dulu ya nanti haru jemput jangan lupa kabarin nanti saat sudah mau penerbangan" pamit haruto
"oke bayi"
"ih haru bukan bayi ya" marah haruto
"hahaha ya kamu bukan bayi, yaudah sana makan Tante udah nungguin itu" tawa asahi
"okee papayy"
telponan tertutup sepihak oleh haruto lalu ia keluar menuju meja makan yang hanya ada haruto, bunda dan ayahnya ya haruto adalah anak tunggal di keluarga watanabe
haruto menuju tempat duduk nya dan duduk di samping bunda nya tempat makan terasa hening yang terdengar adalah suara dentingan sendok dan piring
"bunda ayah nanti besok kata kak asahi dia akan ke sini"
"oh benarkah?" Tanya Kris
"iya yah nanti kita jemput ya" mohon haruto
"iya nanti kita jemput kak asahi kamu" ucap lisa
"yeayy" senang haruto
"udah sana kamu tidur jangan bergadang ya good night baby boy" ucap kris yang mengecup pipi haruto bersamaan juga dengan Lisa
"Good night too ayah bunda haru tidur dulu ya"
"gimana jeongwoo?" tanya june yang adalah ayah Jeongwoo
"begitu lah ayah tapi aku udah membuat dia nyaman dan akan mengambil tindakan lainnya" jeongwoo
"bagus jangan sampai lolos ya dia" puji rose saat melihat perkembangan anaknya
"iya yah udah aku tidur dulu ya, good night bunda ayah" pamit nya
jeongwoo menuju kamarnya dan menggosok giginya lalu tidur, kita pergi ke dua orang tua jeongwoo dulu ya
"hahaha lugu banget sih anak kamu sayangg" tawa june saat melihat keluguan anaknya sendiri
"iya hahaha" jawab rose
"kita harus beri tahu Lisa dan kris tentang ini" lanjut rose
"iya"
Sampai sini dulu ya sampai jumpa jangan lupa untuk votmen ya bayy
KAMU SEDANG MEMBACA
musuh berujung cinta |jeongharu
Roman pour Adolescentsjeongwoo yang di suruh ayahnya untuk mendekati haruto dan menikahi haruto, setelah itu jeongwoo bisa mendapatkan perusahaan ayahnya sendiri.
