46 - Spend My Time With You

668 41 0
                                        

Cahaya mentari terpancar dari sudut tirai yang sedikit terbuka, menerangi sebuah wajah manis dari seorang pria yang sedang tertidur pulas di atas kasur. Lalu beberapa saat kemudian alisnya sedikit bergerak dengan matanya yang sedikit terbuka.

Perlahan ia duduk di kasur dan meregangkan tubuhnya yang lumanyan pegal itu. Yudha menatap sekeliling dan sedikit terkejut karena ia sudah berada di kamarnya, seingatnya ia masih bermain game bersama Zayan di ruang keluarga namun ia sudah berada di kamar.

Saat Yudha ingin beranjak bangun, secara tiba-tiba ia merasakan seseorang menggenggam tangannya yang membuat Yudha kembali duduk di kasur.

Ia menoleh ke arah belakang lalu melihat seseorang dari balik selimut, ia hanya melihat sepasang mata yang masih tertutup lalu terbuka perlahan karena hampir setengah wajahnya tertutup oleh selimut.

Itu membuatnya sedikit bingung dan penasaran, siapa orang yang berada di balik selimut itu.

"Aluna..?" dengan ragu Yudha memanggil Aluna.

Sosok itu sedikit merespon dengan melepaskan tangan Yudha lalu menunjukkan wujudnya, ternyata itu adalah Zayan. Mata Yudha terbelalak terkejut. "Zayan?! Kok lo bisa di sini??"

"Umm," dengan malu Zayan mengusap tengkuknya lalu menatap Yudha.

"Kemaren malem lo ketiduran pas kita lagi main game jadi gue bawa lo ke kamar terus gue ketiduran.." ucap Zayan.

"Loh? Jadi lo yang bawa gue ke kamar?" Yudha menghela nafas berat. "Nanti kalo Aluna tau lo—"

"Tadi malem kak Aluna nggak ada di kamar, biasanya kalo malem minggu dia suka keluar malem-malem." sela Zayan.

"Ehh.. gitu ya." jawab Yudha.

Lalu seketika suasana menjadi canggung sebelum Yudha memecahkan suasana canggung ini. "Makasih udah repot-repot bawa gue ke kamar."

Zayan mengangguk singkat.

"Oh ya, kak Delicia dia juga nggak ada di rumah?" tanya Yudha.

"Dia ngikut kak Aluna, jadi cuman kita berdua di apartemen ini," balas Zayan lalu ia bangkit dari kasur.

"Kalo gitu ayo kita ke dapur gue bakal buat sarapan." ucap Zayan lalu melangkah keluar kamar.

Yudha mengangguk lalu mengikuti Zayan.

Mereka turun dari tangga dan pergi ke dapur lalu Yudha duduk di kursi sambil menatap pria yang sedang menyiapkan bahan-bahan makanan.

"Mau buat apa, yan?" tanya Yudha dengan penasaran.

"Nasi goreng." balas Zayan.

"Hmm oke, mau gue bantu nggak?" tawar Yudha.

"Nggak usah, gue bisa sendiri." balas Zayan lalu menyalakan kompor yang ada di depannya.

Yudha menaruh dagunya di tangan lalu mengambil ponselnya. "Oke, kalo butuh bantuan bilang gue aja."

15 menit kemudian...

Yudha menatap syok ke arah nasi goreng—tidak lebih tepatnya nasi gosong yang terpapar di atas meja makan. Nasi goreng yang Zayan buat tidak layak untuk di makan, nasinya benar-benar gosong seperti akan menjadi abu.

Dengan mata yang sedikit berbinar Zayan menatap ke arah Yudha. "Apa gue lakuin yang terbaik..?" tanya Zayan dengan mata yang terlihat... innocent.

Yudha memijit pelipisnya dengan pusing lalu mengambil sendok dan sengaja sedikit mengacak-acak nasinya, ternyata nasi goreng tersebut gosong hanya di bagian atasnya, sedangkan bagian bawah itu terlihat baik-baik saja.

Give | GxB [TAMAT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang