28 - The Last Breath 1/2

728 42 1
                                        

Dengan langkah yang tertatih-tatih Yudha menghampiri Reva lalu duduk di lantai dan memindahkan Reva ke pangkuannya. Ia memegang tubuh Reva erat dan melihat wajahnya yang sudah memar dan seluruh tubuhnya yang penuh sayatan.

Darah terus mengalir dari leher Reva. Mata Yudha terbelalak dan nafasnya tidak beraturan hingga ia merasakan bahwa seseorang menyentuh pipinya.

"R-Reva..?" Mata Yudha menjadi berkaca-kaca dan ia menatap Reva dengan penuh kesedihan.

Reva tersenyum. "Kakak gapapa?" tanya Reva dengan suara seraknya.

Yudha mengernyitkan alisnya. "Kenapa kamu nanya aku gapapa? Lihat kamu Reva, kamu lebih terluka dari aku... sepatutnya kamu yang lebih harus di prioritaskan di sini..." Dengan kaki yang masih gemetar, Yudha mencoba menggendong Reva dan bangkit namun gagal. Tubuhnya terlalu lelah.

"Agh! S-sial! Kenapa harus sakit sekarang sih?!" gumam Yudha heran dan bersikeras untuk bangun.

"K-kakak..." panggil Reva yang membuat Yudha menoleh ke arahnya.

Reva tersenyum lembut. "Kayaknya u-udah terlambat... a-aku.. ngga-" belum Reva menyelesaikan perkataannya Yudha membungkam mulut Reva dengan tangannya.

"Nggak ada kata terlambat.. kamu harus bertahan hidup Reva! Kamu nggak boleh nyerah! Aku masih butuh kamu disini... kumohon.. jangan mati.." ucap Yudha dengan air mata yang terus mengalir.

Mata Reva terbelalak dan tersenyum hangat ke arah Yudha. Reva memeluk Yudha erat lalu memberikan kecupan di pipinya.

"M-maaf kak.. aku bener-bener nggak bisa... aku sudah kehilangan darah lumanyan banyak.. banyak luka dan sayatan. Seluruh tubuhku sakit termasuk di bawah sana.. aku nggak bisa... aku nggak bisa bertahan..." balas Reva dengan nafas yang semakin melemah.

"NGGAK! KAMU PASTI BISA BERTAHAN REVA!!" teriak Yudha dan menggendong Reva lalu memaksakan kakinya untuk melangkah.

Ayo! kaki sialaaannnn!! batin Yudha.

Baru beberapa langkah ia berjalan, Yudha pun kembali jatuh ke tanah. "Sial,sial, siaal!!!" Yudha semakin frustasi dengan keadaannya dan ia hanya bisa memeluk tubuh Reva di pangkuannya.

Yudha mulai putus asa dan menangis terisak-isak. Reva terdiam lalu kembali tersenyum. "Kakak.. boleh aku peluk kakak sampai aku benar-benar tidur..?"

Yudha yang mendengar perkataan itu terkejut dan menoleh ke arah Reva. "H-hah..?"

Reva tersenyum lebar. "B-boleh kan? I-ini mungkin pelukan terakhir kita loh.. jadi tolong peluk aku se-eratnya.." ucap Reva dengan suara semakin melemah.

Yudha yang masih menangis langsung memeluk tubuh Reva dengan erat dan mengelus belakang rambut Reva. Yudha terus memberi kecupan di kening Reva hingga Reva meneteskan air mata.

Reva terkekeh. "Ini.. benar-benar hangat.. dan... aku suka banget kalo di peluk kak Yudha hehe.. makasih ya kak.. aku cinta banget sama kakak..."

Tanpa mengatakan apa-apa Yudha tetap memeluk Reva dan air mata tak berhenti mengalir di pipinya. Hingga nafas Reva tak berhembus kembali dan denyut nadinya berhenti.

Dan dengan perlahan matanya tertutup menyisakan air mata, Reva benar benar sudah tertidur dan tak akan pernah bangun lagi.

Yudha terus menangis dan tubuhnya juga ikut melemah, ia masih memeluk tubuh Reva yang sudah terbujur kaku itu hingga Yudha menutup matanya dengan posisi yang masih memeluk Reva.

***

Dua orang siswa yang tak sengaja melewati halaman belakang sekolah yang awalnya berniat untuk bolos sekolah, terkejut melihat beberapa orang yang terluka hingga mereka melihat pasangan yang sedang berpelukan.

Give | GxB [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang