PULANG MAIN

462 12 2
                                    

Sore itu Mia bergegas pergi mandi langsung berdandan cantik. ibunya yg sedang menyapu lantai melirik Mia sambil tersenyum melihat buah hatinya udah rapi.

Mia berumur 10 tahun duduk dikelas 4 SD. Keluarga Mia tinggal di komplek perumahan.

"Mah...Mia boleh main di rumah Dewi gak ma...??" Mia minta ijin ibundanya setelah habis mandi.

"Tapi Mia..sekarang kan sudah jam 5 sore, lihat..! cuaca mendung pasti sebentar lagi hujan," ucap ibunda Mia dengan lembut melarang Mia.

Memang sore itu langit tampak gelap mendung hitam menggelayut di atas perumahan sesekali terdengar suara guntur menggelegar..,
Mia yang ingin sekali bermain tetap merengek kepada ibunya agar mengijinkan Mia main kerumah Dewi.

Dewi adalah sahabat juga teman sekelas Mia. rumah Dewi hanya beda dua gang dengan rumah Mia dan hanya berjarak kurang dari 100 meteran. Tiap harinya Mia suka bermain kerumah dewi dan juga sebaliknya dengan Dewi yang suka bermain ke rumah Mia.

"Mia sayang...main ke rumah Dewi nya besok aja..! apalagi sebentar lagi hujan..," ibunda Mia tetap berusaha membujuk putri nya agar tidak bermain sore itu, karena sebentar lagi hujan sepertinya akan turun.

"Nggak mah...Mia cuma sebentar kok main kerumah dewi..!" Mia begitu pantang menyerah merajuk ke ibundanya.

"Ya udah tapi ingat sebelum magrib Mia harus pulang..!" ibunda pun menyerah dengan rengekan Mia.

Mia dengan wajah berseri bergegas berlari keluar rumah menuju rumah sahabatnya. Beberapa lama kemudian Mia sudah sampai di depan rumah Dewi, dengan memanggil manggil nama sahabatnya di depan pintu rumah Dewi sahabatnya.

"Dewiii..!" teriakan lirih Mia di depan pintu rumah sahabatnya.

"Eee...Mia, ayo masuk.., itu Dewi ada dikamar.., gih sana masuk kamarnya aja!"

Tampak wanita separuh baya membukakan pintu utk Mia, beliau adalah ibundanya Dewi.

Sore itupun Mia dan Dewi seru bermain di dalam kamar, Mia pun sampai lupa waktu, hingga jarum jam menunjukan ke arah jam 7 malam.

" tik...tik..tik..tik tiktiktik breesss..." air seperti dimuntahkan dari langit. hujan turun begitu besarnya, petir bergemuruh menggelegar begitu kerasnya.

Disusul dengan...,

"Pet.."

Lampu tiba2 mati diseluruh komplek perumahan itu menjadikan kawawasan perumahaan menjadi gelap gulita.

Jam menunjukkan ke arah angka 8 malam. beruntung hujan hanya sebentar, hanya menyisakan sedikit gerimis dari sisa hujan. Mia pun pamit kepada sahabatnya untuk segera pulang walaupun diluar gelap gulita. tapi Mia takut dimarahi papanya apabila tidak cepat pulang.

Mia pun bergegas berlari pulang ditengah kegelapan malam karena pemadaman listrik akibat salah satu gardu diwilayah tersebut tersambar petir.

baru beberapa langkah meninggalkan rumah temannya. Tampak di kegelapan Mia melihat bayangan seperti ibundanya berjarak 10 meter dari tempat berdirinya anak itu berpikir ibundanya datang menjemputnya, Tapi sesosok bayangan wanita itu malah berbalik arah membelakangi Mia dan terus berjalan.

"Mamah...tunggu Mia...!" teriak Mia memanggil ibundanya, anak itu berusaha berlari mendekati sesosok wanita itu yang terus berjalan.

"Iihh..mamah tunggu Mia dong..!" anak itu coba memanggil sekali ibundanya.

tapi wanita itu diam dan terus berjalan. Mia pun berpikir ibundanya sedang marah kepadanya.
Anak ini terus berjalan mengikuti wanita itu. tanpa menyadari Mia semakin jauh melangkah. Mia coba berlari mendekati wanita yg dia kira ibundanya tetapi tetap saja tidak bisa menyusul mendekatinya.

PULANG MAINTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang