Seluruh tubuh Yudha terbujur lemas dengan matanya yang sembap karena 2 jam penuh ia terus menangis tanpa jeda. Di tengah kesedihannya itu, pintu kamar terbuka dan nampak Aluna sedang membawa semapan makanan.
"Halo sayang, kamu udah mendingan belum?" tanya Aluna dengan senyum semeringai.
Yudha tak menjawab dan tetap mengatup mulutnya.
"Kalo gitu yok makan dulu, kamu laperkan?" Aluna menghampiri Yudha yang masih terbaring di kasur.
Aluna duduk di salah satu kursi di dekat kasur kemudian menarik rantai yang mengikat Yudha, membuat posisinya menjadi duduk kemudian Aluna mengambil sesendok makanan.
"Say, aaa."
"..." Yudha mengernyit dan masih mengatup mulutnya.
"C'mon honey, just one bite." ucap Aluna yang masih menetapkan ekspresinya.
Yudha yang masih jengkel, menepis kasar tangan Aluna yang membuat sendok dan makanan itu jatuh di lantai yang lumanyan kotor.
"Gue nggak butuh, lebih baik gue mati di sini dari pada hidup di sangkar busuk lo."
"Oh?" Aluna menatap heran ke arah Yudha kemudian kembali tersenyum.
"Aduh, sayang kamu udah hopeless banget ya? Sampai kamu bilang gitu ke aku," ucap Aluna sembari bangkit dari duduknya.
"Kamu tau nggak sih kalo aku lakuin semua ini untuk kamu juga tau." lanjut Aluna sambil mengambil makanan yang terjatuh tadi kembali ke sendok itu.
Aluna berbalik dan menghampiri Yudha kemudian mencengkram kedua pipi Yudha erat.
"Uhm."
"Apa kamu nggak takut dengan dunia luar yang bikin kamu merasa sendiri?" tanya Aluna dengan tatapan tajam dan senyumannya.
"Aku lakuin ini semua untuk kamu Yudha, aku kurung kamu di tempat yang kamu sebut sangkar ini biar kamu nggak merasa tersingkirkan. Semuanya untukmu!" lanjutnya dengan nada setengah teriak.
Secara tiba-tiba Aluna menyodorkan sendok yang berisi makanan yang tumpah tadi ke dalam mulut Yudha. "Urf!"
"Kamu nggak boleh mati sebelum kamu bikin aku senang."
Mata Yudha membulat dan tubuhnya bergetar.
"Ayo di makan, nanti kebuang loh~" Aluna tertawa sinis.
Yudha mencoba menutup mulutnya rapat-rapat namun percuma makanan yang sudah kotor itu berhasil masuk ke dalam mulutnya.
"Anak pintar." Aluna melepas sendok itu dari mulut Yudha.
"Haah..uhuk!..uhuuk!" Reflek tangan Yudha menutup mulutnya dan menunduk dalam.
Aluna tersenyum sinis. "Sekarang–"
Tok–Tok–Tok
"Permisi nyonya, ada panggilan dari nyonya Delicia."
"Oh!! kak Dodol?! Oke-oke sebentar." seru Aluna.
"Tetap diam di kamar ini selama aku nggak ada oke?" ucap Aluna sambil mengecup kening Yudha.
Setelah itu Aluna pergi meninggalkan Yudha dari kamar itu dan menutup pintu perlahan.
"..Bajingan." gumam Yudha.
-
-
-
-
-
-
Di dalam ruangan bernuansa hitam terdapat seorang wanita tampan yang sedang terduduk di kursinya dengan kaki menyilang dan ia tampak fokus menatap buku sekaligus secarik kertas secara bersamaan.
Brak!
"Kak Dodol!" seru Aluna sambil membanting pintu.
"Omaga! Dek Lilin!" balas Delicia sambil beranjak bangun dari duduknya.
Kemudian mereka saling menghampiri satu sama lain dan berpelukan.
"Guweh kangen kak dodol, maaf ya kak baru nyamperin hari ini guweh!"seru Aluna.
Delicia melepaskan pelukannya dan memegang pundak adiknya itu. "Lo sih lama banget nggak ke sini, yaah gapapa sih kan lo dah dateng juga."
"Ingyahh!" jawab Aluna dengan antusias.
"Ngomong-ngomong kak,"
"Mana kak Lele?" tanya Aluna.
Delicia mengedipkan matanya berulang kali. "Hmmm, gatau nih orang juga mana dah! Masa telat sih."
Kriet
"Pagi, maaf aku sedikit terlambat? Pas sekali ya semua udah di sini." ucap seorang wanita bernama Leona.
"Kak Lelee! kebetulan banget!!" ucap mereka berbarengan sambil memeluk Leona.
"Hehe, kalian nggak berubah ya selalu aja begini." ucap Leona dengan nada lembutnya.
Delicia melepaskan pelukannya tapi tidak dengan Aluna.
"Dek kenapa?" tanya Leona.
"Aku kangen wangynya kakak." Aluna menenggelamkan wajahnya.
Mereka sama-sama terdiam. "Pft, anjir tapi gue juga sih."
Leona tersenyum. "Kalo gitu duduk dulu masih banyak yang perlu kita bicarakan."
"Ck, kita tuh udah nggak ketemu 4 tahun lamanya aturan seneng-seneng duluu!" ucap Delicia sambil melipat tangannya.
"Tau tuh!" lanjut Aluna.
"Hehe, bener juga sih tapi kali ini serius dulu ya." Leona menepuk kepala kedua adiknya itu lembut secara bergantian.
Aluna menghela nafas jengkel dan melepaskan pelukannya. "Oke kali ini aku nurut aja."
Leona membalas dengan senyumannya kemudian melangkah ke salah satu kursi.
"Eh tunggu kak." Delicia menarik pucuk baju Leona.
"Hm, kenapa dek?"
"...mama,papa sama Zayan.. nggak dateng? Ini kan diskusi keluarga." ucap Delicia.
Suasana ruangan itu menjadi hening dengan Leona yang sedari tadi tersenyum mengatup mulutnya. Mereka saling bertatapan lumanyan lama sampai akhirnya Leona duduk di kursinya dan menghela nafas panjang.
"Kakak udah coba bujuk mama sama papa tapi mereka tetep nggak mau dateng,"
"Kalo Zayan."
Flashback On
"Apaan sih?! Nggak usah pake acara diskusi-diskusian dong! Kan cuman masalah ikatan doang! Itu nggak penting!" teriak Zayan.
"Bukan gitu, kita ini keluarga Zayan. Sepatutnya–" Leona yang ingin memegang pundak Zayan secara tiba-tiba Zayan menepis tangan Leona dengan kasar.
"Keluarga? Kita bahkan jarang berkomunikasi dan mama papa udah nggak peduli sama kita apa itu pantes di sebut keluarga?!" ucap Zayan kemudian berbalik
Leona hanya terdiam dan menggepalkan tangannya melihat sosok punggung itu yang pergi menjauh.
Flashback Off
"...Ngapain sih urus tuh 2 tua bangka, mereka nggak penting. Soal Zayan kita biarin aja gue juga nggak peduli sama itu anak." ucap Aluna secara tiba-tiba.
"Lun jangan gitu, mari kita perbaiki ini sama-sama. Alasan kakak adain diskusi ini untuk mempererat hubungan kita, jangan ngomong gitu." ucap Leona sambil tersenyum lembut.
"Kalo soal mempererat hubungan sama mama papa aku nggak ikut mending aku pulang terus manja-manja sama ayangku– Eh!" ucap Aluna keceplosan.
"Ayang? WAHHH SIH ALUNA DAH ADA PACAR???!! BENERAN?!!" heboh Delicia.
"Gue cuman keceplosan anjing!" ucap Aluna dengan wajah merona.
"Aaa~ masaa?"
Melihat tingkah kedua adiknya itu Leona hanya bisa tersenyum dan menggeleng pelan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Give | GxB [TAMAT]
Romance[Budidayakan follow sebelum membaca!] Yudha, seorang siswa yang di kenal sebagai 'saksi' atas kasus pembunuhan keluarganya sendiri dan sudah lama menghilang dari publik. Namun pada akhirnya ia kembali bersekolah dan bertemu dengan teman masa keciln...
![Give | GxB [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/333951305-64-k857537.jpg)